Batu yang dilempar ke arah Kaito berhenti di udara. Beberapa terpental jauh, hingga mengenai warga desa yang berada di bawahnya. Awalnya, para warha desa tidak percaya dengan kejadian tersebut. Hingga akhirnya, mereka mencoba sampai berkali-kali, hingga percaya bahwa apa yang terjadi benar-benar nyata.
Sebuah tembok telah mengelilingi tubuh Kaito, membuat batu tidak bisa menyentuh seluruh tubuhnya. Itulah yang dipercayai oleh warga desa. Itu berarti, Kaito tidak bersalah karena alam saja melindungi dirinya hingga seperti itu.
Tatapan kebencian yang sebelumnya menyelimuti setiap pandangan, perlahan mulai tatapan penuh kekaguman atas apa yang dialami Kaito. Selama ini, dia diperlakukan tidak adil di desa air. Bahkan suatu saat, dia pernah singgah hanya sekedar membawa putrinya yang sedang sakit menemui tabib.