Chereads / Love of the dreamer / Chapter 8 - Terkejut

Chapter 8 - Terkejut

Angin pagi menyusup masuk membawa kesegaran aroma mawar yang tumbuh di samping jendela kamar eci, cahaya mentari yang ikut masuk melalui celah jendela menyapa lembut pipi hanna memberikan kehangatan sehingga ia terbangun dari tidurnya. alam seakan bekerja sama untuk membuat hanna menyaksikan mereka menyambut hari yang berganti.

hanna bangkit dan berjalan menuju jendela untuk membalas salam dunia yang membangunkan nya dengan sangat romantis, ia membuka jendela membiarkan angin dengan leluasa masuk untuk menari dan bermain bersamanya, senyum yang terukir di wajahnya membuat kupu-kupu terbang menghampiri dan mencium lembut hidung nya, tawa riang hanna membuat wajahnya mengalahkan pesona fajar, sorot matanya indah seperti pelangi, ia bagaikan seorang putri yang datang dari buku dongeng. kebahagiaan nya menyebar ke seluruh ruangan bahkan angin turut membawa aura bahagia itu ke luar jendela dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia.

Hanna menoleh pada sahabatnya yang masih terlelap, tak ingin membangunkan nya ia pun keluar kamar untuk membersihkan dirinya dan membuat sarapan. Seperti biasa cincin itu mengeluarkan cahaya dan bau harum yang tersebar ke seluruh ruangan, hanna mengabaikan itu dan menyudahi mandi nya untuk segera membuat sarapan. saat hanna tengah membuat sarapan ia mengingat kejadian semalam, ia berfikir itu mimpi atau benar terjadi, tapi ia sekarang ada bersama eci artinya itu semua hanya mimpi, ia pun melanjutkan membuat sarapan dan membangunkan eci.

Sebelum membangunkan eci hanna tersenyum misterius menatap eci dan berfikir untuk menjaili sahabatnya itu. ia melangkah perlahan mendekatkan wajahnya ke telinga eci dan berteriak.

"Kebakarannnnn... eciiii bangunnn kebakarann!!!" suara teriakan hanna membuat eci melonjak kaget dan terbangun, eci langsung berlari tak karuan dan berteriak kebakaran.

"AAAAaaaaa..... KEBAKARANNNN... toloooonggg" eci berlari menarik hanna untuk keluar kamar, tapi hanna malah tertawa terbahak-bahak.

"Hahahahahaha..ahahaha" eci langsung terdiam dan menyadari dirinya sedang di jaili oleh hanna, wajah eci pun berubah merah padam, ia merasa sangat kesal oleh tingkah hanna yang membuat ia panik bukan main. tapi eci bukan marah malah menangis kencang, melihat eci malah menangis hanna pun terdiam bingung ia lalu mendekati eci.

"Eci ada apa, maafkan aku,, karena membuat mu panik, seharusnya aku tidak melakukan itu maafkan akuu" hanna memeluk eci dan terus meminta maaf. eci terus menangis dan memukul hanna

"Kau tahu ini sungguh tidak lucu, setelah semalam kau membuat ku hampir mati berdiri sekarang dengan bahagia nya kamu ingin membuat ku mati jantungan, ini tidak lucu hanna" perkataan eci membuat hanna terdiam dan kembali bertanya pada eci.

"Semalam??.. apa maksud mu?" tanya hanna

"Apa kau tidak ingat semalam kau membuat ku panik setengah mati, dari mana saja kamu semalam kenapa tidak memberitahu ku kau akan kemana, dan kenapa dengan bodohnya kamu salah minum obat tanpa menunjukan nya dulu pada ku, ponsel mu mati dan tertinggal di taman, tangga yang penuh dengan darah, kau pikir itu tidak membuat ku panik?, jika sesuatu terjadi padamu semalam, aku tidak akan bisa memaafkan diriku karena membuat mu dalam bahaya" tangis eci semakin pecah dan hanna hanya terdiam mengingat kejadian semalam.

"Artinya semua itu bukan lah mimpi?,, lalu semalam aku ada di kamar siapa dan bersama siapa aku semalam" batin hanna.

hanna memeluk eci mencoba menenangkan dan meminta maaf telah membuatnya merasa bersalah pada dirinya

"Maafkan aku eci selalu membuat mu panik dan selalu merepotkan mu" hanna melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata eci.

"Bodoh..kenapa kamu meminta maaf, aku lah yang seharusnya minta maaf karena selalu membiarkan mu dalam masalah" eci menyentil kening hanna.

"Awwwww,, sakit tahu" jawab hanna.

"Lebih sakit mana kau terluka parah semalam" sahut eci kesal.

"Iya iya maaf" jawab hanna dengan raut wajah melas dan menggenggam kedua tangannya.

Eci memeluk hanna erat meminta maaf dan berjanji akan selalu bersama sahabatnya itu.

"Baik lah ayo kita sarapan aku sudah membuat sarapan kalo tidak langsung dimakan nanti makanannya dingin" kata hanna.

"MMmmm kamu duluan ke meja makan aku akan mandi dulu" jawab eci.

hanna pun mengangguk lalu meninggalkan eci dan menuju meja makan, di meja makan hanna bukan nya sarapan ia malah melamun sambil memeggangi luka di lehernya. ia memejamkan matanya dan mencoba mengingat kejadian semalam, mengumpulkan semua ingatannya sejak ia meninggalkan unit eci kemarin siang, dalam keheningan hanna mulai mengingat kejadian semalam,, beberapa saat kemudian hanna membuka matanya perlahan.

"AAAAAAAA..... 'plak'!!" hanna terkejut dengan wajah yang tiba-tiba ada di hadapannya saat ia membuka mata, dengan spontan ia pun menampar wajah itu dan menghindarinya.

"S-si-siapaa kamuuu!!! kenapa bisa masuk kesinii" hanna menjauh dari sosok pria yang membuatnya terkejut, pria itu sama terkejutnya karena mendapat tamparan yang keras dari hanna, pria itu pun hanya terdiam.

"Ja-jangan-jangan!!!.... AAAAAaaaaaaaa" hanna meraih tongkat kayu di dekat meja makan dan memukuli nya. pria itu terkejut dengan tindakan hanna.

"Awww....awwwww.. aduhhh" pria itu berteriak kesakitan sambil berlari menghindari hanna.

"Rasakan ini dasar cowok mesum..Aaaaaaa!!" hanna terus mengejar pria itu.

"APA KATAMU!!!... co-cowok mesum enak saja kalo ngomong" pria itu berhenti di belakang kursi menatap hanna kesal.

"Heeee!!! berani kamu menatap ku seperti itu!!" hanna kembali berlari dan menghampiri pria itu untuk memukulinya.

"Stop..!!" pria itu mengangkat tangan untuk membuat hanna berhenti mengejarnya dan memukulinya, hanna pun berhenti.

"S-stop...stopp.. haaaaahhhhh....dengarkan aku dulu" nafas pria itu memburu seperti tengah di kejar singa, benar saja hanna memang bagaikan singa yang telah ia ganggu dan kini memburunya.

"Dengarkan apa haaahh!!" tatapan hanna semakin tajam dan melangkahkan kakinya untuk mendekati pria itu.

"YAA!! dengarkan duluu... kau ini garang sekali seperti singa" ucapan pria itu bukan membuat hanna mau mendengarkan nya tapi malah membuat hanna semakin marah.

"APAAA!!!!" hanna terlihat sangat kesal, mungkin telinganya kini telah mengeluarkan asap dan wajahnya merah padam.

"Kau bilang aku singa!!!... yaaa aku singa dan aku akan menelan mu tanpa mengunyah" hanna berlari mengejar pria itu, mereka pun kembali berkejaran.

Eci baru sadar jika ada keributan di ruang makan, ia pun langsung menuju ruang makan untuk melihat apa yang terjadi. saat ia sampai ruang makan betapa terkejut nya ia melihat ruang makan yang sudah berantakan seperti habis terjadi gempa, ia melihat dua orang yang tengah saling mengejar bagaikan kucing dan tikus.

"Bugg" sebuah bantal mendarat tepat di wajah eci.

"Haaaaaaahhhhhhhh" mata eci terpejam ia menarik nafas panjang dan mengepalkan kedua tangannya

"STOOOOPPPPPPPP!!!!" suara teriakan eci membuat mereka berdua terdiam dan menoleh pada sumber suara.

"Kauuu!!! berani sekali kau memukul wajah sahabatku" hanna menatap pria itu dengan geram.

"Apa!! akuu?!!.. itu semua karena mu" jawab pria itu.

"Sekarang kau malah menyalahkan ku untuk perbuatan mu" sahut hanna.

"Apaa.!!" pria itu memasang wajah menantang.

"YAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!" teriakan eci kembali membuat mereka seperti tersambar petir di siang bolong.

.

.

.