Suasana hatinya kembali pulih ketika dia membuka lemarinya dan memilih pakaiannya yang paling indah lalu bersiap untuk kencan buta itu. Bunga secara khusus merias wajahnya, memakai lipstik favoritnya, dan mencocokkan pakaiannya yang paling indah. Meski enggan, dia tetap harus memperlihatkan wajahnya demi keluarganya.
Setelah menyelesaikan urusannya, Bunga menemukan taksi di pinggir jalan dan menuju ke restoran hotel yang telah disepakati. Meskipun cuacanya cerah, hati Bunga sangat muram, seolah-olah hujan mengguyur terus menerus. Dia masih memikirkan kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dan Arnold. Kalau itu tidak terjadi, maka takkan ada kencan buta seperti ini.
Karena urusan bisnis, Arnold mengundang rekannya untuk datang ke hotel untuk membahas kerjasama. Dilihat dari temperamen Arnold, dia tidak ingin menghabiskan waktu untuk hiburan yang membosankan tersebut, tetapi ketika memikirkan urusan bisnis, Arnold tetap datang. Urusan bisnis adalah urusan bisnis.