Keesokan hari nya ega sudah bersiap untuk berlatih mengendarai sepeda motor, kebetulan hari itu hari minggu
Ia memakai helm untuk keselamatan, memakai sepatu celana panjang dan jaket.
"Mas ayok aku udah siap nih" kata ega mengajak kakaknya untuk mulai berlatih.
Okee yuk" jawab kakak nya
Ega duduk di depan sedangkan kakak nya duduk di belakang, mereka berlatih di gang dekat rumah, setelah gelap barulah mereka beristirahat.
Ega terus berlatih sendiri berbekal nasihat dan arahan dari kakak nya.
Keesokan hari nya kakak nya masuk kerja shift pagi karena motor nya sedang di bengkel ia menyuruh adik nya itu untuk mengantar nya.
"Ga, anterin mas yuk udah kesiangan nih" pinta sang kakak
"Ya udah yuk mas sekalian aku berangkat sekolah" jawab ega
Sebetulnya ega belum lancar, sehingga saat berangkat kakak nya yang menyetir sampai ke tempat kerja, barulah ega menyetir sendiri untuk berangkat menuju sekolah.
Hari itu ia mulai berangkat sekolah sendiri tanpa diantar bapak nya.
Melewati gang jalan sekolahnya, ia sangat berhati hati karena sering berpapasan dengan murid lain yang berjalan kaki dan banyak kendaraan yang juga melewati jalan itu.
Karena masih pagi sekolah masih sepi ia memarkirkan motornya di parkiran yang paling ujung dan strategis berfikir supaya gampang mengeluarkannya saat pulang sekolah nanti.
Karena kelas pun masih sepi ia sengaja pergi ke perpustakaan ingin membaca buku cerita disana.
Saat tengah asyik membaca tiba tiba ponsel nya berdering, ega segera mengangkat telponnya
"Hallo, kenapa hes?" tanya nya
"Kamu dimana, aku cari cari nggak ada" tanya hesti
"Owh aku di perpus, habis tadi masih sepi" jelas ega
"Yaudah aku kesana ya" jawab hesti
Hesti segera menyusul ega ke perpustakaan ia segera menghampiri sahabatnya itu.
"Ga, tumben kamu berangkat pagi banget?" tanya hesti
"Iya, tadi sekalian anter kakak ku kerja,ehhh..." ega menghentikan bicara nya ia keceplosan mengatakan itu
"Kakak? Kakak keponakan kamu? Jangan jangan cowok yang anter kamu waktu itu kakak keponakan kamu!?" desak hesti
Ega hanya terdiam, terlihat bingung.
"Iya kan!!!" seru hesti lagi
"Ssssstttt, jangan keras keras, nanti yang lain denger" pinta ega
"Jadi bener itu kakak keponakan kamu?" tegas hesti
Ega menganggukkan kepala nya, sambil tersenyum malu kepada sahabat nya itu.
"Hahaha, sudah aku duga, kenapa sih mesti bohong pakai bilang itu cowok kamu!?" cerca hesti
"Kayak kamu nggak tahu aja alesannya apa" jawab ega
"Biar ama jauhin kamu ya" goda hesti
Ega hanya tersenyum.
Mereka segera kembali ke kelas, tidak disangka ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka, seorang wanita dari kelas lain yang juga mengenal ega.
"Jadi sekarang kamu udah berani naik motor sendiri?" tanya hesti
"Yaa, pelan pelan aja tetep hati hati, belum lancar juga sih" jawab ega
"Bagusss tetep semangatttt" seru hesti memberi semangat kepada sahabat nya itu.
Ketika pulang sekolah ega ingin mengambil motornya dari tempat parkir.
Ia berjalan menuju parkiran bersama hesti karena mereka akan pulang bersama.
"Lohh dimana motorku" kata ega
Ia kaget karena motornya tiba tiba menghilang dari tempat parkirnya tadi.
"Coba cari di sebelah sana ga" kata hesti
Mereka mengelilingi tempat parkir yang lumayan luas itu, mencari sampai ke ujung tapi tetap tidak menemukannya.
Ega sangat panik, motornya memang tidak di kunci stang karena itu adalah parkiran sekolah bukan parkiran umum harusnya tetap aman.
"Apa mungkin ada pencuri?"kata hesti
" Tapi ini kan area sekolah pintu gerbang juga selalu dijaga satpam"kata ega
Mereka bingung mencari motor itu tapi tak kunjung ketemu.
"Ya udah tanya pak satpam aja yuk" kata hesti
Mereka segera menuju pos satpam di depan, tepat nya berada di samping gerbang sekolah.
Ternyata pak satpam sedang berada di jalan mengawal siswa yang serempak pulang sekolah.
Meski hanya gang tapi merupakan jalan utama dari beberapa jalan di sekelilingnya sehingga banyak kendaraan yang lewat.
"Pak satpam, lihat motor aku yang diparkir di parkiran nggak motor beat warna biru" tanya ega sambil menyebutkan nopol motor beat nya.
"Waduh kalau motor beat banyak lah neng, sudah dicari belum?" kata pak satpam tanya balik
"Udah pak, udah dicari ke seluruh parkir tetep nggak ada" kata ega
"Yasudah ayo saya bantu cari" ajak pak satpam lagi
Mereka kembali menyusuri area parkir lagi, tapi tetap tidak ada.
"Gimana nih pak udah di cari di tempat parkir tetap nggak ada" kata ega mulai takut sepeda motor nya hilang di curi orang.
"Kita cari ke seluruh halaman sekolah" jawab pak satpam mengajak ega dan hesti.
Mereka menyusuri semua halaman sekolah.
Ama yang juga ingin mengambil motor nya diparkiran tidak sengaja melihat ega yang sedang panik, pura pura sedang mengambil motor nya dan berusaha mengeluarkannya dari tempat parkir tapi sebenarnya sedang memperhatikan apa yang dilakukan ega.
Ia pun tahu bahwa saat itu ega panik karena motornya tiba tiba hilang dari parkiran.
Diam diam ia membantu ega mencari motor itu, di semua area sekolah bahkan kantin, karena tidak menemukannya ia mulai berfikir mungkinkah ini ulah teman sekelas nya, "Vigo" dia murid ternakal sekaligus ketua gangster di sekolah itu.
Ia segera pergi ke kantin yang berada diluar sekolah dan merupakan kantin langganan vigo.
Ternyata benar vigo berada di sana, ama segera menghampiri vigo yang berada di dalam kantin.
Saat akan menghampiri vigo ama melihat motor beat biru yang diparkir di dalam kantin dengan nopol yang sama dengan yang ega sebutkan tadi.
"Go, itu motor siapa?" tanya ama sedikit marah
"Kenapa?, motor ini!? Ini motor murid yang sembarangan parkir di wilayah aku" jawab vigo kasar
"Sebaiknya sekarang kamu kembalikan ke tempat nya" pinta ama
"Kenapa? Ini bukan motor kamu kan!?jawab vigo
" Udah deh sekarang juga kembaliin motor itu ke parkiran!"perintah ama lagi
"Nggak, biar tu anak rasain udah berani ngambil wilayah gue!" jawab vigo ketus
Perkelahian diantara mereka tidak bisa ter elakan.
Sedangkan ega hesti dan pak satpam masih berputar menyisir semua area sekolah.
Tiba tiba ada seorang siswa berlari menghampiri pak satpam,
"Pak cepat ikut saya ada siswa yang sedang berkelahi di kantin luar sekolah" pinta siswa itu
Mereka semua segera berlari menuju kantin termasuk ega dan hesti.
Sesampai nya di kantin pak satpam segera melerai perkelahian mereka, ega sedikit kaget karena melihat yang berkelahi adalah ama, ia melihat muka ama yang memar dan sedikit berdarah di bibir nya.
Siswa yang lain membantu pak satpam untuk melerai perkelahian mereka berdua.
"Loh pak, itu kan motor aku" teriak ega menunjuk motor nya yang berada di dalam kantin.
Ama kaget melihat ega yang tiba tiba berada di samping nya seketika berhenti berkelahi.
Akhirnya mereka berdua dibawa ke ruang BP guna mengklarifikasi penyebab perkelahiannya.