Chereads / Senja Yang Tak Ku Gapai / Chapter 12 - Pernikahan ka bayu

Chapter 12 - Pernikahan ka bayu

Hallo Dinda. bagaimana keadaanmu? masih demam atau sudah mendingan?" tanya ka Bayu dalam panggilan smartphone nya

hallo. iya ka. aku sudah mendingan. Kaka dari mana tau kalau aku demam? pasti Boy yang memberi tau Kaka ya?" tanya Dinda

Bukan Kaka tau dari Brian. Dinda apa kamu menyukai Brian? kalau iya kita laksanakan saja pernikahan besok. Bareng dengan Kaka" ucap ka Bayu

Shusst. Kalo ngomong suka nyeletuk gitu ya. Ucapan itu doa loh ka. aku masih belum berfikir untuk ke jenjang itu. Kaka really? besok mengadakan acara pernikahan? apa Kaka sekarang sudah di Sydney? Ibu ikut pulang kan ka?" tanya Dinda

Kalau seperti itu Kaka doa kan semoga terwujud. Amin. iya ini Kaka sudah di bandara menuju kerumah. Ibu ikut ini ada disebelahku. Dinda mau ngobrol?" tanya ka Bayu

Iyaa ka. mana sini. Hallo ibu, aku kangen. Ibu bagaimana sudah baikkan?" tanya Dinda

Ibu sudah merasa lebih baik hari ini. Kamu gimana? katanya kamu sakit?" tanya ibu

hanya kecapean Bu. ibu lama kah disini?" Tanya Dinda

ibu Hanya satu hari untuk besok. dan lusa ibu akan balik lagi ke Indonesia dengan eteh Marni." jawab ibu

Yah ibu. masa sehari doang. lalu menurut prediksi dokter disana ibu harus berapa lama menjalani perawatan?"tanya Dinda

Sekitar tiga bulan. Kamu harus terbiasa hidup sendiri, mulailah latih dirimu." ucap Ibu. Ini bay smartphone nya." lanjut ibu

Dinda. Kaka tutup ya telponnya sampai ketemu dirumah" ucap ka Bayu

okey ka." jawab Dinda

info. Eteh Marni merupakan Kaka pertama ibuku dan sekaligus Ibu dari ka Bayu .Beliau adalah pensiunan dari seorang guru. Suaminya pun sama pensiunan camat. kedua pasangan tersebut Dinda sering menyapanya dengan panggilan ua. Ua dikaruniai empat orang anak. Dua wanita dan Dua pria. keluarga ua sangat baik sekali mereka mementingkan kebersamaan.

Dinda. Aku punya hadiah untukmu tiket nonton bioskop. Dan sekaligus nanti kita mampir ke butik ku untuk mengambil baju buat ke acara pernikahan ka Bayu" ucap Brian

Nama Filmnya apa? Lalu ke butik kamu. Apa ka Bayu memesan desain baju pengantin ditempati? " Tanya Dinda

Judulnya rahasia. Nanti aku beritahu jika sudah sampai di teater nya. Bukan baju milik ka Bayu. Tapi aku sengaja membuat baju untuk kita berdua kamu pasti menyukai nya" ucap Brian

Baiklah. Lantas jika kita memakai baju bersamaan bagaimana dengan Boy? Kamu membuatkan untuknya juga kan?" tanya Dinda

Tidak. Aku hanya mendesain khusus untuk berdua. Kalau memang Boy menginginkannya bawalah besok pasangan untuk datang ke acara pernikahan ka Bayu. Lagi pula tidak mungkin denganmu. Karna kamu sudah duluan yang akan mendampingiku nanti. Dan aku sudah izin dengan ka Bayu begitu pula dengan ibumu" ucap Brian

Apa? Izin sejak kapan? Kenapa aku tidak mengetahuinya. Bahkan ibu dan KA Bayu langsung menyetujui permintaan izin mu?"tanya Dinda.

Aku sengaja tidak mengizinkan mereka untuk berterus terang denganmu. Karna jika itu terjadi pasti kamu akan menolaknya." Ucap Brian. Ayo masuk sudah dimulai itu teater lima."lanjut Brian

Iya."jawab singkat Dinda

Setelah film tersebut berakhir Dinda kembali diam tanpa suara. Rasanya ia enggan sekali berdebat dengan pria di sebelah nya ini. Dinda hanya mengikuti kaki Brian melangkah pada sebuah butik

Mba. Tolong ambilkan baju couple yang sudah saya desain tempo hari." Ucap Brian

Baik tuan. Ini bajunya tuan, mau langsung dikemas atau di coba dulu?"tanya pelayan butik

Dicoba dulu mba. Makasih ya" ucap Brian

Dinda ini kamu pakai dulu. Untuk memastikan bahwa jaitannya sudah rapih." Lanjut Brian

Gaun ini pantasnya dipakai untuk pengantin diacara pernikahan atau lamaran. aku kan hanya tamunya .Apa kamu tidak salah memilih desainnya?"tanya Dinda

Tidak. Gaun itu memang pantas digunakan olehmu" ucap Brian

Brian selalu saja pandai merencanakan hal diluar kendali nya. Gaun yang dibuatnya merupakan desain termewah dengan bahan baku kain yang digunakan. Payet gaun tersebut menonjolkan wanita dengan penuh wibawa bahkan pada setiap rangkaian payetnya dilapisi emas dua puluh empat karat sehingga terlihat glamor dan sesuai jika dipakai pada wanita seumur Dinda. Warnanya merupakan perpaduan antara merah tua dengan motif tenun melambangkan kebahagiaan berlandaskan tanah air tercinta.

Bagaimana apa ini tidak berlebihan? Aku merasa tidak nyaman menggunakan nya terlalu mewah." Ucap Dinda

Waaaw. Perfect kamu sangat cantik dan pas menggunakan gaun ini. Dan mulai hari ini aku tidak akan melepaskanmu jatuh kepada pria lain" ucap Brian sambil tersenyum

Maksud kamu apa? Apa ada rencana lain yang tidak aku ketahui lagi?"tanya Dinda

Tidak ada Itu hanya jurusku untuk memuji Dewi cantik dihadapanki" ucap Brian

Baiklah. Bisa kita pulang sekarang?"tanya Dinda

Siap. Kita pulang sekarang ya. Ternyata insting mu kuat sekali. Nih ada pesan dari ka Bayu dia sudah sampai dirumah" ucap Brian

Itu hanya kebetulan saja. Bukan hal yang perlu dilebihkan" ucap Dinda

Mereka berdua pun melangkah kan kakinya menuju parkiran dan melanjutkan perjalanan untuk kembali ke rumah.

Sesampainya dirumah sosok ka Bayu berdiri di depan pintu bersebelahan dengan Boy.

Nampaknya kakakku sangat bahagia sekali. Selamat ya ka bentar lagi aku akan punya keponakan baru" ucap Dinda.

Ibu mana ka? Kenapa tidak terlihat" lanjut Dinda

Makasih sayang. Adik aku yang paling baik. Kamu sudah dewasa ya pikirannya udah mengundang hal yang tidak-tidak. Ibu ada dikamar" ucap ka Bayu sambil tertawa mengacak-acak poni Dinda

Tuhkan selalu iseng. Memang aku sudah dewasa tapi pikiran Kaka tuh yang salah mengartikan ucapanku. Memang benar kan pada hakikatnya manusia menikah untuk memperoleh keturunan dan kebahagiaan" ucap Dinda

Iya-iya kaka kalah deh berargumen denganmu" ucap ka Bayu

Boy. Apa tugas Patologi klinik sudah selesai? Bagaimana aku mau lihat" tanya Dinda

Sudah Din. Ini aku mau mengantarkannya. Sudah diprint juga. Oh iya aku langsung pamit ya, ada sepupuku dirumah tidak enak kalau terlalu lama aku tinggal."ucap Boy

Okey boy. Makasih banyak sudah menyelesaikan tugas nya." Ucap Dinda

Iya sama-sama Din."ucao Boy. Ka saya pamit dulu, salam ke ibu" lanjut Boy

Hati-hati boy. Nanti aku sampaikan salamnya" ucap ka Bayu

Ka aku juga pamit ya. Besok aku datang lagi pagi-pagi sekali." Ucap Brian

Harus kalau itu. Jangan sampai terlambat. Kalau terlambat ada hukuman untukmu" ucap ka Bayu

Siap ka. Tenang saja bahkan aku lebih dulu datang kesini sebelum Kaka bangun dari tidur." Ucap Brian sambil tertawa

Rumah pun kembali hening.

Kaka tinggal disini kan?" tanya Dinda

Iya. Kan memang acaranya diadakan dirumah kamu. Supaya kamu bisa tertular dengan Kaka segera menikah" ucap ka Bayu sambil tersenyum

Udah ah. Lama-lama Kaka nyebelin ya." Ucap Dinda sambil mencubit pinggang ka Bayu

Aduh. Sakit Dinda, awas ya besok Kaka bales." Ucap ka Bayu.

Tidak perduli. Aku langsung ke kamar ya. Bye semoga besok menjadi hari baik dan lancar"ucap Dinda

Amin. Kamu pun sama semoga bisa menyusul Kaka" ucap ka Bayu sambil berjalan menuju kamar

Waktu berganti dengan cepat dan menunjukkan pukul 06.00 pagi Seisi rumah sudah siap untuk berangkat ke tempat kediaman ka Yuni

Ka Bayu sengaja untuk menggelar acara pernikahannya disebuah pantai lokasinya tidak jauh dari rumah Dinda. maka dari itu malam ia menginap disini. dan Ka Yuni sudah ada dipenginapan yang terdapat dekat dengan pantai tersebut.

Semuanya sudah siap? Kita berangkat sekarang ya."ucap ka Bayu

Siap. calon pengantin rupanya tidak sabar ya "ucap Keluarga ka Bayu

Okey. Mari masuk masing-masing ke dalam mobil yang sudah disediakan" ucap ka Bayu

Tunggu dulu ka. Aku baru selesai makeup" teriak Dinda

Kamu pergi nya dimobil Brian. Bukan dengan Kaka. Tapi disini sepertinya terbalik yang ingin menikah kan Kaka. Tapi kamu malah terlihat seperti pengantinnya. Sungguh Kaka pangling cantik banget adik Kaka ini sama tampannya seperti kakanya walaupun beda ayah dan ibu" ucap ka Bayu sambil tertawa

Aku sama Brian? Ka lalu Boy dengan siapa? Mulai buat aku terbang melayang deh digombalin sama Kaka yang gantengnya sejajar oppa Li min ho" tanya Dinda

Boy berangkat bareng dengan keluarganya. Tapi tidak bisa pagi ini mungkin siangan soalnya ada urusan katanya Kaka juga tidak tau urusan apa" ucap ka Bayu

Baiklah" ucap Dinda

Dinda. Saat ini kamu Sangat cantik dan saat ini pula aku mulai merasakan hal yang sebenarnya yaitu titik-titik ..Nungguin ya? Aku akan mengatakannya tepat pada Momentnya" ucap Brian

Makasih atas Gaunnya yang sudah membuatku cantik. Kamu juga terlihat tampan. Gausah ge-er gitu dan kalau ngomong jangan dipotong-potong ga baik. Nanti jodohmu sepotong lagi. " ucap Dinda sambil tertawa

Perjalanan menuju lokasi pernikahan hanya menghabiskan waktu lima belas menit. Dimobil pengantin berisi full keluarga ka Bayu.

Sesampainya di lokasi pelaminan para keluarga mengatur posisinya masing-masing untuk menyaksikan akad nikah

Saya terima Nikah dan kawinnya Yuni Ayunda binti Fawwas Darwin Dengan maskawin emas seberat Lima puluh gram dibayar tunai" Ucap ka Bayu

Bagaimana saksi? Sah?" Tanya penghulu

Sahhhhh"

Alhamdulillah"

Ka selamat ya. kita Selfie dulu hayu" ucap Dinda

iya sayang. Sini smartphone nya. Brian sini gabung kita Selfie ber empat"ucap ka Bayu

Oh iya nanti ada acara melepaskan bunga. kalian berdua harus ikut ya." Ucap ka Bayu

Karena ini permintaan Kaka aku okey aku turuti" ucap Dinda

Para hadirin tamu yang sudah datang silahkan berdiri atur posisinya karena pasangan pengantin ini akan Melemparkan Bunga pemikat jodoh. siapa tau yang dapat bunga ini langsung segera di sah kan Dimata hukum dan negara. Amin" ucap MC

Satuu. Duaa. Tiii. gaa." ucap ka Yuni dan KA Bayu sambil melemparkan bunga dengan arah membelakangi tamu undangan

Haaap aku dapat Ternyata kita berdua yang menangkapnya. Boy kamu datang jam berapa? aku tidak melihatmu tadi." Ucap Dinda sambil memegang separuh bunga yang ditariknya berbarengan dengan Boy

Aku baru saja datang. wah kenapa bisa kebetulan seperti ini kita menangkapnya Bersamaan. Apa mungkin jodohku adalah sahabatku sekaligus tetanggaku?"tanya Boy sambil tertawa

Aku tidak percaya dengan mitos seperti itu. Kalau memang jodoh bukan dengan cara seperti ini pun pasti akan bersama" ucap Dinda.

Kamu kenapa tidak berangkat bareng tadi? Ada masalah Boy?" lanjut Dinda

Tidak apa-apa. Urusan keluarga lebih tepatnya. bukan tentang aku" ucap Boy

Baiklah. jika kamu enggan bercerita gapapa." ucap Dinda

Brian hanya bisa memandangi mereka berdua dari kejauhan. Ia tau bahwa perjuangan nya untuk mendapatkan hati Dinda masih sangat panjang. Dan Dinda merupakan wanita yang sulit untuk ditaklukkan.

Dinda. Ini baru permulaan, aku yakin kamu perlahan-lahan kamu pasti akan membalas cintaku " ucap Brian Dalam hatinya