Chereads / Kenangan Terindah / Chapter 55 - Chapter 55

Chapter 55 - Chapter 55

"Ini... Ini kamarnya?" Su Xiaoyun memandangi lukisan yang berbeda dari lukisan-lukisan yang ada di kamar lain. Dia terkejut dan hampir tidak bisa berkata apa-apa.

Bibi Chen ingin menjelaskan, namun dia hanya bisa diam. Tidak mengatakan apa pun.

Su Xiaoyun melangkah ke dalam ruangan dan tidak sengaja menginjak lantai yang berdecit. Suaranya terdengar tajam. Berbeda dari lantai kayu yang berada di luar.

Bibi Chen menyalakan lampu yang berada di atas kepalanya.

Lampu neon di kamar itu sangat sederhana, berbeda dari lampu- lampu mewah yang ada di seluruh rumah.

Su Xiaoyun bisa lebih jelas melihat dekorasi seluruh ruangan itu setelah lampu neon menyala.

Seperti perkiraannya, ruangan ini adalah sebuah bangsal.

Terdapat tempat tidur rumah sakit yang kecil di tengah ruangan. Tempat tidur itu ditutupi dengan seprai berwarna merah muda yang bersih dan rapi, namun warnanya sedikit memudar karena sering dicuci.

Sangat jelas terlihat, bahwa dinding di samping tempat tidur itu sudah berumur beberapa tahun. Dinding itu tidak dihiasi dengan lukisan yang terkenal, tetapi dihiasi dengan lonceng, tabung oksigen, dan colokan listrik seperti di dalam kamar rumah sakit ...

Di bagian bawah tempat tidur terdapat banyak gambar aneh yang dipotong dengan pisau.

Su Xiaoyun menatap dengan tatapan yang kosong pada potongan gambar itu.

Semua gambar terlihat sangat abstrak, tetapi mereka tampaknya memiliki beberapa aturan dalam hal gaya, sama seperti dengan simbol yang berada di pintu.

Ketika Su Xioyun melihat simbol di pintu itu, anehnya dia merasa tidak asing. 

Ketika dia melihat goresan di dinding itu. Dia merasa bahwa gambar-gambar itu seperti hidup dan berputar di depan matanya, seperti potongan cerita yang ingin mencoba mengatakan sesuatu padanya.

"Su Xiaoyun, nyonya muda," kata Bibi Chen kepada Su Xiaoyun, sambil melihat pemandangan di ruangan itu sambil menghela napas, "Kau lihat, 'kan, ini adalah bangsal. Tidak cocok untuk kau tempati. Coba Lihat..."

Su Xiaoyun tidak menunggu Bibi Chen selesai berbicara. Dia langsung mendekati tempat tidur rumah sakit itu.

Dia membungkuk dan telapak tangannya menyentuh seprai berwarna merah muda itu.

Seketika, wajah bibi Chen berubah.

"Nyonya muda, kamu tidak boleh melakukan itu!" Bibi Chen melangkah maju dua langkah dan meraih tangan Su Xiaoyun dengan merendahkan suaranya. "Perabot di sini disimpan oleh tuan Rong Linyi, bahkan tuan Rong Linyi sendiri yang membersihkan itu semua. Tidak ada orang yang boleh menyentuh apa pun di sini."

Su Xiaoyun tidak menyangka bahwa hal-hal yang ada di sini sangatlah penting.

Dia ingin bertanya mengapa, namun ketika bibirnya mengatakan itu, tiba-tiba berubah menjadi kalimat lain, "Jika aku ingin tinggal di sini, akankah suamiku keberatan?"

Bibi Chen tersenyum pahit, "Nyonya muda, kamar ini tidak cocok untuk kau tempati. Lihat saja, semua yang ada di sini sudah sangat tua, bahkan dinding di sampingmu telah retak.

Sebelum bibi Chen menyelesaikan kata-katanya, suara dingin Rong Linyi telah terdengar di seluruh ruangan.

"Bibi Chen, bagaimana kamu bisa mendapatkan kunci ruangan ini?"

Tangan Bibi Chen gemetar, hingga kunci-kunci yang berada di tangannya jatuh ke lantai.

Su Xiaoyun dengan cepat mengambil kunci itu. Dia melihat wajah pucat bibi Chen dan wajah suram Rong Linyi.

"Suamiku, jangan salahkan Bibi Chen." Dia menjelaskan dengan tergesa-gesa, "Aku ingin..."

"Keluar." suara Rong Linyi terdengar dingin dan tenang, seperti magma yang tenang dan mencekam.

Dia seperti binatang buas yang wilayahnya sedang diusik. Seperti seekor raptor yang menjaga harta karunnya dan terbangun karena diusik oleh penyusup. Begitu marahnya dia sampai-sampai ingin menerkamnya.