Download Chereads APP
Chereads App StoreGoogle Play
Chereads

Total Drama Island Duncan And Courtney

Stuck In My Drama Fantasy

She stared at the shimmering stream, her vision blurred by the relentless flow of tears. Her chest ached, my frustration bubbling over. "You wouldn't understand!" Ginny shouted, her voice cracking under the weight of her pain. "I don’t want to." His voice was sharp, cutting through the night like a blade. She whipped around, glaring at him. Rude jerk. Ginny let out a bitter hiss, hugging her arms around myself. "I hate my life." He said nothing. That silence only made it worse. She scoffed. "Of course, you wouldn’t say anything. My life was never perfect, but now... now it can never be." "It doesn’t need to be." His voice was calmer this time, steady. I turned to him, my lip trembling. "Why not? Everyone else gets to be happy. Why can’t I?" His dark eyes softened as he exhaled. "I’m not happy. And I’m far from perfect. We’re just two imperfect people existing in the same timeline." Somehow, his words reached her, settling deep in her heart. She sniffled, forcing a shaky laugh. "Trust me, we’re not even in the same timeline to begin with." His gaze locked onto hers, unwavering, as if he saw straight through her. Ignoring her words, he stepped closer. "It’s okay." His voice was almost a whisper. "We can be two imperfect beings in this imperfect world, making imperfect choices." His hand brushed against mine—warm, grounding. "But," he continued, "the most perfect life has been is the time spent with you." Her breath hitched. Her heart stilled. Ginny blinked up at him, stunned. 'Shit.' She hissed under my breath, looking away. "What the hell am I supposed to do with that.. information?" *** Ginny was just an ordinary woman—until she woke up in a historical Korean setting as the infamous villainess doomed to a tragic fate. Trapped in a world of palace intrigue, power struggles, and an infuriatingly handsome yet equally frustrating man, she must navigate her way through a story that was never meant to have a happy ending. But Ginny refuses to let fate dictate her life. If the script says she’s the villain, then she’ll rewrite her role—one dramatic scene at a time.
Brenda_0708 · 2K Views

The Darkness Island

The Darkness Island Prolog: "Cepat katakan! Dimana para bawahanmu dan alasan kenapa kau menghancurkan terowongan itu!" sorak seorang polisi dengan sangat kuat sambil mencambuk seseorang yang kedua tangannya di ikat dengan rantai. "Su-sudah kubilang, aku sama sekali tidak tau apa yang kau bicarakan," jawab orang itu dengan nada lelah dan suara yang pelan. "Kau masih saja mengelak sialan!" Polisi tadi langsung mengambil pistol di pinggangnya. Dorr!! Ia tanpa ragu menembak paha kiri laki-laki itu. "Aaahh!!!" pekiknya dengan sangat kesakitan. "Cepat katakan!!" Laki-laki itu tidak merespon dan hanya menunduk kebawah dengan putus asa. Tubuhnya tampak seperti sudah tidak sanggup menerima rasa sakit lagi. "Bukankah sudah kubilang dari beberapa hari sebelumnya, saat proses interogasi dan kau berani tidur, maka kau akan merasakan ini!" teriak polisi itu masih dengan nada kuat dan sangat kesal. Ia kemudian mengambil cambuknya tadi. Lalu membakar cambuk tersebut dengan sebuah korek api. Rupanya cambuk itu dari tadi sudah terlumuri dengan minyak tanah. Begitu pula dengan seluruh bagian dada laki-laki itu yang hari ini sudah tercambuk puluhan kali. Hanya dengan sekali pukulan. Dan wuzzz!! Seluruh bagian dada laki-laki yang diikat di rantai itu langsung terbakar. "Aaackkk!!!" teriaknya dengan kesakitan dan langsung mendapatkan kembali kesadarannya. Sebelum api itu merambat sampai ke kepalanya. Ia langsung di guyur air yang berasal dari atas. Laki-laki itu menatap polisi tersebut dengan mata penuh dendam. "Bukankah aku sudah bilang! Aku tidak tau apa-apa kau Bangs*t!" ucapnya dengan sangat kesal. "Sialan! Bagaimana ini terjadi, aku hanya ingin liburan dengan keluargaku, namun semuanya hancur saat kami memasuki sebuah terowongan yang tiba-tiba saja meledak. Gara-gara kalian! Gara-gara kalian adikku dan ayahku mati di dalam terowongan itu! Aku dengan ini bersumpah. Bahwa aku akan menemukan dalang atas semua ini! Dan membalas dendam akan keluargaku!!" teriaknya di dalam hati yang langsung meronta dengan sangat kuat. Dari arah dinding sebelah kiri, tiba-tiba saja sebuah peluru bius di tembakan. Peluru itu langsung mengenai tangan kanan laki-laki itu. Yang secara perlahan membuatnya pingsan. Coming soon~ ~Higashi.
Kazehiro · 5.8K Views
Related Topics
More