Nathan kembali pada sifatnya sebagai kekasih Devan, penuh perhatian dan juga candunya akan sentuhan.
Saat letih membawa serta ganti untuk lekas membaik, baringannya yang nyaman dengan tidur yang sangat lelap.
Pria mungil itu membuka mata, dan lekas mendapatkan sambutan senyum yang sangat lebar dari sang kekasih. kecupan basah pun di arahkan pada setiap titik wajah. Pemukaan bibir yang kering mendapat jatah lebih lama.
"Selamat pagi, sayang..."
"Pagi."
Salam ceria Nathan mendapatkan balasan singkat dari Devan, suara parau yang lebih terdengar kurang jelas, pria mungil itu mengucapkannya dengan sangat lirih.
Nathan pergi setelah itu, bangkit dari ranjang dan melenggang penuh percaya diri walau tubuhnya telanjang bulat. Pria jangkun itu menghilang di balik pintu kamar mandi.
Devan yang terus mengikuti pergerakan sang kekasih, lantas membalik pandang dan menutup kelopak matanya kembali.