"Ini adalah vena kucing dalam legenda kuno, Bang Siji, Babang Yuji!" Tuan Yudha menjelaskan sambil melihat ke arah dua anaknya yang kini duduk tenang itu.
"Leluhur keluarga Pradhika pernah melakukan penjelajahan untuk mengejar panjang umur. Garis ini jika disatukan maka menjadi seekor kucing." Tuan Yudha berucap sambil menyentuh sebuah piring tembikar yang terdapat beberapa garis mirip pembulu Vena.
"Sumpah, Abang sama sekali tidak paham apa yang papa katakan saat ini. Tentang garis seperti Vena, peta yang disatukan membentuk kucing, leluhur Pradhika, mencari ramuan panjang umur. Apa-apaan itu semua, Papa? Memang di era modern seperti ini masih ada hal semacam itu, huh?" Siji menyela.
SijiĀ tidak menyangka saja jika semua hal-hal aneh tadi diucapkan oleh papanya yang terkenal akan cara berpikir rasionalnya.