Chereads / Cinta Serumit Rumus (Four love)... / Chapter 45 - Chapter 45

Chapter 45 - Chapter 45

๐Ÿ‘€๐Ÿ‘€๐Ÿ‘€

Flashback on!!!

Melisa berjalan beriringan dengan Julian menuju teras rumah.

Setiba diteras rumah,julian berbalik dan memeluk kk nya itu sejenak.

"Julian pamit ya kk,kapan kapan julian main kesini lagi!"seru julian.

Melisa hanya mengangguk dan mengelus puncak kepala adik semata wayang nya itu.

"Kamu jangan bandel ya dirumah ayah, jangan pernah berantem sama ayah!"tegas melisa.

Julian hanya tersenyum mendengar nasehat kk nya itu .

"Oh ya lian,kamu udah gak ikut geng motor itu lagi kan?"tanya Melisa mengintimidasi.

Melisa memang mengetahui bahwa adiknya itu sangat nakal dan sering ikut balapan liar dan bergabung dengan anak geng motor sejak ia masuk sekolah menengah atas .

Tapi sejak orang tua nya berpisah,melisa tidak lagi bisa memantau perbuatan adiknya itu.

"Enggak kok kk,kk tenang aja!"yakin julian dengan senyum manisnya.

"Rajin belajar disekolah, jangan sering bolos lagi,kk mau kamu kayak waktu SMP dulu,jadi anak baik dan penurut!"seru melisa.

"Gimana aku mau jadi seperti Dulu kk,kalau keadaan memaksa aku untuk menjadi seperti sekarang,keluguan ku hilang saat keluarga kecil kita hancur kk!!" Batin Julian.

Julian tersenyum manis kearah melisa sambil mengangguk.

"Kk tenang aja,oh ya..kalau kk ada masalah cerita ke lian ya kk,lian bakalan bantuin kk!"seru julian.

"Iya iya..nnti kk cerita...lagian kk udah besar bisa ngurus Masalah kk sendiri!"tekan melisa.

"Dan lian juga cukup besar untuk menyelesaikan semua masalah kk!!"batin Julian.

Julian menghela napas berat dan menatap wajah kk nya sekilas.

"Yaudah lian pamit pulang ya kk,jagain ibu kk!"pinta julian.

Melisa hanya mengangguk dan tersenyum kearah julian.

Julian pun berjalan meninggalkan pelataran rumah lamanya itu dengan hati tidak rela,kalau bisa..ia ingin tinggal berlama lama disana dan tidak ingin kembali kerumah terkutuk nya itu.

***

Setelah tiba diperkomplekan deretan rumah kaya, Julian turun dari angkot dan berjalan menyusuri perkomplekan itu.

Setelah tiba disalah satu rumah elite disana,julian segera membuka gerbang dan masuk kedalam rumah.

Baru melangkahkan kakinya memasuki pelataran rumah,julian sudah ditatap tajam oleh ayahnya yang saat itu sedang berdiri didepan pintu dengan wajah datar.

"Dari mana saja kamu!!"suara bariton ayah mengintimidasi.

Julian hanya acuh dan berjalan mendahuli ayahnya,tapi sebelum itu terjadi, ayah sudah lebih dulu menarik tangan julian dan menghempasnya kasar.

"Jawab ayah lian!!"teriak ayah.

Julian menatap malas ayahnya,ia selalu muak ditanya tanya dan hanya berujung pertengkaran saja tanpa mendengar kan penjelasan nya.

"Kamu pasti kerumah ibumu kan!!"pekik ayah.

"Kalau ayah tau jawabannya, untuk apa ayah bertanya lagi!"bantah Julian.

Ayah merasa emosi dengan jawaban yang dilontarkan julian.

Dengan segera satu tamparan keras mendarat dipipi mulusnya .

Plakk!!

Julian memegangi pipinya yang sedikit memerah akibat tamparan keras ayahnya.

"Sudah cukup ayah bertanya nya,boleh lian masuk?"tanya julian mencoba tenang seperti tidak terjadi apa apa.

"Berani kamu ya melawan!!!,sudah merasa besar kamu hah!!!,apa ini yang diajarkan sama ibu dan kk kamu itu hah!!!!"teriak ayah.

"Jangan pernah bawa bawa didikan ibu dan kk ,yah!..tapi pertanyakan didikan ayah sendiri untuk lian!,apa pernah ayah memperhatikan lian selain bertanya dan memukul!!!"pekik julian yang sudah emosi.

Ayah hanya diam dengan perkataan Julian barusan,melihat ayahnya tidak bergeming julian segera masuk kedalam rumah itu sambil berselisihan dengan ibu tirinya.

Mery melirik sebentar kearah julian lalu menatap kearah suaminya yang masih mematung diambang pintu.

***

Julian memasuki kamarnya dengan tergesa gesa, setiba nya didalam ia melempar asal tas sekolahnya dan duduk disisi kasurnya sambil memijat pelipisnya yang berdenyut karena menahan emosi.

Ia mulai mengatur napasnya dan segera meraih ponselnya,dan mencari kontak seseorang disana.

Saat menemukan kontak yang ia cari,julian segera menghubungkannnya.

"Halo...bro gue mau loe cari tau siapaย  cewek yang nama dan kronologi nya udah gue kirim tadi,pokoknya loe harus cari tau siapa mereka..dan urus mereka segera!!"titah julian.

"Siap bro,aman!!!"sahut temannya dari sebrang telepon.

Julian memutuskan sambungan telepon dan mencampakkan nya asal keatas tempat tidur.

"Alasan lian hidup cuma satu,yaitu memastikan kk Lisa bahagia!!, selebihnya terserah...mau lian mati menahan luka dari ayah dirumah ini,lian gak perduli..asalkan kk bahagia !!"julian mengusap wajahnya gusar.

Dalam hidup julian yang sekarang hanya ada satu tujuan yaitu memastikan kk nya bahagia.

Bagi julian harapan bahagianya telah hancur saat kedua orang tuanya berpisah dan mengharuskan dia tinggal dengan ayah dan ibu tirinya.

Jika didepan melisa ,julian adalah bocah SMA yang naif yang hanya ikut ikutan nakal dengan temannya .

Tapi diluar, julian adalah anggota geng motor yang sering berperang dengan anggota geng motor lain,dia juga sering ikutan balapan liar.

Tentunya semua hal itu hanya dia yang tau.

Komennya dong guyss...๐Ÿฅด๐Ÿ™„๐Ÿ‘Š๐Ÿ™‚

๐Ÿ‘€๐Ÿ‘€๐Ÿ‘€