Chereads / Pernikahan Balas Dendam / Chapter 37 - Berdarah Dingin!

Chapter 37 - Berdarah Dingin!

Setelah rapat selesai, Jun Mohan melihat beberapa data dari bawahannya dan berencana memilih asisten yang cocok untuk Feng Sujin.

Dengan adanya asisten di sisi Feng Sujin, dia bisa merasa lebih tenang apabila dia nanti sibuk dengan hal-hal lain atau melakukan perjalanan bisnis di masa depan.

...

Rumah keluarga Feng.

Feng Yishu dipapah saat dibawa kembali ke rumah keluarga Feng, dan dia menunggu selama dua jam agar wajah bengkaknya sedikit membaik.

Setelah bengkak di wajahnya agak membaik, dia baru bisa berbicara sambil menangis dan mengumpat.

"Bu, ini semua adalah ulah si pelacur kecil Feng Sujin itu. Dia memukuli wajahku sampai seperti ini dan bahkan hampir membunuhku, uhuk… uhuk…"

"Bu, kamu tidak tahu betapa sombongnya pelacur kecil itu sekarang. Dulu dia kelihatan seperti domba yang tidak berdaya, tapi sekarang dia berani melawan dan bahkan berani memperlakukanku seperti ini…"

"Benar-benar membuatku kesal! Aku akan membunuh perempuan jalang itu, aku adalah keluarganya yang lebih tua, kenapa dia tidak menghormatiku sama sekali? Apa-apaan kelakuannya itu…"

"Bu, jalang itu juga mengancam dan meremehkanmu, dia mengatakan pada kita untuk menunggunya datang ke keluarga Feng dan membalas semua yang pernah kita lakukan padanya… dan lagi dia menghinamu penyihir tua…"

....

Feng Yishu mengadu kepada ibunya yang juga dikenal sebagai nyonya besar. Saat dia ingin melampiaskan amarahnya, Nyonya Besar Feng malah menampar wajahnya, "Dasar tidak berguna! Bahkan seorang gadis kecil saja kamu tidak bisa menanganinya!"

"Bu, aku tidak percaya kamu bisa menerimanya begitu saja. Dia ingin balas dendam dengan keluarga Feng. Jangan lupa bagaimana kita dulu memperlakukannya, sekarang ayahnya dan si idiot itu sudah tidak ada. Kita tidak punya apa-apa lagi untuk mengancamnya."

Nyonya Besar Feng menyipitkan matanya dan menatap Feng Yishu, "Apakah yang kamu katakan itu benar?"

Feng Yishu segera berkata, "Bu, aku adalah putrimu, apakah aku bisa berbohong kepadamu? Dia bilang dia punya banyak bukti yang terkait dengan keluarga Feng di tangannya!"

Tatapan membunuh melintas di mata Nyonya Besar Feng yang berkerut, dia meletakkan cangkir teh di atas meja dengan tangan yang sedikit gemetar.

Hati Feng Yishu juga bergetar beberapa kali, dia tahu bahwa ibunya sedang marah besar.

Dia sangat bangga pada dirinya sendiri, mungkin kali ini ibunya memutuskan untuk menggunakan kekuatan keluarga Feng untuk menangani wanita jalang itu.

Nyonya Besar Feng kemudian berkata dengan dingin, "Gadis kecil itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Bidak catur yang tidak berguna, maka dia harus menjadi seperti ayahnya."

"Bu, apa… apa maksudmu? Kalau kita melakukannya bukankah itu akan menimbulkan kecurigaan?"

Nyonya Besar Feng melirik Feng Yishu, "Tumben kamu pintar? Kita tidak perlu menggunakan metode yang sama, biarkan saja gadis kecil itu menghilang. Di dunia ini jika ada seseorang yang menghilang, siapa yang akan tahu? Siapa juga yang akan bersedih untuk dirinya?"

Wajah Feng Yishu langsung memucat setelah mendengar ibunya berkata dengan begitu jelas.

Itu artinya membunuh, kan?

Nyonya Besar Feng memandang ekspresi Feng Yishu, "Dasar kamu tidak berguna. Aku akan mencari seseorang untuk melakukan ini. Anggap saja kamu tidak pernah mendengarnya."

"Ya, ya! Bu, kamu tahu kalau aku selalu punya otak yang buruk, aku mudah lupa setelah beberapa saat."

Feng Yishu juga merasa takut di dalam hatinya, meskipun orang ini adalah ibunya, tapi dia akan melakukan apa pun untuk mencapai tujuannya.

Kalau tidak, saat itu dia juga tidak akan memanjat naik ke ranjang almarhum kakek besar keluarga Feng, dan tidak akan menjadi orang ketiga untuk menaikkan statusnya.

Memikirkan hal-hal yang dilakukan ibunya, Feng Yishu merasa bahwa itu semua berada di luar jangkauannya. Dia memiliki kesadaran bahwa dirinya tidak bisa dibandingkan dengan ibunya yang seperti penyihir tua licik.

Dia bahkan merasa apa yang dikatakan oleh Feng Sujin itu benar, ibunya memang benar-benar seorang penyihir tua licik.

Tapi tentu saja dia tidak akan mengatakannya di depan ibunya. Meskipun dia tidak mewarisi kemampuan ibunya, tetapi dia tetap mewarisi darah dinginnya.