Chereads / Love of the dreamer / Chapter 9 - Salah paham

Chapter 9 - Salah paham

"heeemmmm aaaahhhhh" desahan lembut yang menandakan seseorang terbangun dari tidurnya.

"Hee.. dimana wanita itu?" ia menatap sekitar mencoba mencari sosok hanna namun ia tidak menemukannya.

"Ternyata benar ia sudah pergi" pria itu kembali memejamkan matanya, dan tiba-tiba teringat hanna yang bertengkar dengan induk burung siang itu, ia pun tersenyum mengingat kejadian itu.

"Ternyata di dunia yang kejam ini masih ada juga wanita manis seperti dirinya" ia tersenyum mengingat tingkah konyol hanna, ia seketika duduk dan memikirkan satu hal.

"Siapa wanita itu? kenapa aku baru melihat nya di sini?,, apa dia orang baru??... akan kah aku bisa bertemu dengannya lagi,, hahhhh semoga saja tuhan mendengar ucapan ku dan membiarkan aku bertemu dengan nya lagi" ia benar-benar berharap ucapannya menjadi kenyataan.

Sungguh pesona seorang hanna sangat luar biasa bisa membuat orang yang baru ia temui jadi terpikat oleh nya.

.

.

Hanna duduk menatap tajam pada pria di hadapannya, pria itu pun menatap buas pada hanna dangan tubuhnya yang hampir sebagian memar akibat pukulan hanna, sedangkan eci menatap mereka dengan tatapan kesal, heran dan pusing.

"Seb--" saat eci ingin memulai percakapan mereka sudah ingin memulai pertengkaran lagi.

"Apa!!" hanna mengangkat tongkat dengan ekspresi wajah ingin menelan pria di hadapannya.

"Apa!!" pria itu pun bersiap memegang bantal dan sendok di tangannya.

melihat tingkah mereka berdua membuat eci tambah geram dan melemparkan bantal pada hanna, lalu melemparkan sendok pada si pria

"Awww" mereka teriak bersamaan.

"Kenapa aku di lempar dengan sendok sedangkan dia dengan bantal" kata si pria tak terima

"Bleeee" hanna menjulurkan lidah pada pria itu untuk meledeknya.

"SSSSsssssss" pria itu mengepalkan tangan nya.

"Sudahlah, kau ini" eci memukul kepala si pria.

"Ini tidak adil" pria itu pun membuang muka dan memeggangi kepalanya yang terasa sakit.

"Ada apa ini sebenarnya?.. kenapa bisa seperti ini?" tanya eci pada mereka berdua.

"Dia yang mulai duluan" jawab si pria.

"HAAaa!!.. jika kau tidak masuk dan mucul tiba-tiba di hadapan ku, ini tidak akan terjadi, dasar cowok mesum" jawab hanna

"Lihat kan, dia bilang aku cowok mesum, masa orang ganteng seperti ini di bilang mesum" sahut si pria.

"Brrrruupp..hahahahah, ganteng? dari mana nya bahkan nyamuk saja struk jika melihat wajahmu.. hahahaha" hanna tertawa terbahak-bahak, eci pun ikut tertawa kecil.

"HAA!!!,,, kenapa kau juga tertawa" pria itu merasa sangat kesal.

"Sudah-sudah kalian ini... hanna kamu jangan salah paham dia ini bukan cowok mesum tapi dia adalah adik angkat ku devan, dan devan dia adalah sahabat baik ku hanna" eci mencoba menyelesaikan masalah yang terjadi.

"Sekarang sudah tahu kan jadi tolong jangan bertengkar lagi, sungguh kalian berdua membuat ku pusing" ujar eci.

eci pun mengajak mereka untuk sarapan bersama meskipun mereka masih dalam keadaan kesal satu sama lain.. eci memperhatikan devan yang babak belur karena pukulan hanna, dan melihat rambut hanna yang berantakan seperti singa. setelah beberapa saat mereka menghabiskan sarapan nya, devan berdiri hendak pergi namun di tahan oleh eci.

"Heii kau mau kemana" tanya eci.

"Mandi" jawab devan.

"Siapa yang suruh?" timpal eci.

"Hah??.. sejak kapan aku tidak boleh mandi?" jawab devan

"Bukan tidak boleh mandi tapi bersihkan dulu tempat yang kau buat berantakan ini baru kau boleh mandi" jawab eci.

"Kenapa hanya aku yang di suruh, bukankah dia juga ikut andil dalam kekacauan ini,, bahkan dia yang memulainya" devan tak terima hanya dirinya yang di suruh membersihkan kekacauan itu.

"Aku dan hanna harus ke kantor jadi kamu yang harus bersihkan semua ini, karena kamu juga salah kenapa muncul tiba-iba" kata eci

"Ayo han bersiaplah kita ke kantor lima menit lagi" kata eci.

"Okee.. bleeee" hanna kembali menjulurkan lidah pada devan namun kini dengan dua tangannya yang membuat bentuk tanduk di atas kepala sebagai tanda kemenangannya.

"Awass kauuu" batin devan sambil menatap hanna kesal.

Lima menit kemudian hanna dan eci turun melalui tangga, lumayan jauh tapi apa boleh buat hanna tidak bisa naik lift karena ia mempunyai masa lalu yang membuat nya trauma naik lift. beberapa saat kemudian mereka sampai di kantor dan mulai bekerja di meja mereka masing-masing. posisi hanna dan eci cukup penting di perusahaan karena hanna dan eci adalah Game Designer dari perusahaan game yang mereka kelola saat ini. itulah mengapa mereka sangat penting di perusahaan yang baru beroperasi selama satu tahun. perusahaan itu merupakan perusahaan cabang yang baru di buat oleh ayah hanna, meskipun bisa di bilang perusahaan itu milik keluarga hanna, tapi hanna tidak ingin ada orang yang tahu siapa dia sebenarnya, jadi dia memilih untuk mengawasi perusahaan itu dengan menjadi salah satu perancang di dalamnya, hanya eci seorang yang mengetahui identitas hanna.

.

.

.

Detik jam terus berdetak, jarum jam perlahan melangkah melewati angka demi angka, melodi kesunyian menyebar di ruang kerja hanna, sebelum akhirnya eci membuat bising seisi ruangan dengan suara nya yang kemudian di ikuti hanna, mereka berdua menyanyikan lagu yang entah kemana alur melodi nya, sungguh kacau sekali suara mereka, mungkin itu efek dari kepusingan mereka yang harus meluncurkan game baru dalam waktu dekat ini.

Jam makan siang pun telah tiba hanna dan eci keluar ruangan untuk makan siang.

"Tunggu!!" suara hanna yang menghentikan langkah mereka.

"Ada apa?" tanya eci.

"Apa kamu melihat ponselku?" jawab hanna.

"Ponsel mu?" kata eci bingung.

"Yaa,, aku baru ingat dengan ponselku" kata hanna.

"Mungkin terselip di tas?" eci menunjuk pada tas hanna. hanna pun membuka dan mencari ponselnya namun tidak menemukan apapun.

"Haaaa!!! ya ampunn" hanna tiba-tiba menepuk kening nya dan tersenyum.

"Kenapa?" tanya eci.

"Aku lupa ponselku tertinggal di atas meja makan" jawab hanna.

"Dasar pelupa.. lalu mau kamu ambil?" tanya eci lagi.

"Yupss, lagi pula jarak apart mu tak jauh dari sini, jadi aku akan ambil saja" sahut hanna.

"Oke, hati-hati ya" eci menjawabnya dengan senyuman dan hanna langsung pergi menuju apartemen eci.

.

.