Chereads / BIG SECRET / Chapter 3 - Kejutan

Chapter 3 - Kejutan

Tara memasuki gedung yang digunakan untuk konser Axel dan teman-temannya. Gedung sudah dipenuhi oleh fans berat Alex dkk, kebanyakan dari mereka adalah perempuan.

Hari ini adalah pertama kalinya Tara melihat Axel di atas panggung. Selama ini Tara terlalu sibuk dengan urusannya sehingga dia tidak bisa menyempatkan waktu untuk Axel.

Tara cukup senang saat melihat papan nama bertuliskan nama Axel banyak dipegang oleh fans. Berarti Axel cukup sukses dengan usahanya selama ini.

Tara sudah mengorbankan banyak perasaan. Saat kedua orang tua Axel maksa dirinya untuk menerima lamaran dari pria itu semuanya sudah berubah.

Tara sudah mempertaruhkan semuanya untuk bisa membuat Axel bahagia, kedua orang tua pria itu juga berharap dengan bertunangan dengan Tara, Axel bisa dan mau melanjutkan bisnis keluarganya.

"Kamu tidak masalah dengan semua ini? Kamu baik-baik saja bukan?" Tanya Rina khawatir.

"Jangan khawatir, aku baik-baik saja. Menjadi sukses di dunia ini sudah menjadi impian Axel selama ini, tidak mungkin kan aku mempermasalahkan semua ini? Apalagi hanya sekedar papan nama dan juga foto Axel. Aku memiliki orangnya."

Rina tahu jika Tara sedang menutupi semua yang dia rasakan. Selama mengikuti Tara dan menjadi asisten sekaligus managernya, Rina memahami betul mimik muka Tara saat Tara memiliki banyak pikiran.

"Jika ada sesuatu, katakan saja. Aku akan dengan senang hati mendengarkan semuanya."

"Kamu memang sahabatku. Aku tahu kalau kamu tidak akan membiarkan aku sendirian di dunia ini."

Rina memeluk tubuh Tara di tengah-tengah kerumunan. Tara cukup santai karena tidak ada yang mengenalinya dan dia sangat percaya diri kalau Axel tidak akan bisa menemukannya di tengah-tengah penonton yang sangat banyak ini.

"Kenapa kamu tidak mengatakan saja kalau kamu ingin melihat konser dia? Kenapa harus sembunyi-sembunyi seperti ini?"

"Dan membiarkan Axel memperkenalkan aku kepada manager dan teman-temannya? Tidak mungkin."

"Selama ini kamu hidup bagaikan bayangan. Kamu ada tapi tidak terlihat, bukannya itu sakit?"

Tara menggeleng. Senyuman di wajah cantiknya membuat dia terlihat sangat mempesona meskipun tanpa riasan yang menghiasi wajah mulusnya.

"Sudah, jangan banyak bertanya. Axel sudah mulai keluar itu,"

Tara melihat performa Axel dan teman-temannya di atas panggung. Awalnya biasa saja tapi saat dia melihat girl band yang memasuki panggung setelah Axel dan kawan-kawannya, ada sesuatu yang terasa mencubit di bagian dada Tara secara tiba-tiba.

Gerakan - gerakan Axel dengan teman wanitanya membuat Tara tidak suka. Tatapan keduanya terlihat seperti ada sesuatu yang terpendam. Tara bisa melihat di mata perempuan itu ada cinta untuk Axel tapi Tara bingung mengartikan tatapan mata Axel untuk wanita itu.

"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Rina setelah melihat Axel hampir saja mengecup bibir wanita yang menjadi pasangan duetnya malam ini.

"Tidak apa-apa. Bukannya aku juga sering melakukan adegan ciuman saat di depan kamera film? Itu sudah hal yang biasa untukku." Jawab Tara dengan suara tenang.

Tara merasa Axel membohonginya. Sebelum konser dilakukan pasti mereka semua melakukan latihan tapi kenapa Axel tidak menceritakan semua gerakan-gerakan sensual ini kepada Tara selama ini?

Kesepakatan mereka berdua sejak awal adalah memberitahukan semua yang berpotensi memiliki kekuatan besar untuk membuat mereka berdua berpisah dan sekarang Axel sudah mulai membohonginya dengan tidak mengatakan semuanya dengan jujur.

Teriakan wanita-wanita di sekeliling Tara membuat Tara kembali ke dunianya. Entah apa yang dia lihat di depannya saat ini sehingga matanya benar-benar melotot dan seakan ingin keluar dari tempatnya.

Air matanya tiba-tiba menetes dengan sendirinya. Tara kecewa dengan sikap Axel. Pria itu yang memaksa untuk memberitahu dunia jika keduanya sedang menjalin sebuah hubungan tetapi sekarang pria itu sendiri yang berpotensi besar menghancurkan semuanya.

"Rin, ayo kita pulang!"

***

Suasana pagi di sebuah villa yang terkenal dengan pemandangan danau yang indah membuat Tara merasakan tubuhnya kembali segar.

Ya. Tara melarikan diri setelah pulang dari konser Axel. Suara riuh yang menyadarkannya dari lamunan membuat Tara melihat apa yang dilakukan Axel di atas panggung.

Axel sedang berciuman dengan wanita yang menjadi pasangan duetnya, bahkan ciuman itu tidak terlihat seperti ciuman orang yang terpaksa. Axel terlihat sangat menikmati ciuman itu.

Tara meminta Rina membawanya pergi sejauh mungkin. Tara sangsi jika dia bisa mengontrol emosinya saat ini setelah melihat apa yang terpampang jelas di depan matanya.

Tara memilih pergi menjauh dari Axel untuk sementara dan sekaligus menenangkan hati dan juga pikirannya. Hatinya terlalu kecewa dengan apa yang dilakukan Axel di atas panggung.

Tok... Tok... Tok...

Tara melihat ke pintu kamarnya dan berjalan untuk membuka pintu yang memang dia kunci. Tara tidak mau diganggu selama dia berada di villa ini untuk menenangkan diri.

"Ada apa?" Tanya Tara saat melihat wajah Rina di depan pintu.

"Kamu masih belum siap untuk kembali? Ada yang mengajukan kerja sama dengan kita, mereka menginginkan kamu menjadi brand ambasador produk mereka."

"Produk apa?"

"Produk pakaian tidur, kalau kamu keberatan aku akan menolaknya."

"Terima saja. Aku sudah baik-baik saja."

Rina tahu jika sahabatnya sekaligus artisnya ini sedang memendam rasa sakit yang luar biasa tetapi mereka tidak bisa mengabaikan kesempatan ini.

"Kamu bisa menerimanya? Benar-benar menerima kerjasama ini?"

"Iya. Aku bisa. Kita masih memiliki waktu berapa lama lagi di sini?" Tanya Tara santai.

"Dua hari dan setelah itu kita harus segera kembali."

Tara mengangguk. Dulu dia akan bertanya dulu kepada Axel, bisa atau tidaknya dia menerima job tetapi sekarang Tara mulai tidak peduli. Jika Axel bisa melakukannya, dia juga bisa.

Tara kembali menutup pintu kamarnya setelah Rina keluar dari kamarnya. Tara mengganti pakaiannya dengan menggunakan bikini warna merah menyala lalu memotret dirinya sendiri.

Tara tersenyum sebelum mengambil gambar dan berpose seseksi mungkin lalu dengan senyum lebarnya dia memposting semua fotonya memakai bikini ke dalam instagram.

Dalam hitungan detik komentar dan like di akun instagram Tara mulai ramai. Banyak yang terkejut dengan apa yang di-posting oleh Tara karena selama ini Tara sangat jarang memposting sesuatu hal yang seperti ini.

Tara cukup puas dengan apa yang selama ini dia lakukan. Setidaknya jika dia dan Axel tidak bisa bersama lagi, Tara masih bisa berdiri di atas kedua kakinya sendiri.

Tinggal di tepi danau selama hampir satu minggu membuat pikiran Tara mulai terbuka. Tara tidak ingin dibodoh-bodohi lagi dan Tara yakin jika kedua orang tuanya tidak akan pernah mempermasalahkan apa yang pernah Tara lakukan selama Tara menjadi seorang aktris.

Tara terkejut saat dia melihat ada komentar Axel dengan menggunakan akun lain tetapi Tara tahu siapa di balik akun palsu itu.

"Heh. Tenang saja, tidak perlu sepanik itu dan aku pastikan kalau aku akan kembali."