Chereads / HAIKAL / Chapter 6 - PART : BERTEMU 1

Chapter 6 - PART : BERTEMU 1

Tepat pukul 9.00

Willy sudah tiba di Universitas Bandung untuk bertemu dengan Pak Agan, direktur utama di Universitas Bandung.

Willy bergegas menemui Direktur untuk membahas masalah bisnis. Sementara Selly istrinya tengah dirumah membereskan barang barang.

"Selamat pagi Pak Willy!" Ucap Direktur sembari berjabat tangan.

"Pagi juga Pak!" Jawab Willy yang ikut juga berjabat tangan.

"Terimakasih Pak sudah datang tepat waktu dan menyempatkan waktunya untuk meeting sama saya," ujar Direktur.

"Terimakasih kembali Pak, sudah menawarkan bisnis ini sama Saya... Kayaknya ini bakal jadi tantangan baru buat Saya," kekeh Willy.

Setelahnya keduanya dilanjut dengan perbincangan bisnis yang akan dikerjakan bersama.

Disisi Lain, Haikal barusaja tiba dikampus, raut wajahnya sedikit kesal sekaligus cemas mungkin sedikit.

Tentu saja cemas, karna tugas Proposal yang harusnya ia selesaikan malah tertinggal, dan ia titipkan pada gadis kemarin yang katanya namanya Nita.

Haikal tidak tau harus dimana mencari gadis itu, pasalnya Haikal tidak meminta nomornya kemarin.

"Aarrghh!"

Haikal mendengus kesal, yang benar saja ia harus mencari gadis itu satu kampus, ke kelas kelas bahkan ke fakultas fakultas. Bahkan Haikal hanya punya waktu setengah jam untuk masuk ke kelas, sebelum Pak Dosen melapor ke Bundanya kalau Haikal sering telat kumpul tugas.

Haikal mencoba mengingat-ingat yang mungkin saja ada tanda tanda logo atau apapun yang menunjukan gadis itu fakultas apa.

"Oy!"

Yanuarta menepuk pundak Haikal, membuat sang empu kaget.

"Ngapain melamun diparkiran," ujar Yanu.

"Tugas gue ketinggalan," jawab Haikal, nadanya terdengar sedikit pasrah.

"Wah kebiasaan lu.. ini nih, akibat sering kumpul tugas terakhir!"

"Sebenernya gak ketinggalan juga, gue kemaren nitipin tas gue sama cewek, Nita kalo gak salah namanya."

"Nita?"

"Iya."

"Anak Sastra?"

"Gue mana tau, gue baru kenal dia.."

"Baru kenal lu udah nitip tas ke dia, gelo!"

"Anjirr! Bantuin gue ayok.. mana bentar lagi kelas, gue belum bikin proposalnya, mati gue sampe pak Dosen bilang ke nyokap!"

"Hahaa... yaudah ayo, siapa tadi namanya?"

"Nita!"

"Gue pernah denger si, anak pindahan sebulan lalu?"

"Aaa iyaa!"

"Cewek gue kenal kayaknya."

"Yaudah tanyain gih."

"Iya!" Yanu mulai mengetikkan pesan lewat ponselnya, lalu tak lama dibalas oleh pacarnya.

"Anak sastra benerkan!"

"Yaudah yuk ke fakultasnya."

Belum diiyakan Yanu, Haikal sudah bergegas ke Fakultas Sastra untuk menemui Nita.

Tak ada waktu, Haikal berlari ke Fakultas Sastra, melewati beberapa kelas yang hari ini sudah mulai ramai.

Tak memakan waktu lama, Haikal akhirnya tiba dikelas yang mungkin saja Nita ada didalamnya.

"Kok sepi!" Dengus Haikal setelah melihat kelasnya masih tampak sepi.

"Cari siapa kak?"

Suara seorang gadis itu mengejutkan Haikal, tanpa basa basi pum Haikal langsung bertanya.

"Aa itu murid pindahan yang disini."

"Siapa kak?"

"Nita! Nita!"

"Nita Thalia?"

"Saya gak tau, pokoknya namanya Nita.. yang katanya baru pindah sebulan lalu disini," ujar Haikal meyakinkan.

"Oh iya Nita Thalia kak! Temen saya itu, kenapa Kak Haikal cari dia?"

"Tau nama saya?" Haikal sedikit bingung pasalnya gadis didepannya tau namanya padahal ia tak memperkenalkan dirinya, sampai akhirnya ia ingat, siapa si yang tak kenal Haikal si anak geng motor yang hobi berkelahi dengan Andhika.

"Eumm gini.." ujar Haikal melanjutkan, "Kemarin saya nitipin tugas ke dia, kira kira ada dikelas gak ya dia?"

"Kok bisa kak?"

"Panjang! Ini mepet, saya ada kelas pagi jam 10, tugas saya kebawa, kalo mau tau tanya ke orangnya aja, yaa.. sekarang saya mau tanya itu dulu siapa.. Nita!"

"Nita kelas sore kak, hari ini katanya mau dateng tapi gak tau tuh, gak ada kabar lagi."

"Aduh! Kamu tau rumahnya? Ah nggak kosannya atau apa gitu, dia dimana?"

"Kurang tau kak, coba telpon aja kak."

"Saya gak punya nomor dia."

"Saya ada kak."

"Boleh saya minta? Mepet soalnya, 15 menit lagi niihh.."

"Boleh kak.."

Haikal mengetik nomor yang gadis itu perlihatkan, lalu pamit, tak lupa mengucapkan terimakasih juga.

"Aah ini saya Haikal, gini.. tugas saya ada sama kamu kan?" Ujar Haikal setelah terdengar suara diseberang telepon.

..

"Sekarang dimana, gue mau nyusul."

"Permisi!"

Haikal menoleh ketika suara itu terdengar dari belakang, dan yaa.. orang yang Haikal cari sudah dihadapannya.

"Maaf kak," ujar Nita.

"Maaf juga ya, gue mepet kelas pagi soalnya, mana belum gue kerjain semua lagi," jawab Haikal.

"Ini kan? Udah aku kerjain kak.. maaf kalo lancang, soalnya aku gak ada kerjaan jadi aku kerjain aja tugas kakak, tanggung juga dikit lagi.."

Haikal melongo setelah Nita memberikan beberapa lembar print proposal yang ternyata sudah Nita kerjakan.

"Tapi gue gak minta lo kerjain tugas gue," ucap Haikal merasa gak enak.

"Gak apa apa kak, lagian kalo aku gak kerjain emang kak Haikal keburu ngumpulin tugasnya.."

"Iya juga si, Thanks ya.. nanti gue traktir lo makan, sebagai imbalan."

"Oke.."

"Yaudah, kalo gitu gue ke kelas ya.. sekali lagi Thanks banget, gue ngerepotin lu.."

"Iya nggak apa apa kak."

Setelahnya Haikal bergegas ke kelasnya.

..

Pukul 12.00

Willy barusaja selesai meeting dengan Direktur UB, beberapa jam setelah membahas perkara magang, bisnis dan berbagai macam hal pekerjaan lainnya, Willy merasa tenaganya perlu diisi lagi.

"Pak Willy, berhubung ini jam makan siang bapak makan disini aja, saya udah siapkan makan siang buat bapak," ucap Pak Agan.

"Saya merepotkan pak, terimakasih banyak."

"Ahaa.. nggak pak, justru saya siapin ini sengaja, semoga bapak bisa betah kerja sama sama saya."

"Ah iya pak, semoga saja target kita sama sama tercapai ya pak."

"Iya amiin, mari pak kita makan siang dulu sebelum pulang, saya tau perut bapak keroncongan daritadi.."

"Hahaa.. bapak bisa aja, boleh boleh."

Willy berjalan mengikuti pak Agan ke ruang makan yang sudah disiapkan untuknya.

Sesekali Willy menoleh, melihat lihat betapa luasnya Universitas yang ia injaki sekarang, lorongnya besar, dan disamping dengan dinding kaca besar hingga suasana luar pun terlihat, dan mungkin Direktur sering mengawasi para mahasiswa lewat lorong itu.

Sampai saat tengah lorong, mata Willy menangkap pada beberapa gerombolan pria dengan satu gadis yang tengah asyik bercanda, membuat langkahnya terhenti.

Bukan fokus pada gadisnya, melainkan ia fokus pada satu orang.

Remaja yang memakai jaket kulit hitam, dengan kaos dalam merah bata, lalu dengan tas jeans nya yang terletak dimeja makan.

"Kevin."

Willy benar benar terdiam, dam sangat fokus pada pemuda itu, yang mirip sekali dengan adik kandungnya Kevin.

"Kevin."

Lagi lagi ia bergumam, langkahnya perlahan maju matanya menyipit memastikan jika ia salah lihat, memastikan jika ia saat ini sedang berhalusinansi.

"Bapak kenal Haikal?"

Pertanyaan itu membuatnya sedikit terkejut, dan menyadarkannya kembali, Willy menoleh menatap Pak Agan dengan sedikit mengerutkan keningnya.

"Haikal?" Ujar Willy tampak bingung.

"Iya.. cucu dari pendiri universitas ini, keponakan saya."

Willy kemudian menoleh lagi, dan benar, ia tidak sedang berhalusinasi, wajahnya benar benar mirip Kevin.

"Maksud bapak yang rambut gondrong itu?" Tunjuk Willy ragu ragu.

"Iya pak, itu keponakan saya Haikal."

Willy terdiam tak tau ingin berbicara apa, yang jelas pikirannya sedang banyak berbicara saat ini.

"Pak didi tolong suruh Haikal temui saya ya," tutur Pak Agan yang sedari tadi ada manajer disampingnya.

"Iya pak!"

"Mari pak Willy, kita makan siang bareng," ajak Pak Agan.

"Ah iya.."

Willy menoleh sejenak lalu, berjalan mengikuti Pak Agan.