Luka pada perut pria berwajah malas, membuatnya sedikit bahagia. Entah alasan apa yang mendasari rasa bahagia pada dirinya. Namun, pria itu merasa sangat puas akan sesuatu dalam hatinya. Seperti pada saat bayi baru pertama kali berjalan.
"Kau sungguh hebat! Aku tidak menyangka … kau bisa melajukan ini dalam sekejap saja!" Pria berwajah malas menunjuk luka pada perutnya. "Sebelumnya, aku hanya memberikan luka pada lawanku. Tapi, sekarang … aku diberi luka oleh seseorang!" Pria berwajah malas tersenyum lebar.
Achi melihatnya semakin ketakutan. "Baru kali ini, aku melihat orang terluka justru senang. Apa yang ada dalam pikirannya?" batin Achi, tidak mengerti dengan apa yang dilakukan pria berwajah malas di depannya.
"Lakukan lebih! Aku akan memberikan kematian yang lebih padamu!" Pria berwajah malas tersenyum lebar, membuat wajahnya semakin menakutkan. "Jangan berpikir, kau bisa lolos dariku dengan mudah!" ucap pria berwajah malas, sebelum akhirnya menghilang.