Download Chereads APP
Chereads App StoreGoogle Play
Chereads

Halo Master Chief Vs Samus

Breathless Blade wielder and divine village chief

In the far reaches of the world, past the scorched ridges and withered bones of civilization, lies Grainshell Hollow, a forgotten village in the Desolate Zone—so far removed from cultivation’s reach that even the wind carries no spirit. Here, life is quiet and brutal. Survival is earned, not promised. Among the drifting ashes and dying roots, a boy is born—small, observant, and eerily silent. His name, like his future, is not remembered by the heavens. One dusk, drawn by an unnatural silence and a flicker of something wrong, he discovers an ancient relic buried beneath the village shrine—a fractured, half-buried fang of something too old to name. It breathes when he touches it. Whispers crawl into his ears. From that moment on, his dreams rot and bleed with visions of storms that devour stars, gods kneeling in smoke, and swords that cry. The villagers begin to vanish. Animals flee before unseen tremors. The sky grows heavy with flickers that move against the sun. The thing in the relic is awakening—so is something older, deeper, watching through the bones of the land. Without cultivation manuals, without sects, without divine bloodlines, the boy must piece together his own path—through instinct, memory, and the broken remnants of a world that abandoned his people. He carves power from stone, learns to move with silence, to cut with weight, and to channel the relic’s breath into his limbs. Every gain costs something—sanity, warmth, connection—but he endures. As the world spirals toward what the old hunters call the Chaos Stage, a time when even gods bleed and stars fall like rain, the boy refuses to run. Instead, he chooses to rebuild—his home, his people, and the land itself. With relic-forged instincts and a blade that does not obey natural law, he leads the remnants of Grainshell against nameless forces that devour truth and corrupt breath. But even as he grows, questions remain. What is the relic truly? Why was it hidden in a place no cultivator remembers? And why do the dead bow to him, even when he has no cultivation name? To survive is not enough. To fight is not enough. He must raise a village that can stand among gods—and spit in their storms. And in the end… how do people call themselves swordsmen, if they do not yield a living, breathing sword?
sunhell · 328 Views

MANUSIA VS DEWA

Di dunia yang terdiri dari tiga lapisan - Surga, Bumi, dan Neraka, dewa-dewa yang berkuasa atas Surga telah lama menindas dan memanfaatkan umat manusia di Bumi. Mereka mengambil putri-putri dari Bumi untuk dijadikan istri mereka, dan mengambil hasil panen untuk kesenangan mereka. Umat manusia di Bumi hidup dalam ketakutan dan penindasan. Mereka tidak berani melawan dewa-dewa, karena mereka memiliki kekuatan yang sangat kuat dan tidak terkalahkan. Namun, di sebuah desa kecil di Bumi, ada seorang bayi yang lahir dengan kekuatan supernatural yang tidak biasa. Bayi itu bernama Arkeus, dan ia adalah anak dari seorang pejuang yang berani dan seorang wanita yang lembut dan bijaksana. Ayah Arkeus, yang bernama Thane, adalah seorang pejuang yang berani dan memiliki kekuatan yang sangat kuat. Ia telah melawan dewa-dewa dalam beberapa pertempuran, namun ia tidak pernah menang. Thane meninggal dalam pertempuran terakhirnya melawan dewa-dewa, meninggalkan Arkeus yang masih bayi dan ibunya yang sedih. Ibu Arkeus, yang bernama Aria, adalah seorang wanita yang lembut dan bijaksana. Ia memiliki kekuatan supernatural yang tidak biasa, namun ia tidak pernah menggunakan kekuatan itu untuk melawan dewa-dewa. Aria lebih memilih untuk hidup dalam damai dan harmoni dengan alam, dan ia mengajarkan Arkeus tentang kekuatan dan keberanian. Arkeus tumbuh menjadi seorang pemuda yang kuat dan berani, dengan kekuatan supernatural yang semakin kuat. Ia memiliki motivasi yang kuat untuk melawan dewa-dewa dan membebaskan umat manusia dari penindasan mereka. Namun, Arkeus tidak tahu bahwa dewa-dewa memiliki rahasia yang tidak diketahui oleh umat manusia, dan bahwa Iblis memiliki motif yang tidak terduga. Arkeus juga tidak tahu bahwa ia memiliki peran yang sangat penting dalam perjuangan melawan dewa-dewa dan Iblis.
GREAT_WOLF · 114 Views
Related Topics
More