"Mami gak usah terlalu mikirin Leony ya. Yang penting Mami jaga kesehatan terus, jangan banyak pikiran juga," ucap Melani yang memberi perhatian terhadap Mira.
"Iya, Mel. Makasih ya." Mira tersenyum manis ke arah Melani sambil mengusap pelan pundak wanita itu.
Alhasil, Melani pun pamit dan ke luar dari kamar Mira. Hatinya merasa sedikit lega sekarang karena Mira sudah mulai terprovokasi dengan ucapannya.
"Walaupun Mami masih sayang sama Leony, tapi aku akan terus meracuni pikiran Mami buat ngelepasin dia dari sini!"
Melani ingin sekali melihat Leony diusir dari tempat ini. Karena menurutnya yang pantas berada di sini dan menjadi anak kesayangan Mira hanyalah dirinya saja. Rasa iri hati yang dimiliki oleh Melani sudah mendarah daging dan ia akan melakukan segala cara untuk membuat lawannya tersingkir.
"Lihat aja nanti kamu, Ony!" ucap Melani sambil berjalan dengan melenggak-lenggok.
***