Jacob baru saja selesai berkeliling Packs bersama Jaden. Ia melihat sisa sisa kekacauan yang diakibatkan oleh pertarungan kemarin. Ia ikut membantu membenarkan tembok penjaga kastil yang roboh. Ia bahu membahu membantu rakyatnya membangun kembali semua yang rusak akibat pertempuran hebat kemarin.
Ia tak ingin berpangku tangan begitu saja. Sebagai pempmpin Packs ia turun langsung membantu hingga semua selesai di kerjakan.
"Maaf mengganggu Alpha. Alpha Zayn dan Luna Friscilla datang berkunjung. Mereka menunggu Alpha di dalam kastil." ucap seorang Omega saat menghampiri Jacob yang tengah membangun tembok kastil.
"Oke aku akan menemui mereka. Beri tahu Alpha Zayn dan Luna Friscilla aku akan menemui mereke setengah jam lagi. Aku ingin membersihkan tubuhku dulu."
"Baik Alpha. Permisi.."
Jacob menitipkan pekerjaannya kepada Jaden dan segera masuk ke ruangannnya untuk membersihkan tubuh. Setelah rapi dan tampak segar, ia pun segera menemui Alpha Zayn dan istrinya.
"Alpha Zayn dan Luna Friscilla...maaf membuat kalian menunggu lama." ucap Jacob sambil merentangkan tangan kepada calon mertuanya itu. Zayn memeluk Jacob erat. Friscilla mencium pipi Jacob.
"Silahkan duduk. Sudah lama kita tidak bertemu. Ku dengar packs kalian diserang sekawanan Rogue. Melihat kerusakan yang terjadi sepertinya kalian mengalami pertempuran cukup besar." ucap Alpha Zayn pemimpin Moonlight Packs.
"Kau benar Alpha. Dua hari lalu kami diserang oleh sekelompok Rogue. Sebelumnya mereka beberapa kali mencoba menerobos kastil tapi tidak berhasil. Kemarin adalah penyerangan yang terparah." ungkap Jacob.
"Tapi kenapa kau tidak mengirimkan sinyal untuk bala bantuan." tanya Alpha Zayn.
"Aku tidak sempat melakukannya. Kami diserang mendadak. Yang ku pikirkan saat itu adalah bagaimana caranya bisa memukul mundur mereka semua."
"Kau pasti sangat kewalahan nak." Luna Friscilla menatap sedih Jacob. Jacob tersenyum. Tangannya terulur mengambil tangan Friscilla. Ia genggam dengan erat.
"Awalnya sangat berat bagiku tapi Putri anda menyelamatkan ku. Dia hadir dan memberi Nick kekuatan untuk melawan mereka semua." papar Jacob kembali mengenang Matenya.
Friscilla membelalakkan matanya. "Apa?! Putri ku? Dimana kau melihat putriku? Lalu dimana dia berada Jacob." Friscilla tampak gusar. Ia sudah sangat merindukan putrinya yang telah lama hilang.
Jacob menundukkan kepalanya. Tubuhnya tampak terasa begitu lelah. "Maaf aku tak bisa menemukannya dimana pun. Seluruh penjuru Packs sudah aku cari tapi ia tak ada."
"Aku tidak mengerti. Aku dan Nick sangat yakin ia datang memberi kami semangat untuk berperang. Jaden pun melihatnya. Tapi entah mengapa ia hilang begitu saja." Jacob sangat sedih.
Friscilla memeluk suaminya sambil menangis. Sudah lama ia merindukan putrinya kembali tapi hingga kini belum menemukan hasil. Zayn dan Friscilla sempat kehilangan harapan keberadaan putri mereka tapi mendengar putri mereka masih hidup membuat kepercayaan mereka kembali.
"Aku berjanji akan segera menemukan Crystal dan tak akan pernah ku lepaskan lagi. Itu janjiku kepada anda berdua." ucap Jacob bersungguh-sungguh.
***
"Apa?! Aku harus kemana?" tanya Rose bingung.
"Ku bilang kau akan ikut ke Forks untuk pagelaran busana ku." ucap Nyonya Moore memberi perintah. "Apa?Forks? Forks yang anda maksud itu yang ada di Film Twillight Nyonya?" ucap Rose tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Iya Forks yang itu. Pagelaran busana tahun ini akan digelar disana."
"Tapi nyonya kenapa harus aku?" tanya Rose penasaran, hingga membuat Nyonya Moore mulai kesal. Ia pun melangkah mendekati Rose yang tengah duduk di meja kerjanya.
"Kenapa katamu? Karena kau adalah pegawaiku." ucap Nyonya Moore dengan penuh penekanan. "Kau anak buahku dan aku adalah bosmu. Ku minta kau ikut dan jangan membantah."
"Ta...tapi nyonya...Aku tak bisa." Cicit Rose sambil menundukkan kepalanya. Tak berani memandang wajah geram bosnya. "Mengapa kau tak bisa?" tanya Nyonya Moore. "Karena…karena orang tuaku melarangku kesana."
Sejenak nyonya Moore dan beberapa pegawainya terdiam. Rose tampak kebingungan, lalu tiba tiba terdengarlah suara tawa Nyonya Moore yang menggelegar. "Kau sangat pandai membuat lelucon seperti itu Ms Lee." Ucap Nyonya Moore tertawa lebar.
Ia berjalan mendekati Rose yang tampak kebingungan lalu meraih wajah Rose dengan kasar. Rose melihat raut muka Nyonya Moore yang sangat galak. Tatapan matanya tajam menusuk inderanya. "Aku tak peduli orang tua mu melarang mu pergi ke Forks, tapi satu hal yang harus kau ingat kau adalah pegawaiku. Aku membayarmu untuk tunduk pada perintahku."
Rose meringis karena kuku kuku tajam dan runting Nyonya Moore mulai melukai kulit wajahnya. "Akh…" ringis Rose kesakitan. "Aku tak ingin mendengar alasan apapun. Jika aku memintamu pergi, kau harus pergi." Ucap Nyonya Moore saat Rose akan membuka mulutnya.
"Kau paham, Miss Lee?" Rose mengangguk. Nyonya Moore melepaskan cengkraman di wajah Rose. "Good job." Ucap Nyonya Moore. Ia pun segera keluar dari ruangan kerja Rose.
Mata Rose berkata-kaca. Salah satu teman kerjanya mengelus punggungnya, mencoba memberinya semangat. Rose tersenyum simpul. "Bagaimana ini? Apa yang harus ku lakukan?" gumam Rose dalam hati.
***
Rose benar-benar tak bisa mengelak lagi. Tiket dan hotel sudah dipesan. Belum lagi Nyonya Moore tak ingin mendengar penjelasan apapun darinya. Berkali-kali ia mendesah kesal karena harus pergi bersamanya dan beberapa tim perancang ke Forks untuk menghadiri acara Fashion show.
"Tak adakah tempat lain selain di Forks untuk menggelar Fashion Show?!" keluh Rose suatu malam kepada Zach dan Zalina. Rose menundukkan kepalanya di atas meja.
Zach dan Zalina saling bertatapan. "Memangnya apa yang salah dengan Forks? Bukankah kota itu disebut dengan kota hujan? Disana pasti sangatlah asri." Ucap Zalina antusias.
"Pasti akan keren jika aku mendapat tempat pemotretan di alam disana. Siapa tahu aku akan bertemu manusia serigala tampan atau Vampire tampan seperti dalam film Twillight."
Rose menatapnya lekat. "Seharusnya kau ikut casting untuk menjadi aktris, Zalina. Kau tak pantas menjadi model. Daya khayalmu sangatlah tinggi." Ucap Rose kesal.
"Aku baru saja akan mengatakan itu, Baby." Timpal Zack sambil mengunyah Macaroon buatannya.
"Loh bukannya tempat antara Vampire dan manusia serigala itu real adanya. Dimana menghayalnya." bantah Zalina.
"Oh my lord Zalina. Kau benar-benar berpikiran kalau vampire dan manusia serigala itu ada? Heii kau terlalu banyak menonton film fantasi. Mana ada manusia serigala yang hidup di jaman modern seperti ini. Kalau kau hidup di jaman purba dulu mungkin saja." Zalina mengendikkan bahu.
Zach tertawa terbahak-bahak. "Sudahlah kau malah semakin membuat ku kesal Zalina. Lebih baik kau bantu aku membereskan baju-baju yang akan ku bawa kesana." Zalina membantu Rose mengemas barang-barang yang akan ia bawa selama sepuluh hari di Forks.
***
TBC