Chereads / Pernikahan Balas Dendam / Chapter 26 - Obsesi yang Terlalu Besar

Chapter 26 - Obsesi yang Terlalu Besar

Mendengar kata-kata Lan Beichen, Liu Shiya yang sedang menyendok sup itu pun hampir menjatuhkan sendok di tangannya.

"Beichen, apa kamu sudah melihat berita?"

Lan Beichen mengangguk dan menatap Liu Shiya dengan sorot mata yang dalam, "Shiya, kamu bersedia keluar dari industri hiburan untukku, aku pasti akan memberikan segalanya yang terbaik untukmu. Ketika kamu pulih, kita akan membahas tentang masalah pertunangan dan pernikahan."

Mendengarkan kata-kata itu, Liu Shiya merasa sedikit panik, "Beichen, aku… aku…"

Lan Beichen membelai pipi Liu Shiya dan berkata dengan serius, "Aku tahu jika ini terlalu terburu-buru, aku juga tahu kamu suka hal-hal yang romantis. Aku akan melamarmu dan memberi sebuah kejutan untukmu."

Liu Shiya adalah cinta pertamanya yang kemudian pergi, membuat Lan Beichen terus memikirkan dan merindukannya selama bertahun-tahun.

Obsesinya terhadap Liu Shiya begitu besar, dan pada saat wanita itu kembali, Lan Beichen secara alami ingin memilikinya dan tidak melepaskannya.

Hati Liu Shiya seketika terasa begitu berat, untuk pertama kalinya dia merasa sangat bingung.

Sebelumnya dia memiliki asisten dan tim humas untuk melakukan segala hal yang berkaitan dengannya, tetapi kali ini adalah keputusannya sendiri untuk kembali ke Kota Beiquan.

Sekarang saat menghadapi kata-kata Lan Beichen yang tiba-tiba ini, dia tidak tahu bagaimana harus menanggapinya, tetapi di dalam hatinya dia tahu dengan jelas bahwa akhirnya dia berhasil sampai di titik karirnya sekarang, namun merasa belum sepenuhnya memantapkan dirinya di dunia internasional, jadi bagaimana mungkin dia berhenti?

Dan bagaimana mungkin dirinya yang telah melihat dunia di luar itu kini hanya bisa terbatas di dalam Kota Beiquan?

"Beichen, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan berita-berita itu. Bukan itu yang kumaksud. Kamu tahu, aku bersusah payah untuk mencapai titik karirku sekarang. Aku tidak ingin berhenti dari dunia industri hiburan, kamu juga tahu jika ini adalah hal yang ingin aku lakukan."

Lan Beichen tertegun saat mendengar apa yang dikatakan Liu Shiya, matanya yang dalam itu menyiratkan kebingungan.

"Shiya, apa kamu kembali bukan demi aku? Apa kamu tidak ingin menikah denganku?"

Liu Shiya menggelengkan kepalanya dengan panik, "Bukan begitu, Beichen, jika bukan karena kamu, bagaimana mungkin aku kembali? Aku ingin menikahimu, hanya saja bisakah kamu memberiku waktu? Sekarang bukan saat yang tepat. Tunggu aku membangun pijakan di dunia internasional, ya?"

Lan Beichen berkata pelan, "Shiya, kamu tahu bahwa aku sekarang sudah berumur dua puluh delapan tahun, aku tidak ingin menunggu lagi, dan kamu juga tahu situasi keluarga Lan. Semakin cepat aku menikah akan semakin baik. Sebelumnya waktu aku berurusan dengan Feng Sujin di pernikahan, aku sengaja mengulur waktu begitu lama."

Liu Shiya memahami arti kata-kata Lan Beichen. Pria ini telah menjaga hati dan tubuhnya begitu lama untuk dirinya.

Apalagi situasi keluarga Lan juga rumit. Meskipun Lan Beichen adalah putra tertua, tapi posisinya belum tentu kuat. Jika dia menikah lebih awal dan memiliki anak, itu akan membantunya memperkuat posisinya.

Dalam keadaan seperti itu, dia dengan sengaja mengulur waktu Feng Sujin demi menunggunya. Perjuangan seperti ini benar-benar berharga.

"Beichen, aku mengerti dengan perjuanganmu, tapi aku juga tidak bisa melepaskannya. Selama bertahun-tahun kamu juga tahu bahwa aku tidak memiliki skandal sama sekali. Aku tidak ingin kamu salah paham padaku. Aku hanya ingin kamu menungguku untuk mendapatkan pencapaianku, setelah itu baru aku bisa membantumu."

Lan Beichen memandang Liu Shiya dan tidak mengatakan apa pun.

Liu Shiya melanjutkan, "Beichen, tunggulah aku sebentar lagi, ya? Tunggu sebentar lagi… atau kita bisa bertunangan lebih dulu, tapi mari kita rahasiakan tentang itu, ya?"

Memandang Lan Beichen yang tidak berbicara, Liu Shiya menjadi benar-benar cemas, tetapi dia benar-benar tidak bisa menikahi Lan Beichen, dia…

Mata Liu Shiya berkaca-kaca, air mata mulai mengalir dari matanya, dia yang menangis tanpa suara itu tampak sangat cantik.

Melihat Liu Shiya yang menangis seperti itu pun membuat Lan Beichen teringat saat pertama kali dia melihat Liu Shiya.

Lan Beichen tidak tega melihatnya menangis, dia merasa terenyuh, "Baiklah, aku akan menunggumu. Sudah, jangan menangis. Jika kamu mau tunangan, mari kita tunangan. Jika kamu tidak ingin mengumumkannya, maka tidak usah diumumkan."

Liu Shiya menangis kegirangan dan langsung memeluk Lan Beichen, "Beichen, aku tahu kamu yang terbaik bagiku."