Bab 72
"Halo anak manis, siapa namanya?" tanya Pak Markum sambil mengelus rambut panjang Aleysa.
"Aleysa, Kek," jawab Aleysa.
"Cantik sekali Aleysa, malah mirip sama Intan. Intan lebih cocok jadi mamanya dari pada pengasuhnya," kata Pak Markum sambil terus memandangi wajah Aleysa dan diriku bergantian.
"Mama aku udah meninggal, kek," jawab Aleysa sementara aku dan Pak Arfan saling memandang saja.
"Oh, maafin kakek kalau begitu, sudah lama meninggalnya?" tanya Pak Markum lagi.
"Hampir setahun ini, Pak. Makanya saya minta Intan untuk mengasuh anak saya," jawab Pak Arfan
Pak Markum tampak mengangguk mengerti, aku pun permisi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Karena belum mandi sejak pulang kerja tadi, aku merasa gerah.
Selesai mandi dan berganti pakaian, aku pun memesan makan malam melalui aplikasi online. Ikan bakar, sayur kangkung dan juga ayam goreng kesukaan Aleysa adalah menu yang akan pesan.