"Bagus, anak pintar." Ai Zhiyi tak dapat menahan untuk tidak membelai pipi Chu Baiyu dengan lembut dan merasa sangat menyayanginya.
Meskipun Chu Baiyu bukan anak kandungnya, Ai Zhiyi tidak pernah berpikir bahwa kedekatan mereka akan menjadi canggung. Namun sebaliknya, ia menyayangi Chu Baiyu sebagaimana ia menyayangi ayah dari anak itu, Chu Weixu.
Ya, Chu Baiyu bukanlah anaknya melainkan anak kekasihnya.
Mengenang hari itu, Ai Zhiyi bahkan dapat dengan jelas mengingat kata-kata, ekspresi, dan penampilan seorang wanita yang datang ke pintunya dengan mata bengkak. Ai Zhiyi juga masih dapat merasakan betapa hancur hatinya ketika seorang wanita datang menghampirinya dengan menggendong seorang bayi yang tak lain adalah bayi kekasihnya.
Ai Zhiyi merasa sangat depresi!