Orang di atas panggung tinggi itu berada di usia tiga puluhan atau empat puluhan, tinggi dan berbadan tegap, dengan hidung yang mencolok dan bibir yang berjambang, namun yang paling mencolok adalah janggutnya yang lebat. Rambut dan janggutnya tebal, dan ia mengenakan jaket kulit ketat yang menonjolkan otot-ototnya yang membuncit, memberikan aura yang menakutkan.
Fitur yang lain dan cukup khas adalah kulitnya yang kasar, gelap, dan mata yang sempit, sering terlihat kuning pucat yang membuatnya sulit untuk dilihat lama-lama.
Meski penampilannya tangguh, dia memiliki rambut dan jari yang lebih halus dibandingkan orang pada umumnya.
Dia tengah memegang sebuah botol minuman keras, mengucapkan beberapa kata pada kerumunan di bawah, lalu berdiri dan meneguknya dalam sekali teguk, cairan yang tumpah perlahan-lahan membentuk noda di wilayah sekitarnya saat kerumunan bersorak-sorai.
Tak perlu dikatakan lagi bahwa pria ini adalah juru bicara Aliansi Jiwa yang Terbelah!