hari itu abhay masuk sekolah dengan tangan kanannya yang masih terbalut perban dan beberapa hansaplas di wajahnya, saat berjalan menuju ke kelas abhay bertemu dengan Eka saat itu Eka sedang sendirian Eka pun berdiri di depannya dan berkata " salut gw sama lu " dengan sedikit tersenyum
abhay hanya diam menatap ke arahnya
"masalah kita belom selesai lu tau kan? " kata Eka
"trus gmana lu Mao selesain sekarang " tanya abhay dengan nada datar
"sembuh aja dulu baru belagu lagi" saut Eka
"kalo cuma lu sendiri gw ga perlu pake tangan kanan gw " kata abhay
"yehh belagu banget lu " saut Eka sedikit kesal
" itu bukan urusan lu" saut abhay dengan tatapan tajam sambil pergi meninggalkannya menuju kelasnya , teman sekelasnya semua melihat ke arah abhay karena penampilannya abhay Hanya diam dan tidak peduli dengan sekitarnya dia melihat Alan belum juga masuk
saat abhay pergi ke kantin dia melihat orang yang sedang berkelahi tapi dia hanya diam dia sadar apa yang terjadi pada dirinya diapun melanjutkan kan pergi ke kantin dan bertemu dengan bancar di sana , bancar sedang duduk di kantin sambil minum es abhay pun menghampirinya dan meminum es miliknya sambil duduk di sampingnya
"tangan lu udah mendingan" tanya bancar
"udah Aman Selon aje " saut abhay dengan santainya
"lu cepet banget sembuh " tanya bancar heran
"iya lah gw gituloh" saut abhay sambil tertawa
bancar pun ikut tertawa bersama nya
lalu mereka melihat seseorang yang badannya cukup besar dia sedang mengganggu seorang wanita yang dimana itu adalah nisa ,dia terlihat sangat terganggu bancar merasa kesal melihat nya
"tolong dah ,cakep si " kata abhay sambil meminum es nya
"kenapa harus gw " saut bancar
" kalo gw bisa ya gw car" saut abhay sambil sedikit mengangkat tangannya , akhirnya bancar pun menghampirinya dan berkata
" bro lu ganggu dia tuh ,bisa udahan ga " kata bancar
"apa urusan lu " sautnya (Zein)
"dia temen gw bro" kata bancar sambil meletakkan tangannya di bahunya Nisa
"trus apa " kata zein sambil mendorong bancar
" lu bisa santai ga asuu " saut bancar dengan sedikit teriak
" ngapa ga seneng!!" tanya Zein
"mana ada orang yang seneng pas temen nya di ganggu " kata bancar emosi
"bacot lu " teriak Zein sambil memukul bancar bancar pun membalas pukulannya mereka saling pukul sampai abhay menghentikannya dengan menendang tubuh Zein ,hingga Zein terdorong ke belakang ,Zein pun menatap ke arah abhay tapi abhay tidak merasa gentar sedikitpun
"tenang aja coy ,ga usah pake otot" kata abhay dengan nada datar sambil terus menatap nya
"udah bhay biarin aja gw abisin ni orang" kata bancar karena emosi
" car lu diem aja car " kata abhay dengan serius
bancar pun diam dan mengerti apa yang di maksud oleh abhay
"okeh dah kali ini lu aman ,tapi lagi lagi lu ngusik gw ,kita liat aja entar" kata zein mengancam
" gw ga bakal ngusik lu kalo lu ga ngusik orang orang yang deket sama gw , kalo gw tau lagi lu ngusik mereka ,baku hantam kita " jawab abhay dengan Nada datar .
Zein pun pergi meninggalkan mereka bersama temannya yaitu Andre , abhay dan bancar pun duduk di samping Nisa yang sedang makan
"lu nggapapa car " tanya nisa
" aman kok " saut bancar dengan nada datar
abhay pergi untuk membeli sebuah es
" makasih ya lu nolong gw " kata nisa sambil tersenyum
" gw cuma ga seneng liat dia doank " saut bancar dengan sedikit melirik matanya
" lu sakit ga ? ke UKS Yo biar gw obatin " kata Nisa
" ga gw nggapapa " saut bancar dengan nada datar
" eh Mao gw jalanin es buat tanda terima kasih gw " kata Nisa
"ga perlu gw nolongin ikhlas" saut bancar
"oh yawdah makasih ya" kata Nisa
bancar pun pergi meninggalkannya
saat abhay kembali dia bertanya
"bancar mana "
" tau tadi pegi " saut Nisa
"oh yawdah " kata abhay sambil ikut pergi juga lalu tiba tiba abhay teringat dan dia kembali lagi ke tempat Nisa dan memberikan nomor telepon milik bancar
" nih telpon aja dia ,dia emang keliatan cuek tapi dia baik kok selow aja " kata abhay Sambil memberikan nomor teleponnya bancar
" eh iya makasih ya " saut Nisa
abhay pun pergi meninggalkannya dan menuju ke kelas ternyata di kelasnya sudah ada guru
" dari mana aja kamu ?" tanya guru yang sedang mengajar yaitu pak Yanto
"dari kantin pak " jawab abhay dengan santainya
"emang kamu ga tau kalo udah masuk kelas " tanya pak Yanto dengan marah
" ya enggalah pak kan saya baru Dateng" jawab abhay dengan nada datar
"kamu kalo di kasih tau ngejawab Mulu " kata pak Yanto dengan marah
"tadi tu bapa nanya pak makanya saya jawab kalo ga di jawab nanti marah " saut abhay
"dasar murid begajulan gimana Mao sukses kamu sama guru ngelawan Mulu " kata pak Yanto
"sukses bisa berarti banyak hal pak " kata abhay sambil pergi meninggalkan kelas
"kamu Mao kemana lagi " tanya pak Yanto
"ke lapangan pak Mao hukum diri sendiri" saut abhay dengan santainya Sambil terus berjalan menjauh dari kelas saat sedang berjalan dia berpapasan dengan Tarisa
"Mao kemana? ,madol kelas ya ,tar madol kelas itu ga baik tar nanti lu ketinggalan pelajaran "kata abhay
" ih apaan si orang gw Mao ke ruang guru, makanya kalo Mao ngomong tanya dulu jangan asal ngomong aja " saut Tarisa
"oh gitu tohh" saut abhay dengan santainya
"lah lu ngapain " tanya Tarisa
abhay bingung "hmm enaknya kemana ya ?" bertanya pada diri sendiri
"madol kan lu " kata Tarisa
"bukan Madol cuma tadi telat masuk kelas makanya gw inisiatip keluar kelas " saut abhay
"yah bilang aja Mao madol " kata Tarisa
" iya dikit " saut abhay sambil tertawa kecil
abhay menemani Tarisa pergi ke ruang guru
setelah itu mereka pergi ke kantin bersama dan bolos pelajaran bersama mereka berbincang banyak di sana abhay menceritakan tentang bancar dan zein dan dari itu juga abhay bisa mengetahui bahwa namanya adalah Zein dia adalah murid kelas 11 dia sudah 2 kali tidak naik kelas dan dari kelihatannya badannya lebih Basar dari abhay dan abhay seperti bukan tandingannya abhay memikirkan tentang bancar karena sebelumnya dia sempat berkelahi dan mungkin mereka akan berkelahi lagi .
saat mereka sedang berbincang tiba tiba zein datang dan langsung duduk di depan mereka
"oh jadi ini yang lu bilang orang terdekat lu , cakep juga ya ,tapi kok dia Mao sama begajulan kaya lu " kata zein
"ayo pergi tar " kata abhay sambil memegang tangannya dan berdiri , Tarisa merasa senang karena sekarang abhay lebih memilih untuk menjauh dan tidak ingin meladeninya
"eh mending lu sama gw dari pada sama anak begajulan kaya dia " kata zein
"dia emang begajulan tapi dia selalu sopan sama cewe, ngga kaya lu yang ga pernah di ajarin sopan santun " saut Tarisa sedikit kesal
abhay hanya diam dan menahan diri
"sebenernya apa yang lu liat dari dia sih ,cuma anak begajulan yang kerjanya bikin masalah ,atau jangan-jangan lu di bayar ya " kata zein sambil mendekati Tarisa dan abhay
mendengar perkataannya Tarisa kesal dan menamparnya , zein merasa tidak senang lalu saat Zein mengangkat tangannya abhay dengan sigap menendangnya sehingga dia sedikit mundur , Zein merasa marah dan dan memukul abhay tapi abhay berhasil menghindar melihat itu Tarisa pun pergi ingin melaporkan kepada guru karena dia tahu tangan kanannya abhay tak bisa di gunakan
saat abhay sedang melihat Tarisa pergi Zein memukul wajahnya lalu membanting abhay ke arah meja yang ada di kantin sehingga mejanya patah sambil menahan sakit abhay bangun dan melemparkan bangku ke arahnya kemudian dia menendangnya dengan kedua kakinya sambil melompat , Tarisa panik dan berlari lalu dia bertemu dengan pak ratno dan menceritakannya kepadanya
mereka pun pergi untuk melerai perkelahian saat Tarisa sampai dia melihat abhay sudah terkapar di atas meja yang patah ada beberapa meja yang patah di sana dan Zein sedang berjalan ke arah abhay dengan darah di kepalanya
" kalian udah !!" teriak pak ratno
lalu membawa mereka ke ruang BK dengan beberapa guru lainnya.