"Pak Marvin!" kesal Ningsih, dia lantas memandang Marvin dengan mimik wajah suramnya. Kenapa dari semua lelaki Marvin harus membahas Sucipto, padahal jelas yang disukai Ningsih bukanlah Sucipto. Melainkan orang lain. "Pagi ini, sepertinya Pak Marvin harus sarapan sendirian."
Jelas saja penjelasan dari Ningsih agaknya cukup membuat Marvin yang baru saja datang harus mengerutkan keningnya dengan sempurna, sebuah hal yang cukup mengagetkan, dan Marvin sendiri sama sekali tidak menyangka jika dirinya akan mendapatkan ucapan seperti itu dari Ningsih bahkan saat dirinya baru duduk di meja makan. Marvin lantas menebarkan pandangannya dengan sempurna, dia sama sekali tidak tahu bagaimana dan seperti apa. Ini adalah hal yang cukup membuat Marvin mulai mencari tahu, di mana gerangan Fabian dan Keyra, bagaimana bisa dirinya harus makan sendirian? Jujur, Marvin semakin bingung dengan semua hal yang dikatakan oleh Ningsih sekarang ini.