Di kediaman keluarga Edward.
"Ayah sedang bercanda kan? Aku akan bersiap membeli gaun yang baru jadi jangan menakut-nakutiku." Senyum penuh keterpaksaan terukir di bibir melengkung milik Clara. Bibir itu dipoles lipstick warna glamour dengan ketahanan yang tidak bisa diprediksikan.
Pada ruangan kerja Tuan Edward yang didominasi oleh warna putih dengan beberapa sentuhan warna yang lembut dan menyegarkan di beberapa sudut itu Clara lebih nampak seperti seorang tokoh antagonis yang ingin memporak-porandakan kediaman itu.
Clara tertawa hambar seperti seseorang yang sedang kehilangan sebuah harta paling berharga tapi dia dipaksa untuk terlihat bahagia. "Ayah pasti marah karena aku berulah di butik tadi kan? Hah…..hahahaha!"
Ruangan yang selalu dingin dan sejuk kini serasa panas dan pengap bagi Clara. Bahkan tangannya menyapukan udara beberapa kali agar ada sedikit angin yang menerpa wajahnya yang sudah mendidih.