Huo Yao sudah memperhatikan informasi mengenai sekolah De Sheng ini. Sekolah ini adalah sekolah swasta yang didirikan dengan penuh kemewahan, sungguh sekolah bagi orang-orang elite nan kaya raya.
Kemampuan dari para gurunya sangat professional, sekolahnya juga sangat ketat. Alhasil, tidak salah bila anak yang berhasil masuk ke sekolah tersebut terbagi menjadi dua jenis, yakni anak yang pintar dan kaya raya.
Namun dengan tingkat persaingan yang ketat, hanya satu kata yang bisa menggambarkan kesulitan tersebut. Ya, anak tersebut harus berasal dari keluarga yang kaya raya agar bisa masuk ke sekolah itu!
Jadi…..
"Jadi kalian sudah menyuap beberapa pihak sekolah tersebut?" Tanya Huo Yao dengan eksepsi wajah yang sangat serius. Ia tentu tertegun sambil berpikir keras untuk menarik kesimpulan yang menyakitkan itu.
Suami-istri ini langsung terkejut dengan ekspresi wajah Huo Yao yang sangat serius. Kedua pasangan suami-istri ini pun saling menatap dengan terkejut setelah melihat putrinya.
"Iya..."
"Bukan..."
Jawaban dengan maksud mengiyakan tadi adalah jawaban dari Song Ning, sedangkan jawaban terdengar mengelak dan terkesan ragu itu adalah jawaban Huo Jinyan.
Jawaban mereka sungguh tidak kompak, mereka pun dengan canggung saling menatap lagi seolah saling mencibir karena ketidakkompakan ini.
Namun, Huo Yao yang melihat interaksi antara kedua orang tersebut hanya bisa tersenyum.
Song Ning merasa bersalah melihat senyuman Huo Yao. Ia menendang suaminya dengan kaki seakan ingin memintanya untuk memikirkan cara agar bisa menjelaskan langkah tersebut kepada putrinya.
Memahami tanda dari istri tercintanya, Huo Jinyan terbatuk sejenak. Ia pun duduk dengan tegak. Walaupun usianya sudah diatas 50 tahun, tetapi masih terlihat sisa ketampanan dari wajahnya.
"Kalau kamu memang ingin bersekolah di sana, aku dan ibumu memang ada rencana untuk melakukannya." Jelas Huo Jinyan.
Huo Yao yang mendengar penjelasan tersebut, ekspresi wajahnya langsung berubah dari serius menjadi lebih ramah, "Baguslah kalau tidak menyuap mereka. Aku sudah memilih sekolah yang aku inginkan."
Walaupun rumah ini kelihatan tidak seperti keluarga yang sangat miskin, tetapi membuang uang untuk menyuap beberapa pihak dari sekolah tersebut sungguh sangatlah tidak perlu!
"Cepat sekali sudah memilih sekolah? Sekolah yang mana?" Tanya Song Ning.
Huo Yao sedikit menyipitkan mata dan menjawab dengan serius, "SMA Yi Zhong."
Song Ning dan Huo Jinyan yang mendengar jawaban singkat dari Huo Yao itu malah tampak bingung.
SMA Yi Zhong? Apakah mereka tidak salah dengar?
Song Ning terbatuk, ingin memastikan lagi, "Putriku, apakah barusan kamu mengatakan SMA Shi Yi Zhong?"
Huo Yao meletakan semua kertas yang diberikan Song Ning, kepalanya perlahan miring dan tersenyum, "Bukan, tetapi SMA Yi Zhong."
"Mengenai itu, apakah putriku sedang bercanda? Tolong kamu katakan lagi, kamu telah memilih sekolah yang mana?"
Walaupun Song Ning melihat putrinya tampak tidak terlalu peduli dengan pertanyaannya, tetapi Song Ning merasa telinganya sedang berhalusinasi.
Huo Yao tampak serius dan dengan pandangan yang tajam menatap kedua orang tuanya, ia pun berkata, "Tidak bercanda, hanya SMA Yi Zhong yang cocok dengan standarku."
Ekspresi wajah Song Ning seketika berubah, "Ibu juga tahu SMA Yi Zhong paling bagus, tetapi kemampuan kita tidak mencukupi." Song Ning berkata dengan ragu karena mengetahui bahwa sejak dulu Huo Yao selalu mendapatkan juara terakhir.
"SMA Yi Zhong adalah sekolah untuk orang yang sangat pintar, dengan nilaimu… Walaupun kamu bisa masuk, bukan berarti itu menjadi sesuatu yang bagus bagimu, Nak." Huo Jinyan juga terkejut mendengar permintaan dari putrinya, ekspresi wajahnya langsung berubah menjadi sangat serius.
Song Ning menganggukkan kepala setuju, "Betul sekali, perkataan ayahmu benar. Kami tidak berharap nilai sekolahmu harus bagus, hanya berharap kamu bisa bahagia saja. Kalaupun kedepannya kamu hanya kuliah di universitas biasa, kami juga tidak mempermasalahkannya."
Sejujurnya, kedua orang tua yang sederhana ini sudah tidak mengharuskan putrinya bersekolah di sekolah terbaik. Apalagi keempat putranya juga alumni dari universitas yang sangat terkenal. Dengan ijazah keempat anak lelakinya itu, mereka sudah cukup bangga menjadikannya sebagai pajangan!
Lalu, Song Ning mengambilkan beberapa data sekolah lagi dan memberikannya kepada Huo Yao, "Yaoyao, coba bandingkan lagi dengan beberapa sekolah lainnya. Kalau tidak cocok, ibu akan menghubungi sekolah De Sheng dan kita memutuskan untuk menyekolahkanmu di sana."
"Sekolah De Sheng bagus, ayah mendukungmu untuk masuk ke sana."
Huo Yao melihat mereka berdua seakan memintanya untuk mengurungkan niat bersekolah di SMA Yi Zhong secara perlahan-lahan. Dengan tidak berdaya, ia pun menekan dahi dan berkata, "Kalian tungguh aku sebentar."
Kemudian Huo Yao berdiri dan naik ke atas.