Download Chereads APP
Chereads App StoreGoogle Play
Chereads

Oda Na Bunga Oc

Na-Isekai Ako

Katherine, formerly known as Nora in her past life, wakes up from a week-long coma to find herself in the body of a young noblewoman in Albania. But there’s a catch—she's not the star of the show. Nope, she’s just a minor character in a famous classical novel she once read. Not even mentioned by name! At first, Katherine wonders if this is some bizarre dream or if she’ll find a way to go back to her old life. But as the days drag on, she starts to accept the reality that this might be her new normal. Should she keep hunting for an escape, or is it time to roll with the punches and embrace the strange nobility life? The plot is supposed to follow the book’s twists and turns, but there are unexpected hiccups along the way. And, oh, the villain—the one person who absolutely shouldn’t be interested in her—seems way too curious. With her future up in the air and no clear direction, Katherine must figure out how to navigate this world, all while avoiding drama and keeping her head down (though that might be a bit hard when the villain is suddenly paying attention). Blending Filipino culture references with modern pop culture nods, "Na-isekai ako" offers a fresh and lighthearted take on the isekai genre, reimagining a beloved classic with humor, heart, and a touch of unexpected chaos. Get ready to get isekai’d! *winks* English Title: I Got Isekai’d A Filipino Novel-Inspired Creation with an Isekai Twist! Disclaimer: Florante and Laura is an original work by Francisco Balagtas and is considered one of the masterpieces of Philippine literature. The creator of this work has no affiliation with the original author and has crafted this story purely as an inspired reimagining, born from creativity and admiration for the classic tale.
saysayvt · 116.6K Views

El té verde veterano se convirtió en una heroína maltratada

Lin Xiaocha es una veterana con habilidades para el amor en el té verde: finge ser linda e inocente, destroza a los oponentes y cría muchos peces en el estanque de peces de su té verde. El sistema la seleccionó para cumplir el deseo de la heroína de una novela abusiva, apuntar al héroe y los personajes masculinos secundarios que están obsesionados con el loto blanco, para recibir grandes recompensas. Cuando descubrió que hacerse rico es tan simple y la tarea está a punto de completarse ... Se encontró a sí misma ... ¡Objetivo! ¡lo malo! persona! …............................................................................................................................................................... Lin Xiaocha: Que no cunda el pánico, lo volveré a hacer. No es gran cosa. Hasta- Lin Xiaocha: Xianjun, ¡¿por qué encierras a Xiaocha ?! El jefe frío y puro de nivel completo: "¿No dijiste que querías unirte a mí hasta que seamos pálidos, inseparables en la vida y la muerte?" Besó el lóbulo de la oreja de Lin Xiaocha. "Este señor está muy seguro". Nota: 1. Green Tea (o Green Tea B * tch) en el título es una jerga de Internet para una chica que parece inocente y encantadora, pero en realidad es calculadora y manipuladora. 2. Una gran cantidad de peces criados en un estanque de peces es otra jerga de Internet que significa una gran cantidad de llantas de repuesto o pretendientes bajo su propio control.
DaotistaCV · 2.5K Views

Udara Duniaku

Kasih adalah tokoh perempuan remaja berumur 13 tahun yang duduk di bangku SMP. Kasih bersekolah di SMP Negri 3 Malang, dia berperawakan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, tingginya 154cm. Dia tipikal anak yang ramah, humoris, sopan, penurut, namun memiliki sisi pemberontakan tersendiri di dalam diri nya, dia seorang anak tunggal dari Ibu Jeny, dan Bapak Bahar, Kasih memiliki rambut hitam sebahu yang tidak terlalu tebal, tubuh nya berperawakan kurus, namun sedikit berisi. Mereka tinggal di wilayah desa yang mulai bertumbuh menjadi perkotaan, karena desa tempat tinggal Kasih baru saja diresmikan menjadi kota, dan terpisah dari kota dan kabupaten yang sebelumnya menjadi satu. Kasih memiliki sosok ibu yang tegas, galak, dan bermulut pedas namun penyayang, sedangkan ayah kasih adalah sosok yang pengertian, ramah, humoris, dan mudah berbaur dengan teman sebaya maupun yang lebih muda, Kasih tinggal di rumah berlantai dua Kasih sangat suka melihat langit saat pagi dan malam, bahkan ia rela membujuk ibunya habis-habisan sehingga ibunya rela memberikan kamar lantai atas yang baru dibangun menj"Kasih! ", panggil sang ibu pada putri remaja nya yang masih berada di kamarnya. " Iya mamah, Kasih turun! ", jawabnya, sambil berdiri dari kursi meja belajar nya!.              " Iya mah, tadi kasih masih ngerjain pr matematika", jawabku sambil menuju keran air, bersiap cuci tangan lalu bersiao makan malam. "Eh ayah sudah pulang?!, biasanya kasih denger loh suara gerbang depan, kasih emang lagi ngantuk sih ?! ", ujar kasih tersenyum sambil menyalimi sang ayah yang baru pulang kerja.             " Iya!, ayah pulang karena sudah cukup omset jualan alat tulis nya hari ini, dapet bonus dari pak bos karena ngirim paket buku banyak tadi", jawab sang ayah bersemangat memberi tahuku.             "Wahh!, Kasih boleh minta ayah beliin kue banyak-banyak dong?!", ucapku senang sambil menggoyang-goyangkan tangan ayah yang aku salimi tadi !, " Udah-udah makan, terus sholat maghrib sana, ibu aja udah makan udah sholat, kalian ini ngobrol teruss! ", ucap ibuku sambil menjewer telingaku dan ayah sekaligus.             " Iya iya ibu, ampun bu ", ucapku terkekeh, sambil beralih mengambil nasi dan lauk, lalu segera makan, dan lanjut beribadah. " Ini jawabannya berapa ya?, mana aku lupa rumusnya lagi!! ", ucapku sambil menggosok-gosok dahiku mulai lelah, dan makin bingung saat mengerjakan tugasku !.            Tok tok tok        Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar, aku pun menoleh dan menghela nafas sejenak, " masuk bu, pintunya ngga kasih kunci! ", jawabku , hingga ibu pun masuk dan berkata     " Sih!, ini susu vanila nya ibu taruh meja kecil sini ya!, diminum!, dikumpulin kapan itu pr matematika nya?", tanya ibu mengintimidasi!.            "Dikumpulin besok bu! ", jawabku lesu, karena memang pelajaran matematika bukan favorit ku,  dan selalu membuatku sakit kepala!, " Yaudah minta tolong bapak mu sana!, dari tadi ngga selesai-selesai ini kamu lemot apa gimana sih! ", jawab ibuku tegas!            " Iya bu!, ini kasih mau ke bapak! ", jawabku lemas karena dimarahi ibu, memang sejak tadi ada soal sulit, sehingga aku bahkan belum selesai meskipun mengerjakan nya sejak pulang dari sekolah tadi!.             " Udah!, kamu habisin dulu susu nya, sholat isya!, baru ngerjakan lagi!, ya kasih!! ", ucap ibu, " Iya bu ". Segera kuambil gelas susu dan meneguk nya hingga tuntas saat ibu menutuo pintu kamar ku, saat selesai menghabiskan susu vanila, aku pun beranjak berdiri dari kursi belajar ku dan menuju tempat cuci piring membersihkan gelas yang tadi kupakai. Kasih adalah tokoh perempuan remaja berumur 13 tahun yang duduk di bangku SMP. Kasih bersekolah di SMP Negri 3 Malang, dia berperawakan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, tingginya 154cm. Dia tipikal anak yang ramah, natural, sopan, penurut, namun memiliki sisi pemberontakan tersendiri di dalam diri nya, dia seorang anak tunggal dari Ibu Jeny, dan Bapak Bahar, Kasih memiliki rambut hit
Bunga_Kelana · 250 Views

Ang Kampilan na Humahati sa Hangin

Isang uri ng nobelang Bayaning-Mandirigma (War Hero), na ang mga pangunahing mga karakter ay marunong manlaban at nageensayo ng kanilang Sining Pandigma (Martial Arts). Sila ay mga Alagad ng Sining Pandigma (Martial Artists) na nagpapalakas ng kanilang Gahum (Spiritual Power) sa pamamaraan ng pagpatay ng ibang tao o hayop at pagkukuha ng kanilang Gahum o pagbibigay pugay o paghihingi ng kapangyarihan galing sa mga umalagad (ancestral spirits). Sa Kapuluang Baha-Bahagi, sa mundo ng Ikinatha, tinatahak ng dalawang dakilang magkakapatid ang buhay ng alipin. Si Mayumi at Bolan ay dalawang magkapatid na aliping horohan ni Datu Ranao. Mga dalaga't binata na, walumpung taon sila nagtataka kung sino ang kanilang mga magulang. Si Mayumi ay isang mabuting bata, umbo ni Bolan, mainitin ang ulo, at walang takot na sumusulong sa buhay. Lahat noon ay mababaliktad nang napaginipan niya ang puting buhok na diwata. Nanay niya ba ito? Buhay pa kaya siya? Si Bolan ay ang oyo ni Mayumi. Malumanay, matalino, pero marunong pumatay. Mahuhulog ang kaniyang damdamin para sa napakagandang Baylan sa kanilang lungsod... kaso lang, siya'y binayaan ng pagkikita sa mundong hindi makita. Maari siyang maging bayugin. Sundan ang dalawang magkapatid na ito at ang kanilang kaibigan na sila Urduya at Galura, sa pagngayaw kay Datu Keraya, ang Datung nagnakaw sa makabuluhang Kampilan ng Humahati sa Hangin. Kakayanin ba nila ang katotohanan? Gagampanan ba nila ang kanilang responsibilidad? Hanapin ang Kampilan ng Humahati sa Hangin. *** Kapag nagustuhan ninyo, mag-vote at comment! Talagang pinapahalagaan ko ang inyong mga feedback! *Ako gumawa ng cover, pero hindi ako ang may-ari ng imahe na ginamit. Credits sa owner.
oinonsana · 52.9K Views
Related Topics
More