Chereads / ABDUL / Chapter 20 - HATI YANG DIBAWAH PERGI

Chapter 20 - HATI YANG DIBAWAH PERGI

Selain Abdul sendiri sang putri terlihat tersenyum melihat dan meraba-raba seakan pemberian dari Abdul adalah pemberian yang istimewa. berkata putri jasmin, "mengapa hatiku seperti berdebar-debar sesekali melihat cincin ini? Mengapa pula seakan-akan aku tidak ingin dia pergi?."

Dimalam hari ketika suasana telah sepih tiada satupun orang yang terjaga dalam tidur di atas kasur yang lembut dan nyaman di alam mimpi mereka di pertemukan seakan mimpi menjadi satu dalam ikatan yang tak terduga. Bersamaan mereka terbangun dari mimpi mereka, "mengapa aku bermimpi dia? Seakan-akan dia benar-benar ada di sampingku." Ucap sang putri. "Mengapa aku merindukannya?."

Di pagi hari Abdul keluar untuk pergi dari kerajaan. namun kepergiannya di hadang oleh sang putri, "tunggu, mengapa kamu pergi, masalah yang terjadi belumlah selesai?."

"saya sudah menemukan jawabannya putri, maaf saya tidak ingin lebih lama lagi, sebab itu akan semakin memberatkan langkah saya."

"Tetapi aku..."

Ucapnya berbisik kepada sang putri, "jagalah hati anda putri."

Abdul memberikan gulungan surat kepada putri Jasmin, dan meminta agar surat itu di buka ketika ia telah pergi. Hati sang putri seakan kehilangan belahan jiwanya setelah menanti sekian lama saat menemukan tambatan hati kini harus pergi darinya. Setelah Abdul melangkah jauh sang putri membuka gulungan Surat tersebut yang berisikan kalimat yang membuatnya tersenyum ketika membaca setiap ukiran dari tulisan tersebut.

Tiada hati yang dapat memalingkan hati yang telah di takdirkan untuk menjadi satu, tiada pula mata yang dapat melihat selain wajah seorang yang telah di dambakan, tidak akan ada yang awal menjadi akhir namun hanyalah abadinya hati hingga akhir kehidupan yang sejati dalam dambaan setiap perasaan yang ingin memiliki.

Pertemuan singkat menjadikan sejarah pribadi yang abadi di dalam hati. Jika mimpi Menjadi pertanda akan seorang yang akan hadir dalam kesepian hati, maka biarkanlah mimpi itu terus terjadi hingga itu semua menjadi nyata.

Jika langkah kaki akan kembali ketempat semula, jika hanya satu tempat yang di tunjukan hati untuk kembali, maka jagalah hati untuk menunggu hati yang sama dalam satu impian hingga kelak benar terjadinya nanti.

Putri Jasmin tersenyum bahagia seakan surat itu adalah janji dari Abdul bahwa kelak dia akan kembali. Melihat putri Jasmin berdiri melihat kepergian Abdul, sang ayah menghampirinya. Berkata sang raja, "nak dia pergi meninggalkanmu maafkanlah ayah membiarkannya perginya." Walau kepergian abdul darinya namun tetap membuat putri Jasmin terlihat tenang tanpa rasa cemas setelah membaca isi surat tersebut,

"biarkanlah ayah aku yakin kelak dia akan kembali lagi."

"apa yang membuatmu tidak mau bersama raja Mesir nak?."

" karna aku tidak memiliki perasaan kepadanya ayah."

"namun mengapa kau menyukai si musafir itu?."

"Karna dialah yang membuatku merasa tenang dan tenteram ayah."

"apakah kau tidak ingin memikirkannya lagi? Hidupmu akan semakin bahagia di limpahkan harta dan tahta."

Sambil menggenggam erat kertas abdul, putri Jasmin berucap tegas kepada sang ayah, "Jika hanya harta ayah itu tidak akan membuatku bahagia, namun bersama orang yang bisa membuatku tenang dan tenteram itulah kebahagiaan yang ku inginkan, walau nantinya hidup ku ini jauh dari kemegahan."

Sang raja membalik wajah dan badan dengan perasaan marah, "seterah apa katamu, mengapa orang yang selama ini menjadi teman kecilmu tidak kau inginkan, namun orang yang baru kau kenal dengan mudah membuka hati untuknya, yakinlah dia tidak akan pernah kembali lagi."

Sang raja pergi dengan amarah kepada anaknya yang tetap tidak ingin bersama raja Mesir. sang putri sambil melihat cincin yang di berikan kepadanya dan menggenggam halus cincin itu dengan penuh keyakinan, "aku yakin ayah, aku yakin dia akan kembali lagi suatu saat nanti, aku akan tetap menunggu."

Sesampainya di pelabuhan Abdul hendak mengarungi lautan dengan menumpangi sala satu kapal yang cukup besar. Abdul menghampiri si pengemudi kapal yang terlihat bersiap untuk berlayar. Disapanya si pengemudi kapal, "salam saudara. Apakah kapalmu ini akan pergi berlayar?."

"benar, kami akan melakukan pelayaran." Jawab si pengemudi.

Tanya abdul, "bolehkah saya menumpangi kapal anda."

"kemanakah tujuan mu?."

"Kemanapun itu asal ada tempat yang bisa saya singgahi."

Pemilik kapal di buat bingung dengan tujuan yang akan Abdul singgahi, maka si pemilik kapal menjelaskan bahwa mereka akan pergi ke sirdiynan, tanpa banyak bertanya dia tetap ikut dalam pelayaran.

Sambil menaiki tangga kapal Abdul sambil melihat kota alexandria dengan raut bahagia, "jika hati ini dia tetapkan hanya untukmu hingga akhir perjalananku, semoga kelak saat bertemu lagi kamu akan termasuk golongan manusia yang di berikan kemuliaan. Namun aku ingin saat ini hanya tertuju padamu yang maha kuasa."