Jam di rumah sakit menunjukkan pukul 2 dini hari, aku terbangun dari tidurku dan entah kenapa sulit sekali untuk memejamkan mata kembali.Akhirnya aku terjaga sampai pagi.Ku perhatikan mas salman yang tidur di sofa terlihat tidak nyaman.Dari atas ranjang aku terus memperhatikan wajahnya yang lelah, mungkin saja dia baru terlelap tengah malam karena menjagaku.Tiba-tiba air mataku jatuh begitu saja tak bisa berhenti.
"Aku rindu kamu mas,rindu belaian mu,rindu sentuhanmu,rindu perhatianmu....Huu huu"ucapku dalam hati
Air mataku makin deras membasahi wajahku,kala mengingat perlakuannya yang begitu manis diawal-awal pernikahan kami.Aku benar-benar diperlakukan bak putri raja yang selalu dimanjakan,diberi kasih sayang yang belum kurasakan sebelumnya.Namun sikapnya sangat berbeda sekali, aku merasa seperti terjatuh dari tempat yang paling tinggi,betul-betul sakit rasanya.Entah kenapa rasa rindu ini tertutup hati yang terluka ini.Aku yang biasa menunjukkan sikap manja didepannya seolah seperti tidak mengenal sosok yang selalu hangat.Aku merasa sangat rapuh saat ini, dalam hati aku berkata
"Mas, bisakah kau peluk aku, aku butuh bahumu untuk bersandar".
Sayup-sayup ku dengar suara adzan subuh berkumandang dan aku tersadar dari lamunanku.Dengan cepat kuhapus air mata yang membasahi wajahku.Aku berusaha bangun beranjak dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,namun tak sengaja aku menyenggol gelas yang ada di meja.
Praaank!!
Seketika aku kaget dan menutup mulutku dan benar saja mas salman terbangun dan langsung mendekatiku.
"Kamu mau apa, kenapa tak memanggilku.aku kan sudah bilang jika butuh sesuatu panggil aku.Kalo begini kamu bisa terluka.Ayo aku antar kamu ke kamar mandi,biar nanti aku yang membersihkan".ucapnya sambil menggendong tubuhku masuk ke kamar mandi.
"Eh..Eh..Mas...Tidak perlu menggendongku,aku masih kuat jalan mas.Turunkan aku mas!!".Mas salman tak menghiraukan perkataanku,dia terus saja menggendongku masuk ke kamar mandi.