Ting.
Ting.
Ting.
Ting.
Ting.
Ting
Yang memiliki handphone langsung melihat pesan tersebut.
'Han BaekHyun Yang tampan sedunia'
~ Holaa
~ Pemenang medali emas kami
~ Kapan kamu kembali
~ Kakek ingin bertemu dengan mu
~ Ayo bertemu setelah itu
~ Aku ingin bertukar pikiran 🤓
"Hahahaha" Dirinya tersenyum melihat kelakuan sepupunya yang tidak pernah kehabisan baterai itu.
"Cieee SaeRa cieeeee" Goda teman-teman disekelilingnya.
"Astaga, ini sepupu sayaa!" Tegasnya.
"Alahh, sepupu atau sepupu..." Goda salah satu temannya lagi.
"Hmm. Nihh nihh nihh" smbil menyodorkan layar handphone nya kehadapan teman temannya.
"Hahaha si Han BaekHyun yang selalu nanyain posisi kamu?" Tanya salah satu teman yang disebelah kirinya.
"Hm iya." Jawabnya singkat.
"Nama kontaknya pasti dia yang buat kan? Pake ada embel-embel paling ganteng sedunia lagi hahahha, asli sih, sepupu kamu yang asik kayaknya cuma dia deh" celetus teman yang duduk di depannya.
"Hahaha emang kamu udah pernah jumpa sepupuku yang lainnya?" Dengan wajah menantang.
"Belum sih, karena keluarga kakek lu besar banget, bahkan punya tiga nenek. Gak kebayang ngehapalin satu satu nama sepupu lu hahaha" celetuk teman yang didepannya lagi.
Mereka sedang bersantai di slah satu cafe yang menjadi tujuan turis. SaeRa dan ketiga teman satu organisasi yang akrab dengannya.
Setelah lomba mereka selesai, pihak penyelenggara memberi fasilitas selama tiga hari untuk mengelilingi tempat-tempat spesial di negaranya.
Dan hari ini adalah hari teràkhir, mereka berempat tidak mengikuti rombongan lainnya. Dan memilih bersantai di salah satu cafe yang terkenal di media sosial.
Saat ketiga teman lainnya sedang asik bercerita ria, SaeRa berada dalam pikirannya sendiri.
"Kakek mencariku?
Untuk apa?
Karena menang medali?
Bukankah mereka tidak pernah peduli?
Bahkan saat medali emas pertama, mereka tidak memberinya selamat.
Apa karena masalah rumah?
Bukankah kakek juga tidak pernah peduli sebelumnya.
Jangan-jangan kakeknya mau melarangnya untuk ikut organisasi ini lagi.
Hm! Menyebalkan!" Rutuknya dalam hati
'sepupuku yang tampan, kenapa kakek mencari ku? Apa dia mau memberiku harta? Hahaha👻' (Terkirim)
(Dibaca)
(Han BaekHyun ~Mengetik)
'Kamu wanita gila harta! Pantas saja tidak ada pria yang mengencanimu HAHAHHA👽'
SaeRa langsung membalas lagi
'Kau ingin ku buat masa depanmu hancur Ha?!!' (terkirim)
(Dibaca)
(Han Baekhyun ~mengetik)
'Dih sombong. Sementang dapat medali emas. Janji dulu, anda harus traktir saya main Timezone sampai saya lelah! Baru aku akan memberi tahu mu alasannya'
Hmmm mulai lagi dia.
'Lupakan. Bye' (terkirim)
(Dibaca)
(Han Baekhyun ~mengetik)
'Dasar pelit. Tidak ada bunga sambutan dari sepupu yang ganteng ini. Bye.'
(Dibaca)
SaeRa lalu mengabaikan itu. Kalau tidak, sepupunya yang sangat shameless itu akan menyedot habis uangnya.
SaeRa kemudian berpikir kembali tentang alasan kakeknya menyuruh dirinya datang untuk berbicara.
'apa terjadi sesuatu di perusahaan?' celetuknya dalam pikirannya.
Dia langsung membuka aplikasi dan mengetik ''Star Group''.
*Perayaan Anniversary perak yang megah dari Star Group*
*Ulang tahun Star Group ke-25 penuh dengan bintang papan atas*
*Daftar selebriti kelas A yaang menghadiri Anniversary Star Group ke-25 Tahun*
*Penampilan pecah di Anniversary Star Group ke-25 dari penyanyi era 80an*
*Tuan besar Lee memberi hadiah mewah kepada tamu yang beruntung*
*Potret penampilan ketiga nyonya besar keluarga Star Group*
Itulah judul-judul berita yang muncul dilaman mesin pencariannya.
'Apa karena ini?
'Baiklah,, berarti bukan permasalahan yang serius' Batinnya.
Ia langsung mencari kontak kakeknya dan mengetik pesan
'Kakekku yang sangat istimewa, maafkan cucu mu ini yang terlambat memberi selamat'
' Selamat Anniversary Star Group ke-25, aku bersyukur lahir dan memiliki kakek hebat seperti Tuan Lee SeungHoon. Jadi, tidak ada yang berani untuk mengganggu ku, karena aku cucu nya hahahha.
Semoga semua kesehatan, keberlimpahan, kekuatan, kekompakan dan kebaikan kebaikan di dunia selalu menyertai kakek dan dunia kakek. Star Group akan menjadi raja bisnis di Asia. Aku yakin itu. Hahahaha'
(Terkirim)
Kan, selesai.
Semoga dia tidak perlu berjumpa lagi.
Bukan benci. Hanya saja, ayahnya pasti mencurigai dirinya lagi nanti.
Dia sudah terlalu capek dan malas untuk mencari keributan dengan siapapun!.
Dia kembali merenung.
Masa pelatihan sudah selesai. Berarti dia harus kembali ke apartemen itu. Tidak mungkin dia terus menginap di tempat pelatihan.
Tapi lampu ruangan itu belum digantinya.
Aahhh SaeRa, kenapa kamu selalu lupa untuk memanggil teknisi.
Bahkan nomor teknisi gedung sekolahnya sudah hilang dibuatnya.
Kemudian dirinya menyusun schedule dalam pikirannya tentang hal yang harus dilakukan saat tiba di negaranya.
1. Ke kamp pelatihan, ambil baju lalu ke apartemen.
Tapi kan masih gelap!.
Berarti nginap di hotel!!
Namun dia belum memiliki kartu identitas resmi huhuhu.
Minta bantuan paman lagi?
Nanti dia malah menyuruhku menginap di studionya dan menemaninya sepanjang malam! Itu sangat melelahkan!....
Hmm, sepertinya aku harus menghubungi pihak apartemen saja.
Aahhh tidak! Bagaimana jika mereka bertanya terlalu banyak?! Sngat melelahkan...
Baiklah... Aku akan menginap di kamp pelatihan satu hari lagi.
2. Pergi ke sekolah, lalu mencari teknisi sekolah.
3. ....
Waktunya sudah luang, pelatihan diistirahatkan selama sebulan.
Artinya, dia akan sekolah?
Aaaah terlalu melelahkan jika harus bolak balik sekolah dan apartemen!
Dan juga terlalu sepi...
Dan terlalu mahal haha
Dia memang masih memiliki uang yang sangat cukup di kantongnya. Namun bukan untuk dinikmati saat ini.
Dengan kondisinya sekarang, uang itu adalah hidupnya, jadi tidak bisa disia-siakan begitu saja.
Jadi, gimana??
Ayo berpikir lah.....
Ting.
Lamunannya buyar dengan suara notifikasi dari handphone nya.
Terlihat
(Kakek)
'Hahahaha, kamu memang terhebat dalam bermimpi.
Temui kakekmu ini setelah pulang, kamu adalah cucu yang paling sulit untuk dijumpai!.
Temui aku bersama ayahmu, datanglah berdua'
Dia tidak membuka pesan itu, hanya menekan lama, lalu dapat terlihat seluruh pesan yang diterima.
"Sama ayah?!" Ucapnya spontan dengan suara sedikit kuat.
Dan itu membuat kaget ketiga temannya yang masih asik berbicara.
"Astaga SaeRa,.." ucap teman yang ada disebrangnya.
"Eh maaf maaf hehehe" jawabnya cepat.
'Jadi tetap harus bertemu kakek? Dan bersama ayahnya?!'
Kakek tidak pernah ikut campur tentang urusannya sama sekali, baik sekolah, tidur, organisasi dan lain lain.
Ah tidak, satu hal yang sangat dipedulilkan kakeknya. SAHAM.
apakah ingin membahas kepemilikan saham?
Apakah ayahnya meminta untuk mengambil alih saham ibunya dengan bantuan kakek?
Tapi kakek sudah janji tidak akan menganggu saham itu.
Ayolah SaeRa,, pikirkan hal yang lain.
Pikirkan hal lain SaeRa!!!..
Saat berfikir seperti ini, dirinya tanpa sadar mengisap minumnya dengan sedotan sampai terdengar suara srrt srrt srrt yang menandakan gelas sudah kosong.
Ting.
SaeRa spontan memukul meja.
"SaeRa!!!!" Ucap ketiga temannya serempak. Dia pun kembali sadar.
"Astagaa... Maaf maaf maaf" jawab SaeRa cepat.
"Kamu baik baik saja SaeRa?" Tanya teman yang di depannya.
"Hm, tentu." Jawab SaeRa lagi cepat.
"Hmmm memang aneh lu, dari tadi melamun terus ngagetin kita, hati hati kesambet deh pokoknya hahaha" celetuk temannya yang disebrang,
(Bibi Lim)
'Ayahmu merekomendasikan NaEun untuk menjadi trainee'
Wah. Ayah sungguh tidak dapat ditebak.