Download Chereads APP
Chereads App StoreGoogle Play
Chereads

Endless Despair:EVO

miayam321
--
chs / week
--
NOT RATINGS
1.8k
Views
Synopsis
Dunia ini pernah damai. Langit biru membentang luas, lautan berbisik lembut kepada pantai, dan manusia menjalani kehidupan mereka tanpa mengetahui apa yang tersembunyi jauh di bawah mereka. Namun, segala sesuatu yang tertidur pasti akan terbangun pada waktunya. Bencana itu terjadi tiba-tiba. Gunung Berapi Ephra—yang telah tertidur selama ribuan tahun—meletus dengan kekuatan yang belum pernah dilihat sebelumnya. Langit berubah merah, abu menutupi kota-kota, dan gelombang panas membakar segalanya dalam jangkauannya. Tapi itu bukan kehancuran yang paling menakutkan. Yang paling mengerikan adalah apa yang muncul dari dalam bumi. Di balik magma yang menggelegak dan tanah yang retak, sesuatu terbangun. Bukan sesuatu yang bisa dijelaskan oleh sains. Bukan sesuatu yang berasal dari dunia manusia. Sebuah kehadiran yang telah terkubur di kedalaman bumi sejak zaman yang bahkan sejarah pun telah melupakannya. Dan saat ia bangkit… dunia mulai berubah. Bayangan mulai bergerak sendiri. Suara-suara aneh mulai terdengar di tempat yang seharusnya sunyi. Orang-orang menghilang tanpa jejak, meninggalkan hanya bekas luka hitam di tanah tempat mereka berdiri terakhir kali. Mereka yang melihatnya tidak pernah kembali menjadi manusia yang sama. Dan kini, dunia tidak lagi seperti dulu. Apa yang bangkit dari dalam bumi tidak akan kembali tidur. Ia telah terbangun. Dan ia lapar.
VIEW MORE

Chapter 1 - BAB 1 – KEBANGKITAN DARI INTI BUMI

Dunia dulunya adalah tempat yang damai. Lautan membentang tenang, pegunungan berdiri kokoh, dan hutan-hutan hijau menjadi rumah bagi kehidupan yang harmonis. Langit biru membentang luas tanpa ancaman, dan bumi sendiri bernafas dalam keheningan abadinya. Namun, keseimbangan itu hanyalah sebuah ilusi. Di kedalaman yang tak pernah terjamah, sesuatu yang tak seharusnya ada telah lama tertidur.

Semuanya dimulai dengan tanda-tanda kecil—getaran halus yang nyaris tak terasa. Hewan-hewan mulai menunjukkan kegelisahan, burung-burung berhamburan meninggalkan sarangnya tanpa sebab yang jelas, dan laut beriak gelisah meskipun tak ada badai. Para ilmuwan mencatat adanya peningkatan aktivitas seismik, tetapi tak ada yang menyangka bahwa ini bukan sekadar fenomena biasa.

Lalu, gunung itu meletus.

Gunung berapi tertua di dunia, yang telah tertidur selama ribuan tahun, tiba-tiba bangkit dalam amarahnya. Ledakan dahsyat mengguncang benua, mengirimkan abu panas ke langit, menyelimuti matahari dengan kegelapan. Lava mengalir deras, melahap daratan, dan gempa bumi menjalar ke segala penjuru. Namun, bukan letusan itulah yang menjadi bencana sesungguhnya.

Di bawah tanah, jauh di bawah kerak bumi, sesuatu merespons amukan itu. Panas yang dilepaskan oleh magma membakar segel yang telah lama menjaga keseimbangan dunia. Sebuah retakan terbentuk di kedalaman, mengirimkan gelombang energi yang beresonansi ke seluruh planet. Suara-suara asing bergema dari dalam bumi—suara yang belum pernah terdengar dalam sejarah peradaban.

Kemudian, ia terbangun.

Dari inti bumi yang mendidih, sesuatu mulai bergerak. Sesuatu yang bukan berasal dari kehidupan yang dikenal dunia. Ia adalah bagian dari masa lalu yang terlupakan, makhluk yang tak seharusnya ada di dunia yang sekarang. Keberadaannya lebih tua dari gunung-gunung tertinggi, lebih dalam dari samudera yang paling gelap. Ia tidak memiliki nama, tidak memiliki bentuk yang pasti, tetapi kehadirannya membawa perubahan.

Saat ia bangkit, bumi menangis. Lautan bergejolak tanpa sebab, badai muncul tanpa peringatan, dan langit berubah warna seperti malam yang terbakar. Gunung-gunung lain mulai bergemuruh, seolah merasakan kehadiran sesuatu yang seharusnya tetap tersegel.

Dunia yang damai kini berada di ambang kehancuran. Sesuatu yang telah lama terkubur kini telah kembali, dan kali ini, tidak ada yang bisa menghentikannya.