"Apa yang sebenarnya terjadi pada ingatanku?" Aarav menundukkan kepala, keringat dingin mengucur deras dari kening. "Kenapa aku tidak bisa mengingat apapun yang terjadi padaku sebelumnya. Semuanya gelap dan tidak ada cahaya sedikit pun."
Kepala Aarav terasa sangat sakit, rasanya seperti ribuan jarum menusuknya secara bersamaan. Setiap saraf yang ada pada otaknya dipaksa untuk mengingat segala hal yang telah terjadi pada dirinya, tetapi semua itu percuma saja. Satu ingatan tentang kejadian sebelumnya tidak pernah diketahui oleh Aarav.
Ingatan terakhir yang dimilki Aarav hanya tentang seseorang yang sudah membunuh seluruh warga desanya. Setelah kejadian tersebut, tidak ada yang bisa diingat oleh Aarav lagi. Seluruh kejadian tersebut seperti gelap tanpa sedikit pun cahaya.