Kembali ke Jakarta membuat Adiva harus menghadapi kenyataan jika ia hanya sendiri dan tidak ada yang akan berpihak kepadanya, apalagi membelanya. Adiva kembali ke kediaman Wahyu Wibowo dan ia tahu, Papinya itu pasti akan memarahinya bahkan membela saudari tirinya. Adiva menggeret kopernya dan masuk kedalam ke kediaman Wahyu Wibowo dengan santai, ia berusaha menutupi kemarahan dan kegelisahan hatinya. Ia ingin terlihat jika saat ini, ia sudah tidak apa-apa dan berusaha telihat bahagia walau sebenarnya hatinya masih terasa sakit, akibat perlakuan orang-orang yang berada di sekitarnya yang mengatasnamakan diri mereka sebagai keluarga.