"Cepat jelaskan apa yang sebenarnya kau rencanakan sejak tadi!" teriak Revan merasa begitu marah. Sifatnya langsung berubah begitu mengingat apa yang sudah dilakukan Aarav pada dirinya.
Tentu saja sikap tersebut akan ditunjukkan oleh Revan. Bukan hanya dia saja, tetapi semua orang pasti akan melakukan hal yang sama seperti Revan saat ini. Atau mungkin, akan lebih parah dari yang diperlihatkan Revan sekarang.
Seseorang yang sudah dianggap teman dan sangat dipercaya, tega memanah temannya sendiri dengan tatapan mata dingin tanpa penyesalan. Meskipun Revan tidak mati karena hal tersebut, tetap saja perasaan takut masih memenuhi kepalanya hingga saat ini.