Download Chereads APP
Chereads App StoreGoogle Play
Chereads

Tempat Menulis Puisi

KAGI'S WILD JOURNEY

--- Synopsis: Di dunia yang dipenuhi dengan sihir dan pertarungan, setiap orang memiliki peluang untuk menjadi legenda. Namun, tidak semua orang dilahirkan dengan kekuatan luar biasa. Kagi, seorang pemuda biasa yang hidup di desa terpencil, selalu merasa dirinya tertinggal di antara para pahlawan. Namun, dalam hatinya, dia memiliki satu tekad yang tak terbantahkan—untuk menjadi lebih kuat dan membuktikan bahwa keturunan biasa pun bisa meraih kejayaan. Ketika dia akhirnya diterima di Sekte Pahlawan, tempat bagi mereka yang ingin mengasah kemampuan bertarung dan menjadi pahlawan besar, Kagi memiliki harapan tinggi. Namun, kenyataan tak seindah impian. Kagi yang tidak memiliki bakat luar biasa malah ditempatkan di Cabang Pengasingan, sebuah cabang yang dipenuhi petarung-petarung lemah yang gagal diterima di Cabang Utama. Dikelilingi oleh mereka yang juga berjuang untuk menemukan tempat mereka di dunia ini, Kagi harus menghadapi tantangan yang lebih berat daripada yang dia bayangkan. Di antara para petarung pengasingan seperti Gareth Ironhand, seorang berserker yang mengandalkan kekuatan fisik, Selene Nightshade, seorang assassin misterius, dan Liora Firecrest, penyihir api muda yang tidak terkendali, Kagi belajar bahwa kekuatan bukan hanya soal sihir atau kemampuan fisik—itu tentang tekad, pengorbanan, dan kemauan untuk terus maju meskipun dunia tampak menentang. Meskipun awalnya terasa seperti jalan buntu, Kagi menemukan bahwa Cabang Pengasingan adalah tempat untuk menemukan kekuatan sejati yang tidak dimiliki oleh para pahlawan lainnya. Di bawah bimbingan Valera Dawncrest, seorang master pedang yang bijaksana, Kagi memulai perjalanan beratnya untuk mengasah kemampuan pedangnya. Tidak hanya itu, Kagi juga harus melawan prasangka dan keraguan dari para petarung yang lebih kuat, termasuk Zerath Stormbringer, pemimpin Cabang Utama yang menganggapnya tidak lebih dari sekadar penghalang. Namun, semakin keras Kagi berlatih, semakin dia menyadari bahwa nasibnya tidak hanya tentang dirinya. Dunia tempat tinggalnya sedang bergolak, dengan ancaman yang lebih besar dari yang bisa mereka bayangkan—dan Kagi harus menjadi kekuatan yang tak terhentikan untuk melindungi semuanya. Dengan persahabatan dan rivalitas yang menguji kekuatannya, Kagi akan belajar bahwa jalan menuju kejayaan tak selalu mulus, dan kadang-kadang, menjadi pahlawan membutuhkan lebih dari sekadar pedang dan sihir. --- Judul Cerita: Kagi: The Swordman's Journey Genre: Fantasy, Adventure, Action, Comedy Tema: Zero to Hero, Kekuatan dalam Keteguhan, Pengorbanan, Pertumbuhan Karakter -!
Agga_Er · 537 Views

TEROR MAHLUK PENJILAT DARAH PEMBALUT

Malam itu, hujan turun semakin deras di kota kecil tempat Lia tinggal. Gemericik air yang menetes dari genting membuat suasana semakin mencekam. Hawa dingin merayap melalui celah-celah jendela kamar kosnya yang sederhana. Lia baru saja selesai mandi, air masih menetes dari rambutnya yang basah. Dengan cepat, ia merapatkan handuk ke tubuhnya sebelum mengenakan pakaian tidur. Namun, ketika ia hendak membuang pembalut bekas ke tempat sampah di kamar mandi, ia merasakan sesuatu yang aneh. Sebuah aroma menyelinap di udara. Bukan bau darah biasa, melainkan sesuatu yang lebih busuk, seperti daging yang membusuk di tempat lembab. Lia bergidik, bulu kuduknya berdiri seketika. Ia menahan napas, mencoba mengabaikan rasa tidak nyaman yang mulai merayap di tubuhnya. Dengan cepat, ia membuang pembalut itu ke dalam tempat sampah dan menutupnya rapat. Namun, perasaan tidak enak tidak hilang begitu saja. Seolah-olah ada sesuatu yang sedang mengawasi dari sudut kamar mandi. Lia menelan ludah, matanya bergerak mengamati sekitar, tetapi tidak ada yang berubah. Kamar mandi tetap seperti biasanya. Cermin di hadapannya berembun, meskipun ia tidak menggunakan air panas. Jantung Lia berdegup lebih cepat. Ia melangkah mendekat dan mengusap embun di permukaan cermin dengan tangannya. Samar-samar, tampak sebuah jejak... seperti lidah yang menjilati kaca. Lia terpaku, darahnya seakan membeku di dalam tubuhnya. Ia mengedip beberapa kali, berharap itu hanya bayangannya sendiri. Tapi tidak, jejak itu tetap ada, bahkan semakin jelas. Seolah-olah sesuatu—atau seseorang—benar-benar menjilati cermin dari dalam. Ia mundur perlahan, tangan gemetar meraih gagang pintu. Ia buru-buru keluar dari kamar mandi dan mengunci pintunya. Namun, ketika ia berbalik menuju ranjangnya, ia mendengar sesuatu. Sebuah suara isapan pelan, seperti seseorang sedang menjilati sesuatu dengan penuh nafsu. "Slepp... slepp..."
Endonesie_Media · 241 Views

Beyond Time and Space Detective

Pada tahun 1982, terjadi kasus besar di Kota Jin yang mengakibatkan banyak korban tewas. Para pelaku melarikan diri, dan pelaku utama, Yin Jiaming, tertembak dan jatuh ke laut. Tiga puluh sembilan tahun kemudian, sebuah film yang diadaptasi dari kasus tersebut, “The Great Heist of Jin City,” menjadi hit box office, menarik perhatian ahli patologi forensik Ye Huairui. Sebulan kemudian, Ye Huairui pindah ke sebuah vila tua, hanya untuk mengetahui bahwa itu dulunya adalah kediaman Yin Jiaming. ==== Pada tengah malam, setelah badai petir, Ye Huairui menemukan sebaris tulisan di mejanya: “Siapa kau!!?” Ye Huairui berpikir, apakah tempat ini berhantu? Dia menulis balasan: “Entah kau hantu, atau kau pembunuhnya.” Pesan di meja berubah menjadi: "Aku bukan hantu, dan aku juga bukan pembunuh! Aku tidak membunuh siapa pun!!" Ye Huairui: … Hubungan luar biasa lintas waktu dan ruang mempertemukan dua orang yang terpisah tiga puluh sembilan tahun di rumah tua misterius itu. Maka dimulailah perjalanan investigasi lintas waktu. “Yin Jiaming telah dizalimi; pelaku sebenarnya masih bebas.” Dengan bantuan seorang ahli patologi forensik jenius dari tiga puluh sembilan tahun di masa depan, dapatkah Yin Jiaming membuktikan ketidakbersalahannya dan menulis ulang nasib buruknya? ==== Kebenaran tidak akan diubah, hanya dikubur. Kisah cinta melampaui ruang dan waktu tentang kematian dan penebusan, dan pada akhirnya, aku akan menggenggam tanganmu erat. ==== Kata-kata pertama yang diucapkan Yin Jiaming kepada Ye Huairui adalah: “Ruirui, kemarilah peluk aku.” Ye Huairui merentangkan tangannya: “Kemarilah. Jika kau tidak bisa memelukku, berarti kau pengecut.”
Elhafasya · 20.8K Views

"Menantang Takdir di Menara Tanpa Hukum"

Sinopsis "Menantang Takdir di Menara Tanpa Hukum" Kael tumbuh sebagai seorang tabib muda berbakat, mewarisi ilmu dari kakeknya yang legendaris. Namun, ketika wabah misterius melanda desanya, ia menghadapi kenyataan pahit—kemampuannya tidak cukup untuk menyelamatkan semua orang. Teringat cerita lama sang kakek tentang Menara Tanpa Hukum, tempat di mana ia pertama kali belajar pengobatan, Kael memutuskan untuk menaiki menara demi mencari ilmu yang lebih tinggi. Namun, menara bukanlah tempat bagi orang yang lemah. Di dalamnya, hanya mereka yang kuat yang bisa bertahan. Dalam masa tutorial, Kael mendapatkan Kitab Petir, sebuah teknik bela diri yang menjadi dasar kekuatannya. Tapi saat ia mencari guru kakeknya, ia justru menemukan kenyataan yang lebih kejam—tabib sudah tidak lagi dibutuhkan di menara. Sebagai gantinya, para Heler, orang-orang yang mampu menyembuhkan luka dengan mana, telah menggantikan peran tabib. Ilmu tabib dianggap usang dan tidak efisien, perlahan menghilang dari sejarah menara. Kael menghadapi dilema besar: haruskah ia menyerah dan mengikuti sistem yang ada, atau tetap berpegang teguh pada ilmu yang diwariskan kakeknya? Dengan catatan lama kakeknya sebagai petunjuk, Kael memulai perjalanan mendaki menara, mencari sisa-sisa ilmu tabib yang telah terkubur. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan para Heler yang menganggapnya remeh, sekutu yang meragukan pilihannya, serta musuh yang ingin menghapus tabib dari sejarah. Di dunia di mana kekuatan menentukan segalanya, bisakah seorang tabib bertahan? Ataukah Kael akan menemukan cara mengubah takdir dan membuktikan bahwa tabib masih memiliki tempat di dalam menara? Perjalanan Kael baru saja dimulai, dan ia bertekad untuk mendobrak batasan yang telah ditetapkan oleh dunia.
fblues_eyes · 1.2K Views
Related Topics
More