Samar-samar mata Seok Jin terbuka oleh kesadaran yang baru saja merasuki tubuhnya. Cicit-cicit burung yang bersarang di atap rumah itu menjadi suara merdu yang selalu disukainya. Matanya menangkap cahaya menyinari punggung telanjang seorang pria yang berusaha membalut luka di bahu.
Lekuk tegas dahi hingga hidung yang mancung diterpa oleh cahaya. Rambut gondrong setengah basah menjadi terlihat hipster. Bulu mata yang lebar dan pendek memperkuat garis kelopak mata. Punggung yang penuh bekas luka menjadi pendangan yang tak setara wajah tegas itu.
''Em ... siapa pagi-pagi begini duduk tanpa baju ...'' Seok Jin terdiam dengan mata yang masih perih.
Tampak pria itu sedang kesulitan. Menyadari apa yang dilihatnya Seok Jin terperanjat dan berteraik heboh. ''Jerry!''