Keduanya berteriak, namun yang satu kesakitan dan yang satu keenakan.
Tetapi walau begitu, Mawar tidak menyalahkan Arjuna, karena sudah membuat dia kesakitan.
Karena sebelum dia merasa sakit, Arjuna sudah memberikan dia klimaks yang pertama tadi.
Jadi semuanya seimbang untuk mereka. Arjuna yang sudah sampai pada pelepasannya menuju surga dunia yang terindah.
Kini terkulai lemas tak berdaya di atas tubuh wanita kesayangannya. Keringat bercucuran, mereka seolah sedang bermandikan keringat tersebut.
Mereka berdua kini hanya bisa menghela napas, mengatur napas masing-masing, untuk menetralisir semua rasa lelah, dan kesakitan yang mereka rasakan.
"Terima kasih Sayang, ini sungguh sangat nikmat, aku belum pernah merasakan hal ini, dan ini adalah yang pertama kalinya untukku," bisik Arjuna sambil mengecup kening Mawar dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Kini sprei Itu sudah dikotori dengan percikkan darah, dan juga cairan cinta mirip Arjuna.