"Aneh sekali? Padahal aku pikir kalau Mas Bara sering bertengkar dengan ibu," pikir Kinasih. Dia tidak tahu apakah harus merasa senang atau justru merasa sedih?
"Bukankah aku harus merasa senang, ya? Karena hubungan ibu dan Mas Bara menjadi lebih baik? Tapi… kenapa ada yang mengganjal perasaanku?" tanya Kinasih dengan tatapan tak percaya pada gambar yang di lihatnya.
Suara ketukan terdengar dibelakang Kinasih, membuat dia menoleh dan teralihkan mengenai Bara dan Arimbi.
"Ya, ada apa?" tanya Kinasih melihat seorang pegawai wanita yang sebelumnya tadi ia temui.
"Kepala pimpinan yang bertugas sudah datang, Bu. Beliau sudah siap menunggu Bu Kinasih di ruangannya," ucap pegawai tersebut dengan hormat.
"Oh ya, baguslah. Aku tidak suka mengulur waktu, antar aku untuk menemuinya sekarang," ucap Kinasih bersikap tegas pada semua karyawannya.