Meski kesal, tapi melihat Saga yang mau merangkulnya ini membuat Ines sedikit luluh.
Ya paling tidak pria itu sudah tak mendiamkannya seperti semalam.
"Mungkin bisa dengan mata berbinar seolah kamu tak percaya kejujuranku. Atau kamu memastikannya dengan bertanya lagi agar aku menjelaskan lebih detail. Atau hal lain yang bisa membuat topik itu memanjang. Bukan hanya OH saja!" ketusnya di ujung kalimat.
Saga tertawa. "Maka lakukan aja apa yang ada di pikiranmu, Sweetie. Tak perlu menungguku bertanya lebih dulu."
"Ah- percuma. Kamu emang nggak peka," Ines menyingkirkan rangkulan Saga dari pundaknya.
Tapi Saga lebih dulu mengencangkan rangkulannya sebelum Ines berhasil menyentaknya.
"Dengar," ujarnya setengah berbisik. "Aku percaya. Aku hanya merespon singkat karena terkejut tapi tak aku tampakkan. Aku pikir itu bukan masalah. Lagi pula, aku lega mendengarnya bila memang kamu tak bermaksud mengabadikan bekas kecupan Juan. Jangan merajuk, baikan aja."