"Sialan!" teriak Rall merasa kesal, beberapa kali menghentakkan kaki. Demi dapat mengetahui keberadaan Aarav, dia terus saja mengedarkan pandangan ke segala arah dengan cepat. "Salah satu orang yang paling sudah dimengerti adalah orang itu. Jika dia dibiarkan berkeliaran begitu saja, hanya akan menyebabkan kesalahan ke depannya."
Rall mengernyitkan kening dalam, merasa kesal atas apa yang baru saja diperlihatkan Aarav. Dia yang berpikir akan sangat menguntungkan jika berhasil membunuh Aarav, tidak percaya jika kehilangan jejaknya dengan sangat cepat. Padahal Rall terlihat begitu percaya diri sebelumnya, apalagi dengan dua orang yang berada di pihaknya saat ini.
"Aku pasti akan mengalahkan dirimu, kemudian kuubah kau menjadi boneka sama seperti mereka berdua," kata Rall tersenyum tipis, masih saja berusaha menemukan keberadaan Aarav. "Satu orang sebelumnya sudah tidak berguna lagi dalam rencana ini. Aku harus melakukannya dengan orang lain."