Ronan memiringkan kepalanya menatap kelinci itu dengan curiga.
"Kau siapa?" tanyanya bingung.
Ronan mengenali kalung kain yang sengaja ia berikan kepada kelinci itu sebagai tanda kepemilikan Arielle. Tetapi Ronan tak mengenali Riel yang sekarang. Dulu, Riel kecil berukuran lebih kecil dari telapak tangannya. Namun sekarang Ronan harus memegangnya dengan kedua tangan agar benda berbulu putih itu tidak terjatuh.
Ronan meletakkan Riel di atas mejanya. Kedua tangannya terlipat mencoba mengintimidasi hewan kecil itu.
"Hm?" Ronan menatap Riel lekat-lekat, ia memiringkan kepalanya dan hewan kecil itu ikut memiringkan kepalanya ke arah yang bersamaan.
Mereka memiliki warna mata yang sama tetapi mata Ronan jauh lebih tajam sedangkan mata Riel mengingatkan Ronan akan mata berbinar Arielle yang sering membuat jantungnya bergetar.