"Tidak mungkin," kata Aarav dengan tubuh bergetar kencang. "Kenapa bisa menjadi seperti itu!" teriaknya dengan sangat kencang, wajahnya dipenuhi dengan kemarahan serta sebuah kebencian yang begitu mendalam.
"Itulah kenyataan yang sebenarnya terjadi. Jika kau melakukannya dengan sengaja dan menghentikan hal tersebut, orang yang akan mati adalah Erina," ucap suara di dalam kepala Aarav tepat setelah wajah cahaya di depan mata Aarav membentuk wajah Erina.
Aarav segera bangkit dari duduknya, wajah Aarav dipenuhi dengan kemarahan yang begitu besar. "Tidak mungkin semua itu terjadi!" Aarav berusaha menolak kenyataan yang baru saja didengar oleh telinganya. Tidak mungkin dengan melakukan hal itu, akan membahayakan nyawa Erina begitu saja.
Napas Aarav terus menderu kencang, berusaha menolak kenyataan yang baru saja dia dengar. Bola matanya bergetar dengan sangat kencang, diikuti ujung mulut yang digigit dengan sempurna. Membuat darah segar mengalir dari bekas gigitan yang dia lakukan.