Download Chereads APP
Chereads App StoreGoogle Play
Chereads

Lirik Lagu Om Shanti Om

La Renaissance d'Oméga

Qu'est-ce qui était pire que la mort elle-même ? Eh bien, c'était mourir en sachant que personne ne vous regretterait, en sachant que votre mort était un service rendu à tous ceux que vous aviez connus. C'était exactement ce que je ressentais le jour où je suis mort. J'étais le fruit de l'amour du Roi Alpha de l'Éclipse, à une époque où le lien d'âme sœur était considéré comme sacré, un enfant né hors mariage n'était rien de moins que sacrilège... 'C'était sa faute, il aimait quelqu'un d'autre que son âme sœur...' 'C'était sa faute, il avait eu une connaissance charnelle d'une femme humaine.' 'Tout était de sa faute, mon seul crime était d'être né de sa luxure.' Mais pourquoi ce Roi Alpha qui était mon père était-il parfaitement en sécurité, alors que j'étais haï, méprisé et blâmé pour tout à la place ? Pourquoi devais-je être le pion de mon père, utilisé pour atteindre ses buts ? Pourquoi ne pouvais-je pas être rejeté comme tout le monde mais étais au lieu de cela assassiné par ma propre âme sœur ? Pourquoi ai-je été tué avant même d'avoir eu la chance de vivre ? J'avais mille questions et pourtant il n'y avait personne pour répondre et c'était exactement comme ça que je suis mort... Alors pourquoi mes yeux se sont-ils rouverts ce jour-là, un mois avant ma mort ? Était-ce à cause de mon petit secret ? Un secret que je ne dirai à personne d'autre qu'à vous... Au vu du titre de mon récit, vous devez penser que je suis un loup Oméga... Non, vous vous trompez... Je ne suis pas un loup Oméga, je suis un loup Alpha et mon nom est Oméga. ~Deuxième livre de la série la Renaissance des Loups-Garous. *Pas un préquel ou une suite à 'La Némésis du Roi Alpha', les deux livres ne sont pas liés si ce n'est pour le cadre du monde et le concept de Renaissance des Loup-Garous. *Couverture obtenue sur internet, tous les crédits vont à l'artiste original.*
JHeart · 300.2K Views

My Friend's Father

Rencananya, Selin dan sahabatnya Maxi malam itu mau menginap di rumahnya Lucian, bersama Aria (pacarnya Lucian) dan juga Dylan (sahabatnya Lucian) untuk mengerjakan tugas kelompok dari kampus. Mereka sudah kenal Lucian dari semester pertama, tetapi memang tak pernah main ke rumahnya. Hanya saja, mereka tahu bahwa ibunya Lucian sudah lama meninggal dan ia diurus oleh ayahnya seorang. Mereka juga sudah pernah melihat foto ayahnya Lucian, tetapi hanya sebatas selfie. Itu pun foto berdua dengan Lucian. Nah, hari itu mereka sepakat untuk mengerjakan tugas kelompok di rumah Lucian karena infonya, ayahnya Lucian akan kembali besok malam karena masih berada dalam perjalanan bisnis ke luar negeri. Jadi, ketika Selin menumpang mandi di dalam salah satu kamar mandi tamu rumahnya Lucian, Selin benar-benar tak berekspektasi bahwa dia akan melihat wujud ayahnya Lucian yang ternyata bertubuh tinggi dan kekar itu tengah berdiri di depannya, hanya memakai boxer dan membawa handuk, sedikit terkejut karena melihat Selin keluar dari kamar mandi tamunya. Orang yang seharusnya kembali besok malam, mengapa bisa ada di sini?! Lagi pula, buat apa mandi di kamar mandi tamu?! Tapi....sialan. Selin baru sadar bahwa dirinya saat ini hanya memakai handuk! "Astaga! Astaga ya Tuhan, maaf, Om!" teriak Selin sembari berlari terbirit-birit ke luar kamar. Sial, ini luar biasa memalukan! Saat Selin sudah mulai tenang, Selin berjalan di koridor seraya membatin. Bukannya Selin mau berpikiran mesum, tetapi astaga, itu betulan ayahnya Lucian? Ya Tuhan, seksi sekali. Pria dewasa yang matang. Gagah...dan...punyanya juga terlihat besar di boxer itu- -eh, sebentar. Baju ganti Selin ketinggalan di kamar tamu tadi!
jihanvelia · 1.1K Views

PERJALANAN ANAK DESA

Hutan Sancang, tempat yang dikenal sebagai tanah sakral bagi para pendekar, diselimuti kabut tipis saat fajar menyingsing. Di antara pepohonan raksasa dan akar-akar yang menjalar, seorang bocah lelaki berdiri tegap, tubuhnya kecil namun penuh tenaga, matanya tajam menatap seekor kijang yang tengah minum di tepi sungai. (Cicit burung terdengar bersahutan, air sungai mengalir dengan gemericik lembut…) Namanya Wira, seorang anak yatim piatu yang sejak kecil hidup di alam liar. Tubuhnya berbalut kain sederhana yang sudah usang, tetapi matanya penuh dengan semangat tak terkalahkan. Hari ini, ia harus berburu untuk bertahan hidup. Dengan nafas teratur, ia melangkah perlahan mendekati kijang itu. Namun tiba-tiba… (Dentuman keras! Seperti petir yang menyambar…) Dari dalam semak-semak, seekor harimau kumbang meloncat menerjang kijang itu dengan cakarnya yang tajam. Wira terperanjat, tapi bukan karena takut—melainkan karena kagum. Harimau itu melirik sekilas ke arahnya, seolah memberi peringatan untuk tidak mendekat. Namun, Wira tidak mundur. “Kau hebat,” gumamnya pelan. (Hening. Angin berbisik lembut di antara dedaunan…) Tanpa diduga, langkah kakinya justru membawanya lebih dekat. Harimau itu menatapnya tajam, tetapi bukan dengan amarah—melainkan dengan ketenangan yang menggetarkan jiwa. Saat itu, terdengar suara langkah kaki berat mendekat dari balik pepohonan. (Suara ranting patah, gemuruh langkah mendekat…) Sosok berjubah hitam dengan sorot mata tajam muncul dari balik rimbunan hutan. Wira menatapnya tanpa gentar. Ia tahu siapa pria itu—Prabu Siliwangi, penguasa Pajajaran, seorang raja sakti mandraguna yang konon memiliki ikatan batin dengan harimau putih. “Anak kecil, mengapa kau tidak lari?” suara Prabu Siliwangi bergema seperti petir di langit yang tenang. Wira menatapnya langsung. “Aku tidak takut.” (Guruh menggelegar di kejauhan…) Sang Prabu tersenyum tipis. Ia melihat ke dalam diri bocah itu—bukan sekadar keberanian, melainkan juga ketulusan yang langka. “Kau tidak takut mati?” “Aku hanya takut jika hidupku tidak berarti,” jawab Wira mantap. (Desir angin berhembus lebih kencang, dedaunan berjatuhan…) Mata Prabu Siliwangi berbinar. Di usianya yang telah matang, ia jarang menemukan seseorang seperti Wira—seorang anak yang tidak hanya kuat, tetapi juga memiliki jiwa yang bersih. “Aku akan mengajarimu ilmu sejati,” ujar sang Prabu. Wira mengernyit, tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. “Mengajarku?” Prabu Siliwangi mengangguk. “Kejujuran dan keberanianmu lebih kuat daripada pedang mana pun. Kau layak menjadi muridku.”
popyy_5435 · 365 Views

ISTRI MUDA SANG CEO

Malam itu Bahar sang CEO Yaman gelisah sange karena sudah seminggu Istri nya Sarifah Umroh ke tarim dengan hasil usaha kuburan palsu Wali Habib yang menghasilkan pundi-pundi rupiah lewat atm kotak amal. Bahar pun tak kuat menahan sange yang membuat kanjut nya cilegeng akibat meminum ramuan ngaceng habib taufik al yamani. Diam-diam dalam keheningan malam bahar mengocok kanjut nya dengan tangannya sendiri,"seresek-seresek" terdengar suara kocokan kanjut yang di olesi minyak hand body lotion. Semakin lama mengocok,bahar malah merasakan panas dibagian kanjut alias K0nt#l nya dan tangannya mun malah terasa pegal. "Bukannya buceng alias buc4t tapi malah menderita" gerutu bahar dalam hati. "Haduh ana mesti gimana nih ? " pikir bahar. "Oh iya di kamar bawah kan ada si Inem pembantu ana nih" pikir omes bahar. Akhirnya Bahar pun mengendap-endap ke kamar pembantu nya yaitu Inem, dengan perlahan namun tidak pasti karena bisa saja Inem tidak membukakan pintu kamar nya. Tibaa-tibaaaaa terdengar suara.....DUUUUUUT PELEPES SIIIIIIIIT. Bahar pun terkaget setengah hidup, karena dibalik kamar Inem terdengar sesuatu yang mengentutkan..."Waduh suara apa tuh ya di kamar si Inem" pikir bahar. Hemmmm apa mungkin kah suara gas yang keluar dari lubang silit Inem? "Walahualam bishawab dah". kata si Bahar. Bahar pun mulai membuka pintu kamar Inem,"Pintu kamar dulu yee, bukan cangcut loooh". Kata Bahar dalam hati sambil menahan tawa. Oh my god....kata bahar pintu nya di Kunci. Haduuuuuh....bahar pun kecewa berat di tengah kanjut nya yang melegeng membuanya pegel dan linu-linu tipis akibat gesekan dengan sarung tanpa kolor nya. Akhirnya bahar memutuskan untuk mengintip inem dulu dari atas jendela pintu kan ada kaca nya tuh di atas pintu kamar Inem. Baharpun menggeser kursi tinggi yang bulet untuk naik dan mengintip si Inem. Dengan hati-hati dan perlahan, bahar pun naik ke kursi guna mengintip Inem, dengan wajah sange dan lidah yang melet-melet, serta kanjut yang menyundul-nyundul sarung. Bahar pun mulai melancarkan aksi nya yaitu mengintip si Inem. penasaran? lanjut baca bab 1 aja yaa....
Eka_Wahyudin_4250 · 1.5K Views

Lazy life in one piece

Ome was a typical college student from a bustling urban society, juggling classes, part-time jobs, and social pressures. His life was a constant hustle, and he often daydreamed about a life of ease and adventure. One day, after a particularly exhausting week, Ome meets a tragic accident. Upon waking, he finds himself in a strange and fantastical world—the world of One Piece. Ome quickly realizes he has been reincarnated, and not only that, he has consumed a powerful Devil Fruit during his transition: the Lazy Lazy Fruit. This fruit bestows him with the Lazy System, a unique ability that allows him to perform tasks effortlessly, turning even the most arduous chores into simple tasks. Confused and amazed by his new reality, Ome joins a fledgling pirate crew in the East Blue. Despite his laid-back nature, Ome’s modern knowledge and strategic thinking soon prove invaluable. His crew, a diverse group including a fiery swordswoman seeking vengeance, a quirky inventor with explosive gadgets, and a mysterious navigator with a secretive past, quickly learn to rely on his uncanny abilities. As they sail towards the Grand Line, Ome’s Lazy System becomes both a blessing and a target. Powerful pirate crews, ambitious marines, and treasure-seeking bounty hunters all aim to capture or destroy him for his powers. Each confrontation and adventure reveals more about the true potential and origins of the Lazy Lazy Fruit. Despite his lazy demeanor, Ome’s strategic mind and newfound powers make him a force to be reckoned with. His journey takes him through legendary islands, ancient ruins, and epic battles, where he must outwit formidable foes and uncover secrets tied to the world’s greatest treasure, the One Piece. Ome’s reincarnation journey is one of growth, where he learns to balance his desire for an easy life with the responsibilities and challenges of being a pirate in a world full of wonders and dangers. Through trials and friendships, he discovers that true ease comes not from avoiding challenges, but from overcoming them with ingenuity and heart. In this blend of modern wit and high-seas adventure, Ome's lazy approach hides the determination of a hero destined to leave his mark on the world of One Piece.
Abrar_Faize · 3.7K Views

IT WAS GREAT IDEA IN CONTACTING FOLKWIN EXPERT RECOVERY FOR RECOVERING

My husband lost a staggering $37,000 in a forex trading scam, and for a while, we believed that our hard-earned funds were gone forever. This wasn’t just any money, it was the savings we had set aside for our honeymoon, a gift from family and friends after our recent marriage in 2025. We had carefully planned for our first vacation together, excited to start our new life as a couple. When the scam happened, it felt like our dreams were shattered, and we were left feeling devastated and helpless. Like many others who fall victim to such schemes, we spent countless hours searching for ways to recover our money, but everything seemed futile. After exhausting all options on our own, I decided to conduct more in-depth research on recovery services. Among the numerous options, one name consistently stood out: Folkwin Expert Recovery. They had a strong reputation for successfully recovering funds from scams, particularly those involving forex trading. Despite hearing of many similar services, something about Folkwin Expert Recovery gave me hope. Still, I was understandably skeptical. The idea of recovering lost money seemed like an impossible task. But after a detailed conversation with their team, and after explaining our situation in full, I felt a sense of renewed optimism. They assured me they could help, promising to investigate our case thoroughly and work toward recovering our funds within 24 to 72 hours. True to their word, Folkwin Expert Recovery acted swiftly. Their team worked diligently, reviewing all of the transaction details, communications with the scam broker, and any additional information we had. They kept us informed throughout the process, providing updates regularly, which helped alleviate some of the stress we were feeling. To our astonishment, within just 72 hours, Folkwin Expert Recovery had successfully recovered $32,000 out of the $37,000 we had lost. The results exceeded our expectations, and we were overjoyed to have a significant portion of our funds returned. What truly impressed us was the transparency and dedication Folkwin Expert Recovery demonstrated. Not only did they recover a large portion of our lost funds, but they also restored our faith in the possibility of recovering money from such scams. We had almost given up hope, assuming that we would never see our vacation money again. But Folkwin Expert Recovery made the impossible possible. Their professionalism and commitment to their clients were evident at every step, and we couldn’t be more grateful. If you've fallen victim to a forex trading scam or any similar fraudulent investment schemes, I wholeheartedly recommend reaching out to Folkwinexpertrecovery(@)tech-center. c om OR WhatsApp +1 740-705-0711. Their team is experienced in recovering lost funds, and based on my experience, I’m confident they can help you as well. Don’t lose hope contact Folkwin Expert Recovery, and you may find yourself recovering your lost funds just as we did, restoring not just your finances but also your peace of mind. Warm greetings, Kristen Andrew.
Kristen_Andrew · 360 Views

Wanjie Grup Chat

Su Qian secara tidak sengaja memasuki grup obrolan khusus, dan dia adalah satu-satunya di grup yang belum melakukan perjalanan melintasi waktu? [Saya bepergian ke ujung dunia, di mana persediaan makanan terbatas dan saya tidak bisa makan cukup! ! ] [Saya melakukan perjalanan ke zaman kuno dan menjadi putri pengganti. Tiga istri dan empat selir, aku benar-benar tidak bisa melawan mereka! ! ! ] [Apakah saya sama sengsaranya dengan saya? Saya melakukan perjalanan ke dunia budidaya makhluk abadi dan menjadi penjahat umpan meriam...] Su Qian: [Kalian semua pernah melakukan perjalanan melintasi waktu? Tapi aku di Bumi? ] ... [Kakak, apakah kamu di Bumi? ! Asli atau palsu? Kirimkan aku makanan dan aku akan menukarnya denganmu dengan emas! ! ! ] [Ding! Menerima amplop merah (seratus tael emas) dari seorang musafir kiamat. ] ... Sejak saat itu, Su Qian memulai kehidupan pertukaran sumber daya dan kecurangan untuk menjadi kaya. Beras, tepung, biji-bijian, minyak dan air mineral ditukar dengan emas, perak dan perhiasan dengan para musafir apokaliptik. Ayam goreng, teh susu, dan hot pot kecil, serta bertukar pil kecantikan dengan pengelana abadi. Jajanan mahjong dalam Legenda Zhen Huan, bertukar perhiasan istana dengan penjelajah zaman kuno. ... Penjelajah dunia budidaya keabadian: "Tolong! Sepertinya aku tidak sengaja mengirimkan tuanku kepadamu selama pertukaran terakhir! " ! ! Dia diam-diam melirik pria yang sedang makan ayam goreng dan minum teh susu. Dia sangat tampan. Apakah Anda ingin mengirimnya kembali
Karinallenea · 1.9K Views
Related Topics
More