Chereads / Pernikahan Balas Dendam / Chapter 21 - Menyerang

Chapter 21 - Menyerang

Feng Sujin yang menyaksikan adegan itu pun merasakan kemarahan yang melonjak keluar dari hatinya, matanya menjadi sangat merah dan bibirnya sedikit bergetar.

Dia berlari dengan cepat menuju ke tempat ayahnya, "Apa yang kalian lakukan? Bagaimana kalian bisa seperti ini?"

"Kami hanya melakukan perintah. Keluarga Feng mengatakan bahwa dia tidak peduli apakah orang ini hidup atau mati. Rumah sakit kami juga memiliki peraturan. Karena keluarga pasien sendiri tidak mau mengurusnya, apakah rumah sakit kami harus mengurusnya?"

Ketika Feng Sujin mendengarkan ucapan orang ini, dia teringat dengan ucapan nyonya besar keluarga Feng, hal itu membuatnya emosi hingga ingin memukul orang tersebut.

Dia menekan amarah di dalam hatinya dan berkata dengan nada setenang mungkin, "Aku adalah anggota keluarga dari orang ini, aku adalah putrinya. Untuk sekarang tidak usah membicarakan tentang keluarga Feng. Aku akan membayar biayanya bulan depan, selain itu bulan ini masih ada dua hari sebelum berakhir, kalian tidak bisa melakukan hal seperti ini."

Perawat yang membawa tandu tersebut memandang Feng Sujin dari atas ke bawah, lalu tertawa dingin, "Memangnya kamu mampu membayar biaya rumah sakit bulan depan?"

Orang lainnya yang membawa tandu juga tertawa dan berkata, "Aku tahu, bukankah kamu wanita dari keluarga Feng yang dibuang oleh keluarga Lan dan pergi ke bar untuk menari? Kamu tidak mungkin berpikir hanya dengan menari dan menemani pria di malam hari, bisa membayar biaya rumah sakit, huh!"

Feng Sujin yang mendengar kata-kata itu pun merasa seperti ditampar beberapa kali, dia merasakan sensasi terbakar di wajahnya.

Kedua tangannya menggantung lemas di sisi tubuhnya, dia lalu mengepalkan tangannya seolah mencoba menahan emosi.

"Menyingkir, jangan menghalangi jalan."

Kedua pria itu membawa tandu dan sama sekali tidak memandang Feng Sujin, nada bicara mereka bahkan sangat arogan.

Feng Sujin memandang ayahnya yang pucat dan tidak sadarkan diri di atas tandu, segala macam emosi memenuhi hatinya.

Mereka berdua memandang Feng Sujin yang menolak untuk menyingkir. Kedua pria itu pun saling memandang lalu meletakkan tandu itu, "Karena kamu mengatakan jika kamu adalah putrinya, maka kami serahkan kepadamu, bawa ayahmu pulang sendiri!"

Kedua pria itu meletakkan tandu ke tanah dan berjalan pergi.

Feng Sujin akhirnya tidak tahan dan berteriak, "Berhenti!"

Kedua perawat laki-laki itu menoleh dan memandang Feng Sujin dengan jijik, "Jika kamu tidak punya uang, jangan berlama-lama di sini, buang-buang waktu kami saja."

Feng Sujin mengambil langkah cepat ke depan dan memukul wajah perawat pria yang baru saja berbicara dengan begitu kasar.

BUKKK!

Pria itu langsung terjatuh ke lantai karena pukulan Feng Sujin, hidungnya terasa perih, darah segar pun mengalir dari dalam hidungnya.

Perawat lainnya bereaksi dan mulai menyerang Feng Sujin.

"Nyalimu besar sekali, hah! Berani-beraninya melakukan sesuatu di rumah sakit kami!"

"Aku tidak hanya harus main tangan, tetapi harus menghajar kalian sampai tidak ada yang mengenali kalian."

Feng Sujin dulunya pernah berlatih bela diri, tetapi kemudian setelah bergabung dengan keluarga Feng, demi reputasi keluarga dia harus menjadi seorang wanita yang lemah lembut dan tidak pernah melakukan bela diri lagi.

Pada saat ini dia tidak bisa lagi mengendalikan amarah di hatinya dan akhirnya benar-benar berkelahi dengan orang ini.

Pada akhirnya, Feng Sujin menggunakan suatu gerakan tendangan mendatar, menyabet kaki dari atas ke bawah dan menjatuhkan pria itu ke lantai.

Feng Sujin menepuk-nepuk telapak tangannya lalu mengepalkan tinjunya, "Minta maaf padaku!"

"Mimpi! Seseorang, tolong, apa ada seseorang? Ada yang membuat masalah di sini, ada yang membuat masalah…"

Setelah pria itu berteriak, lebih dari sepuluh preman dengan batang besi di tangannya berlari keluar, mereka seakan sudah siap menghajar Feng Sujin.

Melihat sosok belasan preman ini, wajah Feng Sujin menjadi pucat, seluruh tubuhnya bergidik.

Rumah sakit ini dikelola secara pribadi, dan juga dipilih oleh nyonya besar keluarga Feng. Untuk mencegah orang membuat onar, tentu saja mereka mempekerjakan preman yang siap bertarung. Pada saat ini, Feng Sujin tidak bisa mundur walau dia ingin mundur. Bahkan jika dia berusaha keras, dia harus berkelahi sampai berdarah.

Dia ingin memberitahu semua orang bahwa Feng Sujin bukan orang yang bisa digertak dan ditindas seenaknya.

Tapi ketika melihat ayahnya yang terbaring di atas tandu, dia tidak bisa membawanya ke mana-mana untuk saat ini, jadi dia hanya bisa membiarkan rumah sakit ini terus merawat ayahnya.

…..