Download Chereads APP
Chereads App StoreGoogle Play
Chereads

Tik Tak Tik Tak Tik Tak

Anomali Takdir: Mereka yang Tak Seharusnya Ada

Dunia ini berjalan seperti biasa... setidaknya, itulah yang selalu dia pikirkan. Raka, seorang siswa SMA biasa, hidup dengan perasaan hampa—seperti ada sesuatu yang hilang dari hidupnya, sesuatu yang dia tidak bisa ingat. Tapi di balik keseharian yang membosankan itu, realitas yang lebih besar sedang menunggu untuk mengungkapkan dirinya. Sebuah anomali ruang-waktu mengguncang dunia, menghadirkan 29 gadis yang seharusnya tidak pernah ada. Mereka berasal dari berbagai era dan dimensi, masing-masing membawa kekuatan luar biasa yang bisa mengubah hukum realitas itu sendiri. Namun, keberadaan mereka juga menjadi ancaman terbesar bagi dunia—dan organisasi rahasia di balik layar mulai bergerak untuk mengendalikan atau memusnahkan mereka. Saat Raka bertemu Aurelia, gadis pertama dari anomali tersebut, dia tanpa sadar mengikatkan takdirnya dengannya. Namun, satu per satu kebenaran tentang dunia, waktu, dan dirinya sendiri mulai terungkap. Kenapa hanya dia yang bisa menstabilkan keberadaan para gadis itu? Kenapa setiap kali dia menggunakan kekuatan mereka, dia merasakan luka dan trauma mereka? Dan yang paling penting... siapa dia sebenarnya? Di tengah pertempuran melawan organisasi rahasia, negara-negara besar, dan batas waktu dunia, Raka dihadapkan pada pilihan yang mustahil. Menikahi mereka semua... atau menyaksikan dunia hancur. Dan ketika semua ini berakhir, satu pertanyaan tetap menghantui: Apakah mereka benar-benar masih hidup?
Cocusias_Waner · 181 Views

MASKARA

Tik tak. Tik tak. Tanging tunog ng orasan ang nangingibabaw sa tahimik na bahay—isang tahimik na nakakabingi, na para bang bumabalot sa bawat sulok ng silid. Parang musika ito ng kawalan, ngunit imbes na paginhawahin, lalo lamang nitong pinapalakas ang kabog ng aking dibdib. Tik tak. Parang pinipiga ang aking puso, bawat segundo, bawat saglit, paulit-ulit, na tila pinapaalala ang bigat na matagal ko nang dinadala. Hindi ko na kayang pigilan pa. Kumawala na ang aking mga luha, kasabay ng hiningang tila mabigat na bato sa aking dibdib. Bumagsak ang mga patak na parang ulan sa pisngi kong hindi na sanay ngumiti. Minsan naiisip ko, paano nga ba ako napunta sa ganitong sitwasyon? Ang sakit—nakakapaso, nakakasakal—hindi ito basta lungkot lang, kundi isang matinding kalungkutan na nagpapahina sa aking mga tuhod. Araw-araw, pilit akong bumabangon, pilit tinatawid ang mga oras, pero habang ginagawa ko ito, lalong lumalalim ang sugat. Nasasaktan ako, hindi lamang dahil sa mga nangyari, kundi dahil sa awa ko sa aking sarili. Sino ba namang hindi maaawa kung araw-araw, pinipilit kong ngumiti kahit wala nang natitirang dahilan para sumaya? Ngunit kahit anong mangyari, kahit anong sakit ang idulot nito, isa lang ang sigurado ko: Ikaw at ikaw lamang ang aking mamahalin. Walang makakapalit sa'yo. Sa kabila ng lahat, sa kabila ng mga gabing binubulabog ng tahimik na pag-iyak, ikaw pa rin ang laman ng puso kong durog na durog na. Hays… Nawa’y dumating ang araw na ang tik tak ng orasan ay maging musika ng pag-asa. Pero sa ngayon, ito muna ang aking mundo—isang tahimik na silid, isang pusong nagdurugo, at isang pagmamahal na kahit kailan ay hindi ko kayang bitawan.
ariazmo · 3.5K Views

Mozaik Tanya

Bagaimana jika cinta bukan sekadar rasa, melainkan sebuah perjalanan yang penuh luka? Bagaimana jika cinta adalah mozaik-tersebar dalam kepingan kenangan yang tak selalu utuh, yang sering kali tajam dan memberi luka? Gavrielle, gadis muda yang haus akan makna, pernah percaya bahwa cinta adalah genggaman tangan yang erat, suara yang menghangatkan, dan keberanian untuk tetap tinggal. Ia menemukannya dalam diri Althias, kakak kelas yang menjadi pelita di tengah ragu. Namun, dunia tak selalu memberi ruang bagi dua hati yang ingin bersatu. Orang tuanya melihat cinta itu sebagai duri, sebagai pemberontakan yang harus dicabut hingga ke akar. Maka, dengan paksa, ia diasingkan ke kota yang tak menawarkan apa pun selain sepi. Di Surabaya, Gavrielle adalah burung tanpa sarang, melayang tanpa arah, mencari sesuatu yang bisa mengisi kehampaan. Lalu, ia bertemu Gallen Adhaniell Wijaya-sebuah nama yang muncul dari layar ponsel, dari percakapan tanpa wajah, dari pesan-pesan yang menjelma candu. Gallen, dengan caranya yang dingin dan tak terbaca, menarik Gavrielle ke dalam pusaran yang lebih dalam dari sekadar cinta. Bersamanya, Gavrielle belajar bahwa rindu bisa berubah menjadi luka, bahwa pengorbanan tak selalu berbalas pelukan. Ketika cinta berubah menjadi jerat, Gavrielle berjalan terlalu jauh, menyeberangi batas yang seharusnya dijaga. Yogyakarta menjadi saksi atas keberaniannya yang membabi buta, atas keputusasaan yang menuntunnya pada sesuatu yang tak seharusnya terjadi. Dan ketika semuanya terkuak, Gavrielle harus menghadapi konsekuensi yang lebih besar dari sekadar kehilangan. Cinta, ternyata, tak selalu datang sebagai jawaban. Kadang, ia adalah pertanyaan yang menggantung di langit hati, tak terjawab, tak terurai-hanya menjadi mozaik tanya yang berserak dalam ingatan.
Tashaa_Seana · 557 Views
Related Topics
More