"Kamu boleh gak percaya sama Kakak. Tapi Kakak akan pergi, Sayang. Kakak gak mau kamu atau Kakak menyesal karena kita masih saling marah dan gak menyelesaikan masalah kita!" ungkap Ares lagi masih dengan sikap lembut dan sabar yang sama. Putri masih mengambek dan memajukan bibir mungilnya. Ares jadi makin tersenyum dan hatinya yang rindu perlahan terobati.
"Putri sulit percaya sama Kakak lagi ..." balas Putri mengaku. Ares mengangguk.
"Gak pa-pa. Hal yang pertama kamu harus lakukan adalah mendengar yang sebenarnya. Setelah itu kamu bisa berpikir dan kembali pada Kakak!" Putri mendengus sekilas dan itu disadari oleh Ares. Ares sampai mendelik tak percaya pada Putri.
"Kamu ..."