"Pagi Tadi, Penyanyi Sekaligus Aktor Kim Myung-Soo Kembali Tertangkap Kamera Sebuah Ponsel Berlarian Keluar Dari Lift Di Parkiran Sebuah Apartemen Dengan Menggunakan Piyama Tidur. Disana Terlihat Pula Manajer EB Nam Wo-Hyun Yang Menunggu Kim Myung-Soo Di Van Yang Biasanya EB Gunakan. Wartawan Kami Yang Menerima Informasi Tersebut Langsung Mendatangi Apartemen Yang Berada Divideo. Namun, Setibanya Di Apartemen Mewah Tersebut, Kim Myung-Soo Telah Meninggalkan Apartemen Itu Menuju Ke Kantor Manajemen OTY Entertainment. Pihak Wartawanpun Berhasil Mewawancarai Beberapa Penghuni dan Staf Apartemen." Kata Pembawa Berita Di Suatu Stasiun Tv Swasta.
" Kim Myung-Soo? Tentu Saja Saya Mengenalnya. Sudah Beberapa Tahun Ini Kim Myung-Soo Tinggal Di Apartemen Ini. Kim Myung-Soo Adalah Anak Yang Baik. Selalu Berbaur Dengan Para Penghuni Apartemen." Kata Salah Satu Penghuni Yang Diwawancarai.
"Kim Myung-Soo Adalah Idol Terbaik Yang Pernah Saya Kenal. Selalu Menyapa Para Penghuni Apartemen Terlebih Dahulu Sebelum Para Penghuni Menyapanya. Oh... Bukankah Dia Kemarin Baru Saja Selesai Wa-Mil? Waaahhh... Saya Sudah 2 Tahun Tidak Melihat Anak Itu." Kata Penghuni Lain.
"Maaf... Kami Tak Bisa Memberikan Informasi Tentang Para Penghuni Apartemen." Kata Salah Satu Staf Apartemen Yang Ikut Di Wawancarai.
"Hei... Berhentilah Menanyakan Hal-hal Yang Tak Diketahui Para Penghuni. Jika Kalian Ingin Lebih Tahu Tentang Kim Myung-Soo, Kenapa Kalian Tidak Tanyakan Sendiri Ke Orangnya?" Kata Salah Satu Penghuni Lain Lagi.
Tak Puas Para Wartawan Menanyakan Semua Tentangku Kepada Para Penghuni Dan Staf Apartemen. Merekapun Bertanya Kepada Artis dan Aktor Lain Yang Kebetulan Tingga Di Apartemen Yang Kutinggali.
"Kim Myung-Soo Itu Sahabatku. Sahabat Terbaikku. Tentu Saja Aku Mengetahui Bahwa Kami Tinggal Diapartemen Yang Sama." Kata Salah Satu Aktor.
"Tentu Saja Aku Tahu. Apartemenku dan Kim Myung-Soo Berada Dilantai Yang Sama. Mana Mungkin Aku Tak Mengetahuinya. Kalau Tentang Dengan Siapa Dia Tinggal, Aku Tak Mengetahuinya. Bukan Urusanku Untuk Mengetahui Hal Itu." Kata Salah Satu Artis.
"Hei... Berhentilah Mencari Informasi Pribadi Orang Lain. Dengan Siapapun Dia Tinggal Diapartemen Ini, Itu Menjadi Urusannya. Kalian Tak Berhak Untuk Mengetahuinya. Apartemen Yang Kami Tinggali Sangatlah Menjaga Privasi, Kenyamanan dan Keamanan Para Penghuni. Jadi, Berhentilah Mencari Berita Yang Tak Jelas Dan Tak Penting Yang Akan Menghancurkan Karier Seseorang." Kata Actor Lainnya.
"Video? Kim Myung-Soo? Didepan Apartemen? Berpelukan Dengan Seorang Pria? Waaaahhh.. Akan Menjadi Berita Yang Mengguncang Kalau Begitu. Tapi, Kenapa Kalian Para Wartawan Harus Berpikir Sejauh Itu? Kim Myung-Soo? Gay? Hahahaha... Sebaiknya Kalian Jangan Menghalangi Jalanku Hanya Untuk Menyebar Rumor Yang Dapat Menghancurkan Hidup Seseorang. Enyah Kalian..." Kata Artis Yang Lain Dengan Nada Suara Yang Lantang.
"Kenapa Memangnya? Salah Bila Kim Myung-Soo Berpelukan Dengan Seorang Pria? Sekarang Saya Ingin Bertanya Ke Kalian. Jika Saya Berpelukan Dengan Kim Myung-Soo, Atau Saya Berpelukan Dengan Para Actor, Apa Kalian Juga Akan Menyebarkan Rumor Bahwa Saya Adalah Gay? Hah? Dasar Para Bedebah Singting. Pergi Kalian Dan Jangan Membuat Keributan Diapartemen Kami..." Teriak Aktor Lainnya Lagi.
"Seperti Yang Terlihat Disemua Wawancara, Seluruh Penghuni Mengetahui Hal Tersebut. Namun, Tak Ada Satupun Jawaban Dengan Siapa Kim Myung-Soo Tinggal. Apakah Kim Myung-Soo Benar-benar Tinggal Diapartemen Itu Seorang Diri? Apakah Pria Misterius Yang Berpelukan Dengan Kim Myung-Soo Itu Adalah Kakaknya? Ataukah Rekan Sesama Aktor? Atau Apakah Orang Yang Benar-benar Ada Hubungan Spesial Dengan Kim Myung-Soo? Saya..."
"Sudahlah. Jangan Dipikirkan Lagi. Semuanya Akan Berlalu Begitu Saja." Kata Kang In-Soo Sembari Mematikan Tv Yang Aku Tonton.
"Kau Telah Membaca Naskah Yang Diberikan Pak Ok Tadi Untuk Konferensi Pers Besok?" Tanya In-Soo.
"Belum. Aku Akan Mencoba Untuk Mempelajarinya." Jawabku.
"Kau Ingin Makan Sesuatu?" Tanya In-Soo Lagi.
"Tidak. Aku Kenyang." Jawabku Singkat.
"Hei... Makanlah Sesuatu. Sejak Tadi Kau Belum Memakan Sesuatu. Ingin Aku Buatkan Sandwich? Atau Ingin Makan Ramyeon? Akan Ku Buatkan." Bujuk In-Soo.
"Baiklah. Apa Saja." Kataku.
"Baiklah. Aku Akan Membuatkan Sandwich Untukmu. Tunggu Sebentar." Kata In-Soo Dan Langsung Bergegas Membuatkan Sandwich Untukku.
"Hei Myung-Soo... Kau Sudah Melihat Berita? Pak Ok Telah Diwawancarai Oleh Para Wartawan Atas Kejadian Yang Telah Kau Alami. Ini, Lihatlah..." Kata Woo-Seok Yang Tiba-tiba Saja Berlarian Mendekatiku dan Memperlihatkan Video Wawancara Pak Ok Diponselnya.
"Saya Telah Membicarakan Hal Ini Dengan Kim Myung-Soo. Besok Pagi Kim Myung-Soo dan Para Member EB Akan Mengadakan Konferensi Pers Untuk Comeback Mereka. Dan Tentu Saja Kim Myung-Soo Akan Mengonfirmasi Tentang Masalah Ini. Jadi, Kalian Bisa Menunggu Hingga Besok Untuk Jawaban Yang Kalian Inginkan Dari Mulut Kim Myung-Soo. Saya Harap Jawaban Dari Kim Myung-Soo Besok Akan Menjawab Pertanyaan Publik Tentang Masalah Video Yang Beredar. Saya Selaku CEO OTY Entertainment dan Mewakili Earth Boy's Ingin Meminta Maaf Atas Kejadian Yang Tak Meng-enakkan Ini." Jelas Pak Ok Kemedia.
"Ah... Pak Ok Benar-benar Keren dan Sangat Peduli Kepadamu dan EB. Benar-benar CEO Yang Sempurna." Kata Woo-Seok.
"Huh..." Desahku.
"Aku Jadi Merasa Tak Enak Sama Kalian. Padahal Kalian Telah Menanti Momen Comeback Kita. Tapi, Aku Malah Masuk Dalam Masalah Seperti Ini." Kataku.
"Sudahlah. Tak Perlu Merasa Tak Enak Hati Seperti Itu. Walaupun Kau Berada Dalam Situasi Yang Buruk Seperti Ini, Kitakan Akan Tetap Mengadakan Comeback." Kata In-Soo Yang Membawakanku Sandwich.
"Iya. Benar Kata In-Soo. Lagian Besok Kita Akan Mengadakan Konferensi Pers Tentang Comeback dan Masalah Ini. Kau Juga Telah Diberikan Naskah Untuk Wawancaramu Besok. Dan Pak Ok Tak Marah Sedikitpun Kepadamu. Jadi, Tak Ada Yang Haru...."
"Hei.. Singkiran Tanganmu Yang Kotor Itu Dari Sandwich Myung-Soo." Kata In-Soo Memotong Perkataan Woo-Seok Sembari Memegang Tangan Woo-Seok Yang Ingin Mengambil Sandwich Yang Disediakan In-Soo Untukku.
"Aku Juga Ingin Makan Sandwich Buatanmu." Kata Woo-Seok Dengan Mata Yang Berbinar-binar.
"Hei. Kaukan Bisa Membuatnya Sendiri. Bahannya Juga Masih Ada Didapur." Kata In-Soo.
"Kaukan Buatnya 3. Aku Ingin Makan 1." Kata Woo-Seok Sembari Menggenggam Tangan In-Soo Dengan Penuh Pengharapan.
"Berhentilah Bersikap Manja Seperti Ini. Kau Pikir Aku Kekasihmu? Hah?" Kata In-Soo Lagi.
"Kalau Begitu, Jadilah Kekasihku.." Kata Woo-Seok Lagi.
"Apa-apaan Kau? Menjauhlah Dariku." Kata In-Soo Dan Mendorong Woo-Seok.
Aku Pun Hanya Bisa Menatap Dan Tertawa Melihat Tingkah Laku Kedua Sahabatku.
"Buka Mulutmu." Kataku Sembari Menyuapi Sandwich Ke Mulut Woo-Seok.
"Makasih Kakak." Kata Woo-Seok Yang Mengunyah Sandwich Dimulutnya Lalu Tersenyum Menatapku.
"Kemana Perginya Jun-Ho dan Mr. Myrtle? Aku Belum Melihat Mereka Selama Diasrama." Tanyaku.
"Mereka Berdua Lagi Beli Bir dan Soju. Aku Menyuruh Mereka Untuk Membelikan Bir dan Soju Untuk Kita Minum. Sekalian Merayakan Berkumpulnya Kita Ber-lima Lagi." Jawab In-Soo.
"Hei. Kita Lagi Diasrama. Kalau Ketahuan Nam Wo-Hyun Bisa Gawat Urusannya. Bisa-bisa Kita Dimarahi. Kau Tau Sendirikan Mulutnya Nam Wo-Hyun Itu Kalau Marah Seperti Apa." Kataku.
"Jangan Khawatir. Hari Ini Nam Wo-Hyun Tak Akan Mampir Kesini. Dia Sedang Bersama Pak Ok. Kau Tenang Saja. Aku Juga Telah Mengganti Password Pintu Masuk Apartemen. Jadi, Tak Ada Yang Perlu Dikhawatirkan." Jelas In-Soo.
Akupun Hanya Bisa Tertawa. Kutatap Kedua Sahabatku Yang Sangat Peduli Denganku. Kupeluk Erat Mereka Berdua.
"Makanlah Sandwichnya. Agar Perutmu Terisi." Kata In-Soo.
Akupun Mengambil Sepotong Sandwich dan Langsung Memakannya. Dengan Lahapnya, Kumakan Sandwich Yang Tersisa. Tak Ku Sangka, Ternyata Mereka Sangat Peduli Denganku. Akupun Mulai Merasa Tenang. Aku Mulai Merasakan Kebahagian Lagi Setelah Beberapa Jam Merasa Terpuruk.
Ku Ambil Naskah Yang Telah Diberikan Pak Ok Kepadaku dan Langsung Ku Pelajari.
Akupun Teringat Kata-Kata Terakhir Yang Pak Ok Lontarkan Kepadaku Sebelum Kami Mengakhiri Meeting Kami Siang Tadi.
Pak Ok Yang Saat Itu Memegang Pundakku Dengan Kedua Tangannya. Lalu Berbisik Ketelingaku.
"Belum Saatnya Kau Mengetahuinya. Bila Telah Tiba Saatnya, Kau Akan Tahu. Bagaimana Saya Mengetahui Hubunganmu dan Lee Ho-Won."
To Be Continue...