"Assalamu'alaikum", ucap Abraham kepada orang-orang yang ada di rumahnya.
Dia langsung menuju ibunya untuk salim dan disusul oleh Aliza dan Nandez.
"Wa'alaikumussalam", jawab orang-orang yang ada di rumah termasuk Aliza dan Nandez.
"Ada apa nih rame-rame? Kok tumben banget", tanya Abraham.
"Ga papa kok cuma mau bertamu aja kan kita jarang ke rumah lu", jawab Jey.
"Gua ganti baju dulu kalian makan yang banyak", sahut Abraham dengan senyum ramahnya.
Abraham langsung masuk ke kamar menuju kamarnya. Abraham gak kaget melihat teman-temannya datang justru dia malah senang. Dia tahu temannya datang karena ada beberapa mobil dari temannya yang terparkir di halaman rumah.
"Eh itu dua temennya Abraham duduk sini nak", seru tante Renata.
"Ah iya tante makasih", jawab Aliza dengan malu-malu.
"Ini yang cewek namanya siapa? Kok tante baru liat ya", tanya tante Rena.
"Saya Aliza tante dan ini namanya Nandez. Saya temannya Abraham satu kelas", jawab Aliza.
"Oh Aliza, cantik banget kamu sayang tapi kamu tomboy ya", puji tante Rena.
"Dia ini emang tomboy tante. Dia juga yang sering dijahili sama Abraham ahahaha", sindir Reno.
"Ih apaan sih lu berisik tau gak", ucap Aliza dengan tatapan sinisnya pada Reno.
Tante Rena cuma merespon dengan tertawa jahil.
Matahari sudah mulai turun menandakan bahwa mereka semua harus segera pulang.
Pada saat pertemuan itu, Abraham tidak mengetahui bahwa mereka semua bekerja sama untuk menyelidikinya. Ketika di rumah sifat Abraham berbeda, dia menjadi orang yang ramah dan hangat.