"Jadi kamu ingin menyalahkan orang yang kamu serang, bukan karena kamu berpihak yang salah. Huh?" Suara dingin itu membuat ketiga penyihir di kamar terkejut.
Penyihir sudah membenci vampir tetapi lebih dari itu mereka membenci Rafael, karena dia telah membunuh banyak dari mereka seolah dia menginjak semut. Kebanggaannya, senyum sinisnya, keberadaannya saja sudah cukup untuk menciptakan kegemparan di kalangan penyihir.
"Kamu mencoba membunuhnya. Bukankah begitu? Tapi jika dia menyerang dan membunuhmu sebagai gantinya maka dia kejam dan keras.
Tapi jika kamu telah berhasil membunuhnya maka itu akan dianggap keadilan atau ketidakmampuannya untuk menyelamatkan diri sendiri. Huh?" dia melanjutkan sambil yang lainnya menatapnya dengan bingung.