Sore harinya suasana kota semakin sepi, banyak orang memilih menepikan kendaraan dan berlindung dibawah atap. Dicafe tempat Aleya berkunjung, Ia masih sibuk melamun sambil memakan sisa makanannya. Hujan semakin lebat disertai angin kencang, badai dan petir juga ikut menyertai amukan langit gelap.
Rasa dingin yang menelusuk masuk kedalam baju Aleya semakin tidak bisa ditahan, Ia butuh sesuatu untuk menghangatkan tubuhnya. Tetap sama seperti awal hijan menerjang, disini hanya Ia yang terlihat begitu lemah dengan angin hujan. Begitupun tidak ada yang perduli dengan keadaannya, bahkan Rohayah sendiri sebenarnya tidak tahu kalau wanita disampingnya tengah kedinginan hebat.
"Cuaca kok bisa kayak gini si, uhh.. dingin sekali," ucap Aleya dalam hati.